Inggris Hanya Kirim Tiga Polisi Kawal Belasan Ribu Suporter di Piala Dunia 2026
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Inggris hanya akan mengerahkan tiga petugas kepolisian untuk mengawal lebih dari 10.000 suporter Timnas Inggris pada perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil menyusul penolakan otoritas Amerika Serikat untuk membiayai operasional delegasi keamanan asal Inggris tersebut, yang mengakibatkan penurunan drastis jumlah petugas lapangan jika dibandingkan dengan turnamen sebelumnya di Jerman.
Perbedaan Mencolok Dibandingkan Euro 2024
Jumlah tiga petugas ini sangat kontras jika disandingkan dengan jumlah personel yang dikirim Inggris saat Euro 2024 di Jerman. Saat itu, Inggris menurunkan 40 petugas berkat pendanaan penuh dari pihak tuan rumah yang memahami pentingnya peran spotter atau polisi pemantau suporter dalam menjaga stabilitas di lapangan.
Kepala Polisi Nasional, Mark Roberts, menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya membutuhkan jumlah yang lebih besar untuk meminimalisasi risiko keamanan. Dengan hanya tiga petugas, jangkauan pengawasan menjadi sangat terbatas karena mereka tidak mungkin berada di pusat kota, area transportasi, dan stadion secara bersamaan untuk memberikan laporan langsung kepada FA maupun otoritas setempat.
Tantangan Budaya Sepak Bola di Amerika Serikat
Pihak kepolisian Inggris menyadari adanya tantangan besar terkait perbedaan kultur sepak bola antara pendukung Inggris dengan aparat penegak hukum di Amerika Serikat. Kehadiran polisi Inggris biasanya berperan sebagai penengah dan penjelas bagi kepolisian lokal mengenai perilaku suporter yang dianggap wajar, namun kini peran tersebut akan jauh lebih terbatas.
Meski demikian, pihak Gedung Putih melalui satuan tugas Piala Dunia menegaskan bahwa penegak hukum Amerika Serikat tetap memegang kendali penuh atas keamanan stadion dan area fanfest. Mereka mengklaim telah siap dengan sistem keamanan internal dan menginstruksikan kota tuan rumah untuk memanfaatkan keahlian Inggris hanya sebagai bentuk konsultasi tambahan.
Kekhawatiran Suporter Terkait Biaya dan Keamanan
Di sisi lain, kelompok suporter Inggris merasa kecewa dengan minimnya delegasi keamanan ini, terlebih di tengah tingginya antusiasme pendukung meski harus menghadapi lonjakan biaya tiket dan akomodasi. Ketua Asosiasi Suporter Sepak Bola Inggris, Thomas Concannon, menyebut jumlah petugas yang sedikit ini mengecewakan di tengah potensi kehadiran belasan ribu fan di Dallas, Boston, dan New Jersey.
Selain persoalan pengawalan di Amerika Serikat, Mark Roberts juga menyoroti kebijakan dalam negeri Inggris yang melonggarkan aturan jam operasional pub selama fase gugur Piala Dunia. Menurutnya, keputusan pemerintah tersebut justru tidak perlu dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan keamanan di wilayah Inggris selama turnamen berlangsung.
