Kumparan Logo

Iwan Bule Serahkan Nyala Flare di Laga Persib vs Bali United ke Komdis PSSI

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter Persib Bandung memberi dukungan saat pertandingan Persib Bandung melawan Bali United FC pada Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022).  Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Persib Bandung memberi dukungan saat pertandingan Persib Bandung melawan Bali United FC pada Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Flare mewarnai laga antara Persib dan Bali United di Piala Presiden pada Minggu (12/6) yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menanggapi hal itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau dikenal Iwan Bule menyerahkan perihal sanksi yang bakal dikenakan kepada Komisi Disiplin.

"Nanti kita akan teruskan ke komisi yang menangani, nanti kita lihat. Kita serahkan ke badan yudisial atau komisi khusus," kata Iriawan saat melakukan peninjauan pusat olahraga di Kampus UPI, Kota Bandung pada Senin (13/6).

Iriawan menambahkan, penggunaan flare dalam pertandingan tak diperbolehkan dan kemungkinan akan dijadikan sebagai bahan evaluasi. Dia juga mengaku sudah menyampaikan terkait hal itu kepada Manajer Persib, Umuh Muchtar. Selebihnya, secara umum pertandingan yang digelar berjalan dengan tertib.

"Di akhir babak itu ada flare jalan sebetulnya itu gak boleh terjadi tapi ini menjadi evaluasi kita dan saya sampaikan ke manajer Persib Pak Umuh nanti kita evaluasi loh, ternyata bukan cuma di sini saja, kemarin di Solo juga ada," ucap dia.

Pemain Persib Bandung Nick Kuipers berebut bola dengan pemain Bali United FC Ilija Spasojevic pada pertandingan Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

"Ingat, ini masih dalam tahap penilaian loh, seperti Piala Menpora dulu, itu dulu dinilai apakah federasi bisa menggulirkan pra-musim dengan situasi COVID? Kalau nggak bisa gak akan terjadi tuh Liga 1, Liga 2 dan Liga berikutnya," lanjut dia.

Iwan menilai penggunaan flare ketika pertandingan itu dilakukan oleh para suporter sebagai bentuk euforia semata mengingat sudah dua tahun pertandingan sepakbola tak dihadiri oleh penonton akibat pandemi.

"Mungkin euforia ya, dua tahun gak ada sepak bola memang senang sekali mereka, kapasitas penonton juga di luar masih banyak orang, kita sulit membendung penting karena memang dia seneng gitu suporter itu," kata dia.