Guillermo Ochoa, Kiper Paling Sibuk di Piala Dunia 2018

Terselip catatan positif di balik kegagalan Tim Nasional (Timnas) Meksiko melangkah ke perempat final Piala Dunia 2018. Catatan tersebut datang dari penampilan Guillermo Ochoa di bawah mistar mereka.
Langkah Meksiko dihentikan oleh Brasil di babak 16 besar. Dalam duel di Samara Arena, Selecao meraih kemenangan 2-0 berkat gol Neymar (51') dan Roberto Firmino (88').
Di luar dwigol tersebut, Brasil sebenarnya banjir peluang. Statistik di situs FIFA menunjukkan bahwa pasukan Tite melepaskan 10 percobaan tepat sasaran selama 90 menit. Artinya 8 peluang mereka berujung kegagalan dan itu tidak lepas dari aksi Ochoa.
Bukanlah kali pertama Ochoa melakukan banyak penyelamatan dalam pertandingan Piala Dunia 2018. Pada duel antara Meksiko dengan Jerman di fase grup, misalnya, dia mencatatkan total 9 penyelamatan. Berkat aksi heroiknya, El Tri menaklukkan sang juara bertahan dengan skor 1-0.
Apabila ditotal, jumlah penyelamatan Ochoa sudah mencapai 25 kali atau terbanyak di antara penjaga gawang lainnya yang mentas di Rusia. Rapornya bahkan hampir menyamai Tim Howard, kiper Amerika Serikat yang melakukan 27 penyelamatan pada Piala Dunia 2014.
Atas penampilan impresifnya, Ochoa pun menuai pujian dari kubu lawan. Menurut pelatih Selecao, Adenor Leonardo Bacchi alias Tite, Ochoa membuat timnya harus bekerja lebih keras untuk menggetarkan jala gawang Meksiko.
"Saya meminta pemain untuk membuat Ochoa berkeringat. Kami melepaskan 21 percobaan dan Ochoa tampil apik," tutur Tite seperti dilansir oleh FourFourTwo.
Neymar, sang pencetak gol, turut mengapresiasi penampilan Ochoa. Namun, pemilik nomor kostum 10 di Timnas Brasil ini mengaku tidak heran lagi dengan kualitas Ochoa di turnamen internasional.
Pada Piala Dunia 2014, Neymar dan Ochoa memang sempat bersua. Hasilnya, berkat aksi heroik kiper 32 tahun tersebut, Meksiko mampu menahan Brasil dengan skor 0-0. Seiring kesuksesannya membendung Brasil empat tahun silam, Ochoa disebut memiliki enam jari di salah satu tangannya.
"Semua orang mengetahui bagaimana kualitas Ochoa. Dia adalah penjaga gawang hebat. Selamat atas penampilannya dalam sebuah pertandingan besar," kata Neymar di situs FIFA.

Pujian tak lantas menghapus lara Ochoa yang harus angkat koper dari Rusia bersama rekan-rekan setimnya. Terlebih lagi, tak ada langkah maju dari Meksiko. Dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia, mereka selalu terhenti di babak 16 besar.
"Pujian terhadap personal itu bagus. Namun, saya tidak bisa merasa bahagia karenanya. Meksiko tidak lolos. Pujian kepada satu pemain tidak lebih penting ketimbang kepentingan tim," ucap Ochoa.

