Kumparan Logo

Ini Alasan Roberto Mancini Sebut Wales Mirip Stoke City

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Wales Gareth Bale, Joe Rodon, dan Chris Mepham berselebrasi usai pertandingan melawan Turki, di Stadion Olimpiade Baku, Baku, Azerbaijan, Rabu (16/6). Foto: Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Wales Gareth Bale, Joe Rodon, dan Chris Mepham berselebrasi usai pertandingan melawan Turki, di Stadion Olimpiade Baku, Baku, Azerbaijan, Rabu (16/6). Foto: Pool via REUTERS

Roberto Mancini menyebut bahwa Wales mirip dengan salah satu klub asal Inggris, Stoke City. Pelatih Timnas Italia itu merasa ada kemiripan gaya bermain antara Wales dan Stoke.

Mancini punya pengalaman menghadapi Stoke saat melatih Manchester City antara 2009 sampai 2013. Waktu itu, Man City kerap kesulitan meladeni gaya bermain keras Stoke yang masih tampil di Premier League.

"Stoke memiliki gaya bermain yang sangat keras. Pertahanan mereka sangat sulit untuk dipecahkan," kata Mancini jelang laga Italia vs Wales, dikutip dari Sky Sports.

"Bagi kami, laga nanti akan sangat berat dari sisi fisik karena mereka adalah tim tangguh mirip Stoke. Tetapi, mereka juga mampu bermain teknik. Wales memiliki pemain-pemain seperti Joe Allen, Gareth Bale, dan Daniel James yang punya kualitas tinggi," tambahnya.

Pemain Wales berselebrasi usai pertandingan melawan Turki, di Stadion Olimpiade Baku, Baku, Azerbaijan, Rabu (16/6). Foto: Pool via REUTERS

Italia sendiri sudah mengantongi tiket ke babak 16 besar Euro 2020. Mereka memenangi dua laga pertama tanpa kesulitan berarti. Hebatnya, Gli Azzurri kini sudah menang 10 laga beruntun tanpa pernah kebobolan.

Tambahan satu poin dari laga nanti malam akan membuat Italia finis sebagai juara Grup A. Meski demikian, Mancini enggan jemawa dan menyebut Italia favorit juara.

"Prancis, Spanyol, Jerman, dan Portugal sudah terbiasa untuk menang. Mereka punya skuad yang dipenuhi pemain-pemain hebat. Sampai sekarang Prancis tetap menjadi favorit pemenang, meski mereka ditahan imbang Hongaria," kata Mancini.

"Lalu ada Belgia. Opini saya, belum ada hal yang berubah soal favorit juara," lanjut dia.

Roberto Mancini pimpin restorasi Timnas Italia. Foto: AFP/Andreas Solaro

Mancini sendiri berencana melakukan sejumlah rotasi untuk laga terakhir Grup A nanti malam. Sejumlah pemain yang belum tampil akan mendapat kesempatan untuk mentas.

"Nanti malam akan menjadi laga ketiga kami dan kami akan tetap melakukan rotasi meski seandainya itu adalah laga penentuan," ucap Mancini.

Ini adalah laga ketiga dalam 10 hari dengan panas mencapai 30 derajat. Anda perlu pemain baru di lapangan. Marco Verratti akan bermain. Dia sudah banyak berlatih dan dia siap," imbuhnya.