Hanif Sjahbandi Tanggapi Santai Perihal Persaingan di Timnas U-23

5 Maret 2019 7:05 WIB
clock
Diperbarui 21 Maret 2019 0:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hanif saat memberi pernyataan. Foto: Alan Kusuma/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hanif saat memberi pernyataan. Foto: Alan Kusuma/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Setelah Piala AFF U-22, terbitlah kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Untuk menghadapi ajang itu, tentulah persiapan perlu dilakukan, termasuk menambah amunisi berupa beberapa pemain baru.
ADVERTISEMENT
Pada latihan perdana Timnas U-23 Indonesia usai libur 4 hari setelah juara Piala AFF U-22. tampak ada beberapa wajah baru yang hadir. Dalam latihan yang digelar di Stadion Madya, Senin (4/3/2019) sore WIB tersebut, ada empat wajah baru yang menghiasi latihan Timnas U-23.
Berpadu dengan 22 pemain lain yang sudah lebih dulu membela Timnas U-23 di ajang Piala AFF U-22--pengecualian untuk Todd Rivaldo Ferre yang ketinggalan pesawat--, empat pemain baru, yakni Mahir Radja, Feby Eka Putra, T.M. Ichsan, serta Kadek Raditya tampak mengikuti sesi latihan yang langsung dipimpin oleh Indra Sjafri.
Keempatnya memang masuk dalam tujuh nama yang direkomendasikan oleh Indra SJafri untuk ikut pemusatan latihan Timnas U-23 jelang babak kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan dihelat pada 22-26 Maret 2019 mendatang. Jika ditotal, maka akan ada 30 nama yang ikut dalam sesi pemusatan latihan kali ini.
ADVERTISEMENT
Namun, bukan berarti ke-30 nama tersebut akan dibawa semuanya ke babak kualifikasi Piala Asia U-23 ini. Total hanya 23 pemain saja yang akan dibawa oleh Indra, dan pelatih asal Padang itu sudah menegaskan kepada para pemainnya untuk menunjukkan kualitas, baik itu dalam sesi latihan maupun uji tanding, sehingga kelak bisa dibawa ke babak kualifikasi.
Presiden Joko Widodo berfoto dengan pemain Timnas U-22 Indonesia serta ofisial di beranda Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menyoal aroma kompetitif yang dibawa Indra ke skuat Timnas U-23 ini, salah satu penggawa Timnas, Hanif Sjahbandi, mengaku tidak khawatir akan persaingan tersebut. Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh pemain adalah memberikan yang terbaik di lapangan. Biarkan penilaian terhadap penampilan pemain jadi hak milik tim pelatih
"Kita membela negara, negara memanggil kita, negara percaya pada kita, mau perihal kita terancam (posisinya) atau segala macem, intinya kita memberikan yangg terbaik untuk negara itu sudah cukup," ujar Hanif ketika diwawancarai seusai latihan.
ADVERTISEMENT
"Perihal kita main atau tidak, ya itu udah rezeki dari Allah sih, seperti itu. Jadi semoga aja datangnya pemain baru ini menguntungkan Indonesia, dan membawa Indonesia berprestasi di (kualifikasi) AFC (U-23) ini," tambahnya.
Di ajang Piala AFF U-22, Hanif terhitung jarang bermain untuk Timnas U-23. Sempat jadi pemain inti di laga pertama lawan Myanmar, dalam beberapa kesempatan, Hanif hanya turun sebagai pemain pengganti. Penggawa Arema FC itu dianggap kalah bersaing dengan Sani Riski Fauzi yang naik daun di ajang Piala AFF U-22 ini.
Menyoal jarangnya ia main di ajang Piala AFF U-22, Hanif mengaku tidak masalah. Perkara ia main atau tidak, itu adalah keputusan pelatih. Ia sadar bahwa pelatih lebih paham bagaimana kondisi pemain dan apa yang dibutuhkan oleh tim. Penilaian pantas tidaknya seorang pemain dalam bertanding juga bergantung keputusan pelatih.
ADVERTISEMENT
"Tugas kami sebagai pemain kami harus siap, ketika kami main kami siap, ketika tidak main harus siap juga," ungkapnya.
Bersua kembali dengan Thailand dan Vietnam yang sudah Timnas U-23 kalahkan di ajang Piala AFF U-22, Hanif menyebut bahwa dua tim tersebut perlu diwaspadai di babak kualifikasi Piala Asia U-23 ini. Menurutnya, ada kekuatan yang disembunyikan oleh kedua tim tersebut di Kamboja, dan mungkin saja akan muncul di Vietnam nanti.
"Pemain-pemain Thailand dan Vietnam yang saya tahu itu kemarin tidak main, makanya saya lihat di media, kita belum melihat kekuatan asli mereka seperti apa. Yang saya tahu, mereka pasti mengeluarkan para pemain terbaik mereka. Pemain-pemain yang tidak dipanggil kemarin (di Piala AFF U-22), pasti mereka turun," terka Hanif.
ADVERTISEMENT
Suasana latihan Timnas U-23, Senin (4/3/2019). Foto: Sandy Firdaus/kumparan
"Tapi melihat itu, dengan adanya kita sebagai juara (AFF U-22), mau mereka seperti apa, kita sebagai pemain Indonesia harus tetap fokus, meningkatkan diri, jujur, banyak yang bilang kita bukan di peak performance kemarin. Semoga nanti di AFC dan di SEA Games itu peak performance kita. Jadi, Inshaallah bisa," pungkasnya.
Timnas U-23 sendiri akan tergabung di Grup K dalam babak kualifikasi Piala Asia U-23 nanti, bersama Brunei Darussalam, Thailand (sudah pasti lolos karena tuan rumah Piala Asia U-23 2020 kelak), serta Vietnam. Semua laga akan dihelat di Vietnam yang jadi tuan rumah Grup K ini.