Kumparan Logo

Jelang Lawan Bayern, Pochettino Tetap Kalem

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, menerima instruksi dari pelatih Mauricio Pochettino. Foto: Matthew Childs/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, menerima instruksi dari pelatih Mauricio Pochettino. Foto: Matthew Childs/Reuters

Tottenham Hotspur memasuki laga kedua Liga Champions 2019/2020 versus Bayern Muenchen, Rabu (2/10/2019), dengan form yang kurang memuaskan.

Spurs memang sukses meraih kemenangan 2-1 atas Southampton di laga terakhir sebelum pertandingan versus Bayern. Namun, di tiga laga sebelumnya, Harry Kane dkk. gagal meraih hasil positif.

Rentetan hasil buruk Spurs dibuka di laga perdana Liga Champions melawan Olympiacos (18/9). Spurs berhasil unggul dua gol terlebih dahulu. Akan tetapi, keunggulan tersebut tak bertahan di akhir pertandingan berkat gol-gol dari Daniel Podence dan Mathieu Valbuena.

Dalam dua laga berikutnya, Spurs menelan kekalahan. Pertama, kekalahan 1-2 dari Leicester City (21/9) di Premier League. Yang berikutnya lebih memalukan—dari klub divisi empat Liga Inggris alias League Two, Colchester City (25/9), via babak adu penalti dalam pertandingan Piala Liga.

Rentetan hasil buruk ini berdampak buruk bagi Spurs, baik di kompetisi domestik maupun level benua. Khusus di Liga Champions, hasil melawan Bayern Muenchen bisa menentukan nasib Spurs ke depannya.

Meski begitu, Mauricio Pochettino menyatakan bahwa musim masih terlalu panjang buat Spurs untuk merasa panik. Pelatih asal Argentina itu mengambil contoh dari apa yang terjadi di Liga Champions musim lalu.

“Musim lalu, di Liga Champions, kami hanya mendapatkan satu poin dari tiga laga. Setelah itu, tak ada yang percaya dengan kami. Pada akhirnya kami masuk ke final," ujar Pochettino dalam konferensi pers pra-laga melawan Bayern, dikutip dari Football London.

"Di sepak bola, bagaimana Anda mulai memang penting, tetapi akhirnya jauh lebih penting. Oleh karena itu, Anda mesti tetap tenang dan kuat secara mental,” kata Pochettino.

Olympiacos sukses memperkecil ketertinggalan dari Spurs setelah Daniel Podence mencetak gol. Foto: Reuters/John Sibley

“Anda mesti paham bahwa akan ada periode saat Anda tak tampil sesuai harapan. Yang paling penting, Anda tetap percaya diri dan semangat. Bagaimana musim kami berakhir adalah hal yang terpenting sehingga kami akan bekerja dengan keras,” tambahnya.

Bukan berarti Pochettino kerasan dengan hasil-hasil buruk ini. Sang pelatih tentu ingin timnya meraih kemenangan di laga melawan Bayern. Pochettino mau hasil buruk yang didapat di tiga laga awal Liga Champions 2018/19 tak terulang.

“Saya tentu saja ingin menang untuk berada di posisi yang lebih baik ketimbang musim lalu.”

Spurs tentu punya modal untuk mengalahkan Bayern. Hampir tak ada pemain utama mereka yang cedera. Selain itu, pertandingan ini akan berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium.

Meski begitu, Bayern jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka, secara tidak mengejutkan, belum menelan kekalahan dalam enam laga perdana Bundesliga 2019/20. Dari situ, Bayern sukses menjadi pemuncak klasemen sementara.

Robert Lewandowski merayakan gol di laga melawan FC Koeln. Foto: REUTERS/Michael Dalder

Pochettino mengakui bahwa lawannya kali ini sangat berkualitas. Bahkan, Pochettino tak ragu untuk menyebut Bayern sebagai kandidat juara Liga Champions.

“Bayern adalah tim yang penuh sejarah di Liga Champions. Mereka tim yang hebat, yang dihuni oleh pemain dan pelatih luar biasa. Kami melawan mereka di Audi Cup dan kami menikmati itu. Sudah jelas mereka adalah salah satu kandidat juara,” ucap Pochettino.

***

Pertandingan kedua Grup B Liga Champions 2019/20 antara Tottenham Hotspur dan Bayern Muenchen akan digelar di Tottenham Hotspur Stadium pada Rabu (2/10/2019). Sepak mula berlangsung pada 02.00 WIB.