JIS Jamu Atletico & Barcelona, Sudah Sesiap Apa?
ยทwaktu baca 4 menit

Jakarta International Stadium (JIS) menggelar pertandingan sepak bola perdananya. Adalah International Youth Championship (IYC) 2021 yang pertama kali mencicipi rumput stadion megah tersebut.
Pembangunan JIS dikebut sejak 14 Maret 2019 lalu. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menandai mulainya pembangunan dengan meletakkan batu pertama.
Tiga tahun berselang, sudah berdiri stadion berkelas international di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, ini. JIS tampak begitu megah dan mewah.
Bali United U-18 dan Atletico Madrid U-18 bentrok di laga perdana IYC 2021, Rabu (13/4). Kedua tim tersebut menjadi yang pertama merasakan perpaduan rumput alami dan sintetis JIS.
Lantas, bagaimana rasanya menyaksikan pertandingan sepak bola di JIS? kumparan merasakan pengalaman yang cukup mengesankan manakala menginjakkan kaki di stadion milik Pemprov DKI Jakarta ini, kemarin.
Meski terletak di utara Jakarta, JIS cukup mudah diakses. Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengoperasikan dua trayek TransJakarta, yakni rute BRT JIS 3 Harmoni-JIS dan rute non-BRT no 14 JIS-Senen.
Nantinya, JIS juga bisa disambangi via LRT. LRT Jakarta fase 2A yang melayani Kelapa Gading-JIS sudah mulai dibangun sejak 2020 lalu.
Nah, pemberhentian TransJakarta di JIS ini salah satunya terletak di zona barat. Setelah turun dari halte, pengunjung akan langsung menemukan gerbang dengan jembatan panjang yang langsung menghubungkan ke stadion.
Dari jembatan itu, kubah JIS yang begitu megah langsung menyambut. Di ujung jembatan, pengunjung harus melewati satu pintu lagi sebelum ke tribune.
Bagian dalam JIS juga cukup dingin, cukup memberikan kesegaran mengingat teriknya matahari di utara Jakarta yang bisa sangat menyiksa. Setelahnya ada tribune.
Bangku penonton di JIS didominasi dengan warna oranye dan kombinasi abu-abu. Jenis bangku yang digunakan sudah single-seat yang sesuai dengan standar FIFA.
Memasuki tribune, penikmat sepak bola Indonesia yang biasa menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dipastikan bakal mendapatkan pengalaman berbeda kala mengunjungi JIS.
Satu hal yang menjadi perbedaan nyata adalah karena JIS tidak memiliki running track di sekitar lapangan. Dengan begitu, jarak penonton dengan pemain yang berlaga menjadi lebih dekat, tak seperti di GBK yang berjarak cukup jauh.
Jarak yang lebih dekat dengan lapangan memberikan pengalaman baru dalam menonton pertandingan sepak bola. Apa pun yang terjadi di lapangan terlihat jelas.
Para penonton di tribune juga seolah terlibat langsung dengan para pemain. Pasalnya, proses gol, perayaan, dan pelanggaran, terjadi begitu dekat.
Atas dasar itu, JIS memang jadi terlihat lebih kecil di dalam. Kendati demikian, stadion tersebut dapat menampung lebih banyak penonton dibandingkan GBK.
JIS mampu menampung hingga 82 ribu penonton. Sementara itu, GBK kini hanya bisa diisi oleh 76 ribu pengunjung setelah mengalami renovasi pada Asian Games 2018 lalu.
Kemegahan JIS pun begitu dirasakan kubu Atletico U-18. Mereka mengaku kagum pada stadion sepak bola di Jakarta Utara itu.
"Luar biasa, stadionnya, pemandangannya, semua pendukungnya, dan rumputnya bagus. Tim sangat percaya diri dan mereka menikmati pengalamannya," kata pemain Atletico U-18, Nelson Javier, saat konferensi pers pascalaga.
Sementara, penggawa Bali United U-18, Jovanni Renaldi, mengaku senang bisa berlaga di JIS. Ia mengagumi mulai dari rumput lapangan hingga isi ruang ganti yang dinilainya sudah memenuhi standar Eropa.
"Menurut saya, stadionnya sudah sangat bagus dari segi fasilitas dan rumput standar Eropa. Terus di dalam ruang ganti juga ada ice bath, pemain yang habis tanding, capek, bisa langsung recovery. Dari segi fasilitas, menurut saya sudah sangat bagus, sih, untuk standar internasional" tutur Jovanni dalam konferensi pers usai laga di JIS, Rabu (13/4).
Namun, JIS belum bisa dibilang 100 persen rampung. Bangku-bangku penonton di tribune masih dihiasi dengan sisa-sisa pembangunan, misalnya bercak semen.
Selain itu, area penonton juga masih cukup berdebu, seperti misalnya di bangku dan area berjalan. Debu-debu tersebut cukup mengganggu pernapasan dan gatal di kulit.
JIS akan menjadi tuan rumah IYC 2021 hingga 19 April mendatang. Selain Bali United U-18 dan Atletico Madrid U-18, Barcelona U-18 dan Indonesia All Star U-20 juga meramaikan turnamen ini.
IYC 2021 merupakan ajang soft launching bagi JIS. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mempersiapkan Grand Launching setelah turnamen berakhir nanti.
