Infografik: Mengenal Stadion Energa Gdansk, Rumah Megah Lechia Gdansk

Stadion Energa Gdansk merupakan markas dari klub terbaru Egy Maulana Vikri, Lechia Gdansk. Stadion berkapasitas 41.620 penonton ini merupakan salah satu yang termegah di Polandia.
Dibangun pada tahun 2009, stadion ini dibuka pertama kali pada tahun 2011. Delapan hari setelah pembukaannya, dihelat pertandingan antara Lechia Gdansk dan Cracovia. Di tahun-tahun awal penggunaannya, stadion ini juga dikenal dengan nama PGE Arena. Alasannya, hak untuk penggunaan namanya jatuh ke tangan perusahaan energi asal Polandia, Polska Grupa Energetyczna (PGE).
Namun, hak penggunaan nama itu habis pada tahun 2015, dan berganti kepada Energa Group. Akibatnya, nama stadion pun berubah menjadi Energa Gdansk.
Energa Gdansk juga digunakan sebagai venue gelaran Piala Eropa 2012. Ia menggelar pertandingan-pertandingan penyisihan Grup C: Spanyol vs Italia, Spanyol vs Republik Irlandia, dan Kroasia vs Spanyol. Di babak perempat final, pertandingan antara Jerman dan Yunani juga digelar di stadion ini.
Proses pembangunan ini sempat menuai protes. Sebabnya, desainer sempat memilih perpaduan warna kuning dan oranye untuk warna bangku penonton. Di sepak bola Polandia, warna kuning identik dengan warna tim yang jadi rival Lechia Gdansk, Arka Gdynia.
Karena menuai protes, hijau menjadi pilihan terbaru. Pemilihan warna ini diterima oleh suporter karena hijau memang jadi warna ciri khas Lechia Gdansk.
Yang paling spektakuler, fakta bahwa stadion ini mendapat bintang empat dari penilaian UEFA. Tidak sembarang stadion bisa dianugerahi bintang empat oleh UEFA, sejumlah syarat menjadi keharusan. Syarat ini tidak hanya menyangkut kapasitas stadion yang setidaknya, bisa mencapai 8.000 orang, tapi juga tentang penggunaan teknologi mutakhir.
Energa Gdansk menjadi stadion yang melawan rasisme. Sejak 2012, di stadion ini diberlakukan aturan yang melarang orang-orang datang dengan membawa pisang.
Peraturan ini dilatarbelakangi oleh kejadian sekitar April 2012. Saat itu, dua pemain kulit hitam Lechia Gdansk mendapat perlakuan rasisme, sejumlah penonton melempari mereka dengan pisang. Uniknya, salah satu eks pemain Lechia, Luiz Carlos Santoz atau biasa dikenal sebagai Deleu, justru tidak setuju dengan peraturan ini. Menurut pesepak bola asal Brasil ini, kejadian itu sudah lama dan tidak terulang lagi, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.
Untuk lebih mengenal Stadion Energa Gdansk, kumparan (kumparan.com) menyajikan data-datanya dalam infografik berikut.

