Henderson dan Klopp

Jordan Henderson: Saya Takkan Bisa Balas Budi kepada Juergen Klopp

15 Juni 2020 15:35 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapten Liverpool, Jordan Henderson.  Foto: Andreas SOLARO / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kapten Liverpool, Jordan Henderson. Foto: Andreas SOLARO / AFP
ADVERTISEMENT
Jordan Henderson sudah bermain buat tiga pelatih dalam sembilan tahun kariernya di Liverpool. Namun, satu pelatih yang jasanya tak akan bisa Henderson balas adalah Juergen Klopp.
ADVERTISEMENT
Henderson tiba di Liverpool dari Sunderland pada 2011. Awal kiprah Henderson di Liverpool jauh dari kata memuaskan.
Ia terlihat kesulitan. Menurut pakar taktik dan pengarang buku ‘Zonal Marking’, Michael Cox, Henderson kesulitan karena posisinya kerap diubah oleh pelatih Liverpool saat itu, Kenny Dalglish.
Di bawah Dalglish, Henderson memang tak pernah benar-benar bermain di satu posisi. Ia kerap dipasang sebagai gelandang, lalu di laga berikutnya ia bermain sebagai sayap kanan.
Jordan Henderson (kedua dari kiri) ketika diperkenalkan Liverpool. Foto: PAUL ELLIS / AFP
Setelah Brendan Rodgers menggantikan Dalglish pada 2012, performa Henderson membaik. Namun, tak ada yang spesial sampai akhirnya Klopp datang pada 2015.
Bersama Klopp, Henderson terus berkembang, baik dari segi teknik maupun mental. Kini, Henderson menjelma menjadi kapten sekaligus salah satu pemain terbaik Liverpool. Luar biasa, mengingat sembilan tahun lalu ia disebut sebagai ‘flop’ dan sempat ingin dibarter dengan Clint Dempsey.
ADVERTISEMENT
Dari situ, tak mengherankan apabila Henderson merasa berutang budi kepada Klopp.
“Saya tak akan bisa membalas apa yang telah ia (Klopp) berikan kepada saya sebagai seorang manusia,” kata Jordan Henderson dalam sebuah wawancara bersama Rio Ferdinand di The Locker Room.
Jordan Henderson memeluk Juergen Klopp. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
Juergen Klopp tentu berjasa mengubah Henderson dari pesakitan menjadi pahlawan. Namun, Henderson meyakini bahwa Klopp tak hanya memberikan impak kepadanya, tetapi juga Liverpool secara keseluruhan.
Di mata Henderson, Klopp sukses membuat Liverpool kembali menjadi pemenang. Sebelum Klopp masuk, trofi terakhir Liverpool adalah Piala Liga 2011/2012—yang juga merupakan trofi perdana Henderson bersama The Reds.
Setelah Klopp masuk, Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions, Piala Dunia Antar-Klub, dan kini tinggal selangkah lagi meraih trofi Premier League perdana setelah 30 tahun lamanya. Memang, prosesnya tak sebentar, tetapi hasil kerja Klopp jelas berbuah manis.
ADVERTISEMENT
“Namun, ia tak hanya berjasa buat saya, tetapi juga klub ini (Liverpool). Apa yang sudah ia lakukan buat klub ini begitu spesial. Saya ingat ketika ia datang ia bilang ingin mengubah Liverpool dari tim yang penuh keraguan menjadi tim yang percaya bisa juara. Kini, jelas ia sudah melakukan itu.”
“Rasa percaya diri yang ia berikan kepada kami luar biasa. Permainan kami yang kami tunjukkan beberapa tahun terakhir dan keberhasilan kami juara Liga Champions, semua berkat Klopp.”
“Tentu, sebagai pemain, kami mesti tampil luar biasa. Tim kami adalah tim yang hebat. Namun, saya percaya bahwa Klopp-lah yang membuat kami seperti ini. Saya berharap kami bisa terus belajar darinya,” pungkas Jordan Henderson.
ADVERTISEMENT
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.
------
Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 Jersi Original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten