Hokky Caraka & Jens Raven Dihujat, Erick Thohir: Pemain Muda Harus Dilindungi
·waktu baca 2 menit

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat suara mengenai tekanan yang diterima para pemain muda Timnas Indonesia, terutama Hokky Caraka dan Jens Raven. Gelombang kritik dan hujatan itu ramai menimpa mereka di media sosial.
Timnas U-23 Indonesia sedang berjuang di ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025. Kritik dan hujatan muncul usai keduanya dinilai belum bisa tampil sesuai harapan. Raven memang mencetak 6 gol, tetapi itu semua ke gawang Brunei, sedangkan Hokky belum menyarangkan satu gol pun. Namun, Erick memberikan pembelaan pada mereka.
"Khusus untuk Hokky Caraka dan Jens Raven, dirinya langsung meminta izin kepada pelatih Gerald Vanenburg untuk menghubungi keduanya agar tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Kamis (24/7).
“Mungkin kayak Hokky kan dapat tekanan di sosial media. Kasihan anak-anak muda. Mereka juga punya kehidupan. Mereka kadang-kadang juga tidak tahan seperti kita semua,” ungkap Erick Thohir.
Pemain 20 tahun itu melayangkan somasi lima akun Instagram yang menghina dirinya dan pacarnya. Somasi itu diumumkan oleh pemain PSS Sleman itu melalui akun media sosialnya.
Kemudian, Erick Thohir juga berbicara dengan Jens Raven. Ia bahkan menelepon langsung pemain anyar Bali United tersebut. Erick Thohir ingin bersikap layaknya orang tua bagi pemain Indonesia, baik pemain Timnas senior atau kelompok umur.
"Sama Jens Raven juga saya telepon, kamu mesti siap tapi please fokus. Jangan gara-gara 6 gol kamu, kamu terus yakin gini. Kamu masih muda,” terang Erick.
"Saya sama pemain seperti itu. Para pemain senior ketika kemarin habis drawing [Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia], saya juga WA satu per satu, untuk 'Ayo siapin nih September'. Sama ketika juga waktu mengajak kembali lebih awal di musim liburan mereka, saya bilang, 'Ayo'. Kita sebagai PSSI, sebagai ketua umum, kita harus menjadi orang tua pemain juga kadang-kadang. Bukan hanya men-treat mereka sangat profesional. Itu yang kita harus jaga," tandasnya.
Reporter: Kevin Siadari
