Kumparan Logo

Hazard: Tentang Maurizio Sarri dan Masa Depannya yang Masih Abu-abu

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Chelsea, Eden Hazard, saat berada di sesi latihan bersama Maurizio Sarri. (Foto: Reuters/Adam Holt)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Chelsea, Eden Hazard, saat berada di sesi latihan bersama Maurizio Sarri. (Foto: Reuters/Adam Holt)

Eden Hazard memang unik. Dengan kemampuan yang ia miliki, semestinya ia bisa membela tim besar Eropa macam Real Madrid. Namun sampai sekarang, ia masih berseragam Chelsea, bahkan memuji Maurizio Sarri.

Dalam wawancara eksklusif yang ia lakukan dengan France Football, Hazard mengungkapkan banyak hal. Ada dua hal yang cukup menarik perhatian, yaitu tentang kesenangannya bekerja bersama Sarri dan masa depannya karier sepak bolanya.

Tentang bekerja dengan Sarri, Hazard mengaku selama membela Chelsea, baru kali ini ia merasa ada satu pelatih yang satu pemikiran dengannya. Lazimnya pelatih yang menanganinya di Chelsea, katakanlah Antonio Conte maupun Jose Mourinho, adalah pelatih-pelatih yang kelewat terkonsentrasi pada pertahanan dan permainan yang reaktif.

Namun, bersama Sarri, Hazard merasa lebih hidup. Gaya main Sarri yang menekankan pada penyerangan serta kombinasi umpan pendek dipadukan tekanan ketat kepada lawan, membuat kemampuannya terasah sedemikian rupa. Sarri juga selalu menekankan setiap pemainnya untuk lebih berani memegang bola, gaya main yang menyenangkan bagi Hazard.

"Kami memiliki filosofi sepak bola yang sama. Gaya main yang ingin ia (Sarri) terapkan di Chelsea mirip dengan gaya main yang ingin saya lakukan. Pelatih-pelatih yang dulu tidak berpikiran seperti ini," ujar Hazard.

Hazard merasa lebih nyaman bermain di bawah asuhan Sarri. (Foto: Reuters/Lee Smith)
zoom-in-whitePerbesar
Hazard merasa lebih nyaman bermain di bawah asuhan Sarri. (Foto: Reuters/Lee Smith)

"Pelatih-pelatih yang dahulu terlalu menekankan pada pertahanan dan kemenangan. Itu hal yang wajar, dan ia juga ingin agar kami bertahan dengan baik. Sesi latihan selalu penuh dengan tensi dengannya. Namun, ketika di atas lapangan, ia ingin agar kami selalu mengontrol bola. Itu yang saya sukai," tambahnya.

Meski sekarang sudah ditangani pelatih yang satu visi dengannya, ternyata belum ada jaminan Hazard akan bertahan di Chelsea. Setelah Piala Dunia 2018, sempat muncul prediksi bahwa Hazard akan hengkang ke Madrid. Apalagi, kepada France Football dalam wawancara tersebut, ia juga sempat kepikiran untuk pergi di musim panas 2018.

Namun, sekarang Hazard justru memperlihatkan keabu-abuan masa depannya. Ada dua kemungkinan yang bisa Hazard jajaki: memperpanjang kontraknya bersama Chelsea yang tinggal sisa 18 bulan lagi atau memutuskan untuk hengkang ke Madrid dalam waktu dekat. Ketika ditanya soal itu, Hazard tidak menutup dua kemungkinan tersebut akan terjadi pada dirinya.

"Kenapa tidak? Saya selalu mengatakan bahwa setelah main di Inggris, saya ingin menemukan dan mencoba sesuatu yang baru. Lagi pula saya belum mencapai puncak karier saya," jawab Hazard ketika ia ditanya soal kemungkinan pindah ke Madrid.

Tidak lama kemudian, ia menimpali dengan jawaban seperti ini, "Tapi, ada beberapa hal yang bisa juga membuat saya bertahan. Semua hal di sini bisa jadi lebih baik lagi. Bisa dibilang, saya sekarang berada di persimpangan. Saya tak ingin mengambil langkah yang salah. Semua harus dipikirkan dengan matang."

Eden Hazard. (Foto: REUTERS/Hannah McKay)
zoom-in-whitePerbesar
Eden Hazard. (Foto: REUTERS/Hannah McKay)

"Saya memang sudah memenangi banyak trofi di sini (Inggris), terkecuali trofi Community Shield. Tapi, bukan berarti alasan itu akan membuat saya meninggalkan Chelsea," tambahnya.

Melihat jawabannya ini, terlihat bahwa memang Hazard masih bingung apakah ia akan hengkang dari Chelsea lalu membela Madrid, atau tetap memutuskan bertahan di Stamford Bridge. Meski begitu, yang ia tahu, sekarang ia bekerja di bawah pelatih yang bisa memaksimalkan kemampuannya.