Kumparan Logo

Jesus Vallejo: Sosok Pengganti Pepe di Madrid

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jesus Vallejo (jongkok). (Foto: Hannibal Hanschke/Reuters )
zoom-in-whitePerbesar
Jesus Vallejo (jongkok). (Foto: Hannibal Hanschke/Reuters )

Sepuluh tahun sudah Kepler Laveran Lima Ferreira atau yang lebih dikenal dengan Pepe membentengi Real Madrid. Duetnya bersama Sergio Ramos dianggap menjadi salah satu duet bek terbaik dalam satu dekade terakhir.

Namun, di mana ada pertemuan, maka di situ pula terdapat perpisahan. Trofi Liga Champions musim 2016/17 menjadi penanda dari akhir perjalanan pemain yang didatangkan dari FC Porto ini. Madrid enggan menyodorkan kontrak baru bagi Pepe.

Hengkangnya Pepe otomatis meninggalkan lubang di lini belakang El Real. Kini, Madrid praktis hanya memiliki tiga pemain untuk bermain sebagai bek tengah. Selain Ramos, terdapat nama Raphael Varane dan Nacho Fernandez.

Nah, untuk menambal lubang itu, Madrid langsung bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, penguasa La Liga musim lalu itu telah menemukan sosok pengganti Pepe.

[Baca juga: Perpisahan Pepe dan Rumor Kepindahannya ke PSG]

Pepe mengangkat trofi Liga Champions. (Foto: AP Photo/Manu Fernandez)
zoom-in-whitePerbesar
Pepe mengangkat trofi Liga Champions. (Foto: AP Photo/Manu Fernandez)

Perkenalkan, Jesus Vallejo. Nama yang asing, bukan?

Ya, jika dibandingkan Pepe--dengan segala pencapaiannya, Vallejo tentu hanyalah butiran debu. Tak banyak orang mengenalnya. Akan tetapi, itu juga bisa dimaklumi, karena vallejo masihlah hijau. Perjalanan karier sesungguhnya dipercaya baru akan dimulai musim depan bersama Madrid.

Vallejo sejatinya bukanlah muka baru bagi Madrid. Bek 20 tahun itu digaet Madrid dari Real Zaragoza pada 2015. Setelah menjalani satu musim bersama Zaragoza, ia lantas disekolahkan ke klub Bundesliga Eintracht Frankfurt musim lalu.

Kini, tiba waktunya Vallejo untuk kembali ke klub asalnya. Kesempatannya untuk masuk tim utama pun semakin besar pascakepergian Pepe.

“Ini adalah mimpi saya ketika dikontrak oleh Real Madrid dua tahun lalu dan bisa jadi bagian dari tim utama. Mimpi itu kini menjadi kenyataan,” ujar Vallejo di situs resmi Eintracht. “Tapi, itu tak akan pernah terjadi tanpa bantuan dari Eintracht Frankfurt.”

Selama semusim bersama Eintracht, Vallejo mencatatkan 25 penampilan dengan satu gol dan satu assist. Tentu, angka itu sangat berharga bagi pemuda muda seperti dirinya. Apalagi, mayoritas laga dijalaninya selama 90 menit.

[Baca juga: Memberi Aplaus untuk Musim Isco]

X post embed

Meski demikian, Vallejo sempat menepi selama sembilan pekan karena menderita cedera. Terakhir, ia menderita cedera hamstring yang membuatnya harus absen dari pekan ke 30-33. Sementara, pada pekan terakhir, Vallejo hanya bermain selama 28 menit.

“Kami tentu saja merasa campur aduk dengan kabar ini. Jesus menikmati musim luar biasanya dan sangat membantu. Kami sebenarnya ingin dia bertahan untuk beberapa tahun, tapi kami juga bangga bisa mengembangkan kariernya sehingga kini menjadi rencana utama dari Real,” kata Direktur Olahraga Eintracht Fredi Bobic.

Media-media Spanyol mewartakan bahwa Vallejo akan diperkenalkan secara resmi sebagai pemain Madrid seusai kembali dari memperkuat Tim Nasional (Timnas) Spanyol U-21 yang bertarung di Piala Eropa 2017.

Apa yang dialami Vallejo sejatinya merupakan master plan dari Madrid terhadap bakat-bakat mudanya. Tercatat, beberapa nama seperti Dani Carvajal, Lucas Vazquez, Alvaro Morata dan Marco Asensio pernah mengalami hal serupa ketika harus menjalani “pendidikan” sebelum akhirnya bisa masuk ke skuat utama.

Mampukah Vallejo mengikuti jejak para seniornya? Menarik dinantikan.