Hasrat dan Mimpi Yusuf Mansur untuk Bangkitkan Persikota

Januari 2009 menjadi bulan yang menyedihkan untuk dunia sepak bola di Tangerang. Tim kebanggaan rakyat Kota Tangerang, Persikota, gulung tikar. Finansial menjadi dasar utama klub berjuluk 'Bayi Ajaib' ini tak lagi berkompetisi.
Padahal, tim yang mempunyai basis pendukung bernama 'Benteng Mania' ini mempunyai prestasi yang dibilang baik. Sejak naik ke level tertinggi sepak bola Indonesia tahun 1996/97, Persikota tak pernah lagi degradasi ke divisi bawah.
Tim yang lahir pada tahun 1994 ini berhasil meraih posisi ketiga saat pertama kali promosi ke Divisi Utama. Pada musim 1999/2000, Persikota muncul sebagai 'kuda hitam' di sepak bola Indonesia. Mereka berhasil menduduki posisi tiga klasemen Wilayah Barat di bawah Perija Jakarta dan Persijatim.
Pada babak 8 besar, Persikota --yang waktu itu dilatih oleh Sutan Harhara-- berhasil memuncaki Grup A. Persikota bertengger di atas Persija, Arema Malang, dan Pelita Solo. Namun, asa Persikota untuk menuju partai final pupus usai kalah dengan skor 3-4 dari PKT Bontang pada pertandingan yang dilangsungkan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Selama mencuat dalam persaingan di Liga Indonesia, Persikota juga terbilang cukup sering mengorbitkan pemain serta pelatih untuk Tim Nasional Indonesia. Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini melatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, adalah salah satu pelatih yang ditenarkan oleh Persikota.
Untuk urusan pemain, 'Bayi Jaib' menelurkan bek tengah yang bermain di Timnas seperti Firmansyah dan Harry Saputra. Lalu, ada penjaga gawang Yandri Pitoy serta beberapa pemain depan tajam seperti Aliyudin dan Gendut Doni Christiawan.
Namun, hanya seperti itu prestasi Persikota di sepak bola Indonesia. Setelah itu, mereka tak lagi bertaji. Persikota kalah dalam urusan finansial dengan saudara tua mereka, Persita Tangerang. Meski tak begitu berprestasi, Persita relatif lebih stabil eksistensinya selama ini. Saat ini, 'Pendekar Cisadane' tengah bermain di Liga 2.
Nah, untuk membangkitkan kembali gelora sepak bola di Tangerang, ustaz Yusuf Mansur memberi bantuan kepada Persikota agar klub tersebut bangkit kembali. Pada 11 Februari lalu, Yusuf, bersama Indra Sjafri, melakukan launching untuk mengembalikan Persikota ke kancah sepak bola nasional. Ia membeli penuh kepemilikan Persikota.
Ustaz yang memiliki pondok pesantren Daarul Qur'an itu memberikan alasan mengapa dirinya memberikan bantuan kepada Persikota.
"Saya 'kan lahir, rumah, dan pesantren-ku di Cipondoh, Tangerang. Jadi, ya, ada spirit kedaerahan," ujar Yusuf ketika berbincang di Kantor kumparan, Selasa (20/2/2018).
"Persikota menantang karena diamati sementara izinya masih hidup, dan bismillah kita hidupin lagi dan antusiasme luar biasa pemain lama yang sudah tua pada datang, pada nangis pada bahagia waktu kita launching. 15 ribu orang yang hadir."
Yusuf telah mencanangkan langkah-langkah untuk membangun tim Persikota nantinya. "Hal teknis kami serahkan ke Coach Indra, saya sebisa mungkin nggak masuk ke urusan teknis. Nah, yang non-teknisnya infrastruktur dan pembiayaan (saya yang urus). Tapi, Coach Indra akan memulai dengan scouting mencari talenta yang mau dimasukin Coach Indra ke klub, selain mendatangkan pemain dari luar," kata Yusuf.
Menarik untuk dinantikan sejauh mana bantuan dari Yusuf Mansur ini membuat Persikota berkembang.
