Hidup Diego Maradona Sangatlah Indah tapi Enggak Gampang

Diego Maradona. Legenda sepak bola itu telah tiada, tetapi kisahnya tak mudah lekang oleh zaman.
Dunia mengenalnya sebagai pemain genius. Di mana pun dia berada, baik bersama Napoli atau klub lain maupun Timnas Argentina, El Diego bisa menyajikan magi yang membikin orang berdecak kagum.
Mari ambil contoh, kita putar memori ke perempat final Piala Dunia 1986. Maradona mencetak gol yang disebut sebagai 'Gol Terbaik Abad 20 (Goal of the Century)'.
Dari area permainan Argentina, dia menggiring bola sendirian, mengelabui 5 pemain Inggris, termasuk kiper, lalu mencetak gol. Ajaib.
Itu baru satu contoh. Bergeser ke Spanyol, kala membela Barcelona, Maradona mencetak sejarah sebagai pemain Blaugrana pertama yang diberi tepuk tangan meriah oleh suporter Real Madrid.
Kisah itu tersaji pada final leg pertama Copa de La Liga 1983. Ketika tinggal berhadapan dengan gawang kosong, Maradona tak terburu-buru menembak bola ke jala. Maradona masih memain-mainkan bola itu dengan kakinya.
Lalu, dari kejauhan, bek Madrid, Juan Jose, muncul hendak menyergap bola di kaki Maradona itu dengan tekelnya yang deras. Di sinilah cerdiknya Maradona, ia lalu mempertontonkan gocekannya sedangkan Jose menabrak tiang gawang.
Setelah itu, barulah Maradona menceploskan bola ke jala gawang. Gol. Seisi Stadion Santiago Bernabeu--yang jelas disesaki oleh suporter Madrid--lantas memberikan bertepuk tangan. Respek.
Banyak yang mengidolai Diego Maradona, tetapi tak mudah menjadi dirinya
Dua gol 'ajaib' itu hanyalah contoh dari sekian banyak aksi-aksi memukau Diego Maradona di lapangan. Segala magi yang ia buat di lapangan pada akhirnya menginspirasi banyak orang.
Banyak orang ingin menjadi pesepak bola, menjadi seperti Maradona. Akan tetapi, hidup pria yang wafat pada Rabu (25/11) itu tidaklah mudah, tidak semudah kelihatannya dia mencetak gol demi gol dalam kariernya.
"Menjadi Diego Maradona sangatlah indah. Namun di sisi lain, itu sama sekali tidak mudah," kata Ossie Ardiles, eks rekan setimnya di Timnas Argentina, kepada BBC.
"Sejak usia sangat dini, dia menjadi subjek pers sepanjang waktu. Dia tidak memiliki masa kanak-kanak yang normal, dia tidak pernah memiliki masa remaja yang normal."
"Semua orang ingin bersamanya, semua orang menginginkan dirinya, jadi itu sangat sulit."
Kini, Maradona telah tiada, wafat pada usia 60 tahun. Dunia menangisi kepergiannya.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
