Kumparan Logo

Hadiah untuk Pria Sabar Bernama Isco

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Si pria sabar dari Madrid, Isco. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
zoom-in-whitePerbesar
Si pria sabar dari Madrid, Isco. (Foto: Reuters/Sergio Perez)

“The strongest of all warriors are these two --time and patience."

Francisco Roman Alarcon Suarez nama panjangnya. Biasanya, pria kelahiran Benalmadena, Malaga, Spanyol ini dipanggil Isco. Isco kecil memang bercita-cita menjadi pesepak bola. Setelah melewati masa kecil bersama klub kampung halamannya, Atletico Benamiel, Isco kemudian bergabung ke akademi Valencia pada tahun 2006, ketika usianya baru menginjak 14 tahun.

Tiga tahun berselang, Isco berhasil mendapat karier profesional. Namun bukan bersama tim utama, karier profesional Isco dimulai bersama Valencia B. Kala itu di musim 2009/10, pria kelahiran 21 April 1992 tersebut berhasil mencatatkan 26 penampilan dan mencetak satu gol di Divisi Segunda B (level ketiga liga Spanyol).

Berkat penampilan reguler itulah, pada 11 November 2010, Isco berhasil mencatatkan debut bersama tim utama Valencia. Waktu itu ia tampil dalam laga Copa del Rey melawan UD Logrones. Isco turut memberi sumbangsih terhadap dua dari empat gol kemenangan Los Che pada laga tersebut.

Kendati mulai bersinar dan mendapat tempat di skuat utama, karier Isco bersama Valencia tak panjang. Juli 2011 Malaga membayar 6 juta euro untuk mendatangkannya. Isco sepakat untuk membela klub yang berasal dari tanah kelahirannya itu. Dan di klub itulah namanya mencuat.

X post embed

Bersama Malaga yang kala itu ditangani Manuel Pellegrini, Isco bermain gemilang. Musim perdana, Isco berhasil mencatatkan 32 penampilan dan 5 gol. Malaga, yang kala itu juga baru mendapat suntikan dana dari Timur Tengah lewat tangan Sheikh al-Thani, berhasil menembus tiga besar La Liga di bawah Real Madrid dan Barcelona. Pemain dengan nomor khas 22 ini langsung menjadi bintang.

Musim berikutnya, yakni musim 2012/13, kebintangan Isco semakin terlihat. Malaga dibawanya melaju ke perempat final Liga Champions sebelum akhirnya dikandaskan Borussia Dortmund. Tapi sebelum itu, atau tepatnya pada Desember 2012, Isco berhasil meraih gelar Golden Boy --gelar untuk pemain muda terbaik Eropa.

Tahun 2013, Isco masih mencerlang. Dia berhasil membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-21 di Israel dan menjadi pemain terbaik ketiga turnamen tersebut. Tak pelak ia pun menjadi buruan klub-klub besar Eropa. Dua yang paling serius adalah Manchester City dan Real Madrid.

Musim panas 2013 Isco akhirnya tak bisa mengelak tawaran tersebut. Menolak pinangan City yang kala itu diasuh mantan bosnya, Pellegrini, Isco memilih Madrid yang membayarnya dengan mahar 30 juta euro untuk kontrak lima tahun. Pada awalnya, pilihan ini bukanlah pilihan tepat untuk Isco.

Pada musim perdana, Isco memang masih kerap menjadi pemain inti. Namun, seiring dengan kedatangan banyak pemain seperti Toni Kroos, James Rodriguez, hingga Gareth Bale, jam terbang Isco menurun. Ia memang mendapat jumlah tampil yang cukup banyak, tapi Isco bukanlah pilihan utama. Statusnya selama tiga musim awal berbaju putih hanyalah sebagai pemain pelapis.

Tapi musim ini kisahnya berbeda. Seperti yang diungkapkan Tolstoy pada kalimat pembuka di atas, waktu dan kesabaran adalah senjata utama.

Isco tahu persis hal itu benar. Kesabarannya menunggu, untuk sekadar duduk di bangku cadangan dan menampik segala tawaran yang datang, berbuah manis. Ya, Isco rela hanya menjadi cadangan ketika City, Liverpool, hingga Arsenal menggodanya.

Isco (kanan) makin menterang saja. (Foto: Reuters/Eloy Alonso)
zoom-in-whitePerbesar
Isco (kanan) makin menterang saja. (Foto: Reuters/Eloy Alonso)

Namun Isco sudah mulai bisa mencuri perhatian Zidane --kendati memang belum mendapat tempat utama. Bahkan pelatih asal Prancis itu menginginkan Isco mendapat perpanjangan kontrak. Pencapaian Isco memang begitu baik musim ini.

Dalam 26 laga di La Liga, di mana 11 di antaranya sebagai pemain pengganti dan hanya 5 kali bermain 90 menit, pria 24 tahun berhasil mencetak 9 gol dan 5 assist. Jumlah gol itu menyamai pencapaian di musim terbaiknya bersama Malaga.

"Saya senang melihat bagaimana Isco bermain. Dia bisa membuat perbedaan dan saya senang untuknya. Tempat dia adalah di sini bersama kami," ujar Zidane tentang Isco. Dan berkat deretan penampilan apiknya dalam beberapa laga terakhir itu, Zidane siap memberi Isco laga pembuktian (atas kesabarannya): laga mewah leg kedua perempat final Liga Champions versus Bayern Muenchen.

Isco memang baru dua kali bermain di ajang Liga Champions musim ini, itu pun satu di antaranya dimulai dari bangku cadangan. Akan tetapi menilik apa yang telah dilakukannya dan bagaimana performanya --termasuk tiga gol dalam empat laga terakhir--, Isco memang layak mengisi pos yang ditinggalkan Gareth Bale yang akan absen karena cedera.

Terlebih, di antara calon pengganti Bale lain, statistik yang dimiliki Isco (dalam hal ini di La Liga, red) lebih baik --bahkan dibanding Bale sendiri. Rasio 34,96 umpan sukses per laga miliknya adalah yang terbaik bila dibanding perolehan James (31/94), Marco Asensio (18,88), Lucas Vazquez (15,71), atau Bale (23,94).

Pun begitu dengan rasio take-ons (melewati lawan dengan dribel) sukses miliknya. Isco melakukan rata-rata 1,46 take-ons sukses per laga, sementara James (0,37), Asensio (0,94), Vazquez (0,82), dan Bale (1,44) --yang katanya raja dribel. Satu hal lain yang menjadi keunggulan Isco adalah perihal akurasi tembakan. Akurasi tembakannya mencapai 68 persen, dan hanya Asensio yang paling mendekati dengan 64 persen.

Isco merayakan gol ke gawang Granada (Foto: Gonzalo Arroyo Moreno/Stringer)
zoom-in-whitePerbesar
Isco merayakan gol ke gawang Granada (Foto: Gonzalo Arroyo Moreno/Stringer)

Karenanya, Isco memang menjadi yang paling layak mengisi pos winger kiri Madrid atau pos gelandang serang di belakang Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema dalam formasi 4-1-2-1-2 yang bisa dicoba Zidane. Yang jelas, apabila pada laga melawan Bayern, Isco mampu membuktikan kepercayaan dengan performa mencerlang, kesabaran Isco akan semakin berbuah manis.