Kumparan Logo

Jika Rp 11 Miliar Digunakan Persib untuk Hal Lain

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Michael Essien mengucapkan ultah Persib ke-84. (Foto: Antara/Novrian Arbi)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Essien mengucapkan ultah Persib ke-84. (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Apa yang akan Anda lakukan jika memiliki uang sebesar Rp. 11 miliar? Ingin menghabiskannya untuk membeli sebuah rumah di kawasan ternama Jakarta? Ingin membeli mobil sport bermerek Ferrari atau Lamborghini? Atau, ingin menghabiskannya untuk berlibur keliling Eropa?

Semua pasti punya keinginannya masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, dengan jumlah uang yang tak karuan banyaknya itu, Persib Bandung lebih memilih menghabiskan 11 miliar hanya untuk mengontrak satu orang pemain selama satu tahun plus opsi perpanjangan kontrak.

Anda semua tentu juga tahu jika sang pemain itu adalah Michael Essien. Gelandang bertenaga kuda asal Ghana yang pernah berkarier di klub-klub papan atas Eropa sekaliber Chelsea hingga Real Madrid. Mendatangkan pemain bintang berkelas dunia jelas adalah langkah bagus untuk Persib, terkhusus dalam hal marketing.

Perlu diketahui, dengan jumlah uang yang sedemikian banyak itu maka Persib menjadikan Essien sebagai pemain dengan nilai kontrak terbesar sepanjang sejarah. Tapi apakah hal yang dilakukan Persib itu termasuk kategori "buang-buang uang"? Itu tergantung perspektif masing-masing.

Dari segi teknis, bisa saja proyek ini dibilang "buang-buang uang". Pasalnya saat ini Essien sudah berusia 34 tahun, tenaga dan kemampuannya sudah menurun dibanding saat masih berseragam Chelsea, plus ia juga rentan cedera. Ditambah lagi, kita tak tahu apakah ia bisa beradaptasi dengan kondisi sepak bola Indonesia yang masih jauh dari kata baik ini. Ia pun belum pernah berkarier di Asia.

Michael Essien menyapa bobotoh. (Foto: Antara/Novrian Arbi)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Essien menyapa bobotoh. (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Dari segi jumlah uang-nya sendiri pun demikian. Pasalnya, dengan jumlah uang sebesar itu, Persib bisa menghabiskannya untuk hal-hal yang lebih berguna. Apa saja? kumparan (kumparan.com) mencoba memberikan opsi untuk apa saja uang sejumlah itu bisa digunakan. Mari:

1. Mengontrak Stefano Lilipaly Empat Musim

Seperti diketahui, Persib mendatangkan Essien adalah untuk mengisi pos gelandang serang. Sejak kecewa dengan penampilan Erick Weeks Lewis pada ajang Piala Presiden 2017, Persib memang mencari sosok berkualitas untuk posisi tersebut. Yang menarik, dengan uang sebesar Rp. 11 miliar, Persib ternyata bisa mendatangkan salah satu gelandang serang terbaik yang dimiliki Indonesia, Stefano Lilipaly.

Lilipaly saat ini bermain untuk klub asal Belanda, SC Cambuur. Berdasar data Transfermarkt, Cambuur mendatangkan pemain naturalisasi Indonesia itu dengan banderol 150 ribu euro atau sebesar Rp. 2,1 miliar rupiah. Namun berdasar sumber yang sama, saat ini nilai kontrak satu musim pemain Tim Nasional Indonesia itu naik menjadi 200 ribu euro atau Rp. 2,8 miliar.

Itu artinya, dengan uang Rp. 11 miliar, Persib bisa mendatangkan dan mengontraknya dengan durasi empat tahun! Terlebih, saat ini Lilipaly baru berusia 27 tahun dan sedang berada di masa-masa emas kariernya. Walau tentu bagi Persib untuk mendatangkannya tidaklah mudah, karena Lilipaly terikat kontrak hingga 2019 bersama Cambuur.

Stefano Lilipaly berusaha melepaskan diri dari kawalan pemain Filipina (Foto: AFF Suzuki Cup)
zoom-in-whitePerbesar
Stefano Lilipaly berusaha melepaskan diri dari kawalan pemain Filipina (Foto: AFF Suzuki Cup)

2. Membawa Pulang Christian Bekamenga

Selain gelandang serang, saat ini Persib juga tengah membutuhkan pemain berkualitas di lini depan. Bahkan sebelum mendatangkan Essien, "Maung Bandung" gencar dikabarkan bakal mendatangkan striker asing, terlebih saat ini penyerang inti mereka, Sergio van Dijk sedang dalam kondisi cedera.

