Kumparan Logo

Gareth Bale di Real Madrid: Dulu Pahlawan, Kini Terlupakan

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Real Madrid Gareth Bale. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Real Madrid Gareth Bale. Foto: Reuters

Gareth Bale sempat menjadi pahlawan Real Madrid. Namun, sekarang ia merasa kikuk untuk ikut merayakan kesuksesan Los Blacos meraih titel Liga Spanyol ke-34.

Winger asal Wales itu adalah salah satu pemain paling senior di skuat Madrid. Dia datang dengan banderol 101 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun pada September 2013.

Sejak itu, Bale menjadi bagian penting dari lini ofensif Madrid. Bersama Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, Bale membuat Madrid menjadi momok buat bek-bek tim lawan.

Puncaknya, Bale menjadi pahlawan Madrid di final Liga Champions 2017/18. Waktu itu, Bale yang masuk di babak kedua mencetak dua gol dan membawa Madrid menang 3-1 atas Liverpool.

Gol itu bisa dibilang sebagai salah satu gol terbaik yang pernah tercipta di panggung final Liga Champions.

X post embed

Sejauh ini, Bale sudah 251 kali tampil untuk Madrid dan mencetak 105 gol. Tetapi, ia pelan-pelan tersingkir dari tim inti Les Merengues.

Menurut BBC Sport, Zinedine Zidane menjadi alasan hal itu terjadi. Bale disebut menjadi salah satu alasan Zidane meninggalkan Madrid pada 2018.

Ketika Zidane kembali pada Maret 2019, salah satu syaratnya adalah Bale harus hengkang dari Madrid. Ketidaksukaan Zidane dipertegas dengan pernyataan pelatih asal Prancis itu.

Pada musim panas 2019 Zidane secara terang-terangan menyebut Bale tak lagi dibutuhkan Madrid dan sebaiknya pergi dari Santiago Bernabeu.

Gareth Bale di laga kontra Valencia, Senin (16/12/2019) dini hari WIB. Foto: REUTERS/Susana Vera

Sebenarnya, Bale memang nyaris meninggalkan Spanyol musim panas lalu. Klub China, Jiansu Suning, siap menampungnya. Akan tetapi, transfer itu batal karena intervensi presiden klub, Florentino Perez.

Alhasil, Bale tetap di Madrid, terpaksa bermain untuk seorang pelatih yang sudah bilang tak lagi membutuhkannya. Ucapan Zidane terbukti dengan minimnya kesempatan bermain pemain asal Wales itu.

embed from external kumparan

Musim ini, Bale cuma bermain 19 kali buat Madrid. Itu pun enam kalinya sebagai pemain pengganti. Ia cuma bikin dua gol dan dua assist, catatan menyedihkan buat winger yang pernah jadi pemain termahal di dunia itu.

Parahnya, dia sudah tak tampil dalam enam laga terakhir Madrid. Pemain asal Wales itu terakhir kali turun membela Los Blancos pada 24 Juni lalu.

Bale tidak mengatakan langsung kalau dirinya kesal dengan perlakuan itu. Dia memilih melakukan aksi-aksi iseng di bangku cadangan yang menjadi viral di internet.

Gareth Bale berpose mengenakan teropong di bangku cadangan pada laga Real Madrid vs Granada. Foto: Twitter/@julietbawuah

Akhirnya, ketika Madrid memastikan diri sebagai juara Liga Spanyol 2019/20, Bale menunjukkan kalau ada jurang antara dirinya dengan skuat Madrid.

Ia terlihat kikuk saat trofi diangkat dan Zidane dilempar ke udara. Saat yang lain bernyanyi dan mengepalkan tinju ke udara, Bale malah tengak-tengok dan sedikit ragu harus berbuat apa.

X post embed
X post embed

Meski begitu, Bale tetap boleh berbangga. Aksinya di Liga Spanyol musim ini membantu Madrid menjadi tim terhebat di La Liga 2019/20.

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.