Seharusnya, dengan uang sebesar Rp. 11 miliar yang dimiliki, Persib bisa mendatangkan penyerang berkualitas. Dan salah satu yang bisa menjadi opsi adalah mantan bomber mereka di tahun 2008 lalu, Christian Bekamenga. Berdasar Transfermarkt, saat ini striker asal Kamerun itu hanya dibanderol 500 ribu euro saja, hampir setengah dari harga Essien. Atau jika dirupiahkan menjadi sebesar Rp. 7 miliar.

Bekamenga sendiri kini memang sudah berusia 30 tahun. Tapi ia mampu tampil subur. Buktinya saat ini ia mampu menjadi top-skorer kedua kompetisi 1.Lig (kompetisi kasta kedua Turki) dengan raihan 14 gol dari 24 laga bersama klubnya, Balikesirspor. Dan yang menjadi nilai plus lain, Bekamenga sudah tahu atmosfer sepak bola Indonesia dan jika kembali bergabung, ia tak butuh waktu lama untuk kembali beradaptasi.

3. Menggelar Pertandingan Kandang untuk Empat Musim

Biaya operasional setiap klub Indonesia untuk menggelar laga tandang di kompetisi Liga 1 kelak diperkirakan mencapai angka Rp. 150 juta per laga. Sebagai contoh, pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, Persija Jakarta, menghabiskan dana sebesar Rp. 130 juta untuk biaya operasional laga kandang mereka.

Jika diambil angka Rp. 150 juta, itu berarti dengan uang sebesar Rp. 11 miliar, Persib bisa menggelar 73 pertandingan kandang atau jika dibagi 17 laga setiap musimnya, maka total dengan jumlah uang tersebut "Maung Bandung" bisa menggelar laga kandang selama empat musim. Sebuah  hal yang lebih berguna dan berfaedah, bukan?

Persib di ajang ISC A 2016 lalu. (Foto: PT GTS/ISC A)
zoom-in-whitePerbesar
Persib di ajang ISC A 2016 lalu. (Foto: PT GTS/ISC A)

4. Bisa Membiayai Operasional Tim Selama Setengah Musim

Pada kompetisi ISC A 2016 lalu, setiap tim diberikan modal awal sebesar Rp. 5 miliar oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi untuk bisa mengarungi kompetisi  selama satu musim penuh. Jumlah tersebut belum ditambah uang tambahan dari hak siar dan prestasi. Diperkirakan, total setiap klub mendapatkan uang Rp. 9-10 miliar dalam satu musim.

Jumlah tersebut diyakini mampu membayar biaya operasional setiap klub selama setengah musim mengingat dalam satu musim, normalnya setiap klub menghabiskan anggaran sebesar Rp. 20 miliar. Dengan catatan tersebut, maka jumlah uang Rp. 11 miliar yang dikeluarkan Persib untuk mendatangkan Essien, bisalah untuk menghemat pengeluaran mereka selama setengah musim kompetisi.

5. Mampu Membayar Gaji Hampir Seluruh Pemain Selama Satu Musim

Perlu diketahui, pada kompetisi ISC A 2016 lalu, PT GTS membatasi pengeluaran klub untuk gaji pemain hanyalah sebesar Rp. 10 miliar selama satu musim penuh. Pada kompetisi itu, klub-klub memang dibebankan harus bisa menjaga gaji para pemainnya agar tak terlalu besar. 

Pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 sendiri, Persib memiliki pengeluaran gaji selama satu musim sebesar Rp. 14 miliar. Kala itu, "Maung Bandung" memang merupakan salah satu klub dengan pengeluaran gaji paling mahal mengingat mereka dihuni oleh banyak pemain bintang berlabel tim nasional.

Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, Persib tampaknya masih memiliki jumlah pengeluaran gaji yang tak jauh berbeda. Itu artinya, dengan jumlah Rp. 11 miliar yang mereka keluarkan untuk Essien sebenarnya justru bisa membayar gaji hampir seluruh pemain Persib selama satu musim penuh. Sungguh luar biasa keuangan Persib ini.

Tim Persib Bandung  (Foto: Dok. PSSI)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Persib Bandung (Foto: Dok. PSSI)