Kumparan Logo

Kakak Paul Pogba, Mathias, Dijebloskan ke Penjara karena Kasus Pemerasan

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Matias Pogba (kanan) merayakan golnya dengan saudaranya Paul Pogba selama pertandingan persahabatan yang diselenggarakan oleh yayasan Juan Cuadrado di stadion Atanasio Girardot, di Medellin, departemen Antioquia, Kolombia pada 24 Juni 2017. Foto: Joaquin Sarmiento/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Matias Pogba (kanan) merayakan golnya dengan saudaranya Paul Pogba selama pertandingan persahabatan yang diselenggarakan oleh yayasan Juan Cuadrado di stadion Atanasio Girardot, di Medellin, departemen Antioquia, Kolombia pada 24 Juni 2017. Foto: Joaquin Sarmiento/AFP

Kakak Paul Pogba, Mathias, dilaporkan telah mendekam di penjara. Mathias dimasukkan ke dalam jeruji besi usai didakwa atas tuduhan pemerasan terhadap sang adik.

Diwartakan Daily Mail, Paul bersaksi di hadapan Kejaksaan Paris bahwa Mathias telah memerasnya sejak Maret lalu. Ia mengaku telah mengeluarkan uang sebanyak 100 ribu euro (setara Rp 1,5 miliar).

Paul mengungkap dirinya terpaksa memberikan Mathias uang lantaran terus-menerus mendapat intimidasi. Ia merasa tak tenang dalam menjalani kesehariannya lantaran komplotan Mathias kerap menguntitnya di pelbagai tempat.

Paul Pogba tiba di Turin, Italia. Foto: Juventus

"Mathias Pogba telah ditahan atas dakwaan pemerasan yang dilakukan secara berkelompok. Dia [Mathias] memanfaatkan status sang adik, Paul Pogba, yang berlabel pemain bintang guna membiayai kehidupan komplotannya," tulis laporan Daily Mail.

"Mathias dan empat orang gengnya ditahan secara bersamaan usai Paul Pogba memberikan kesaksian di hadapan Kejaksaan Paris. Paul Pogba mengaku bahwa dirinya kerap diperas dan mendapat ancaman selama empat bulan."

"Ancaman diberikan komplotan Mathias saat Paul Pogba menolak memberikan mereka uang. Alhasil, mereka selalu memberikan intimidasi di mana pun. Mereka bahkan rela mengikuti Paul Pogba hingga ke Kota Turin, Italia, saat resmi berseragam Juventus," lanjut laporan yang sama.

Gelandang Prancis Paul Pogba (kanan) merayakan golnya dengan saudaranya Matias Pogba selama pertandingan persahabatan di stadion Atanasio Girardot, di Medellin, departemen Antioquia, Kolombia pada 24 Juni 2017. Foto: Joaquin Sarmiento/AFP

Di lain sisi, pemerasan yang dilakukan Mathias dan kelompoknya disinyalir telah dilakukan sejak lama. Mereka dilaporkan telah memeras gelandang Prancis itu sejak berusia belasan tahun.

Namun, Paul Pogba diklaim tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Ia bahkan enggan membawa praktik pemerasan tersebut ke jalur hukum.

Ini merupakan kali pertama bagi Paul menyeret sang kakak dan komplotannya kepada pihak berwajib. Unggahan Mathias yang menyudutkan Paul disinyalir jadi penyebab utama.

Sebelumnya, Mathias kedapatan mengunggah video yang menghebohkan jagat maya. Ia mengatakan bakal membuka 'borok' sang adik guna memberi tahu sifat aslinya.

Pemain Prancis Paul Pogba melakukan selebrasi usai menjebol gawang Swiss pada babak 16 besar Euro 2020 di National Arena Bucharest, Bucharest, Rumania. Foto: Franck Fife/Reuters

"Pada dasarnya, seluruh masyarakat di dunia, terutama publik Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan para fan adik saya [Paul Pogba], perlu mengetahui fakta ini," tulis Mathias di platform TikTok.

"Agar [kalian] bisa mengambil keputusan apakah dia pantas dikagumi, dihormati, dan dicintai publik. Apakah dia pantas masuk Timnas Prancis dan mendapatkan kehormatan bermain di Piala Dunia. Apakah dia pantas menjadi starter di Juventus. Apakah dia seorang yang dapat dipercaya, apakah ada pemain yang pantas di sisinya."

"Saya ingin membuka mata tentang siapa dirinya. Dan apa yang akan saya katakan dapat menjadi perhatian banyak orang. Tapi, saya tidak akan membongkar hal tersebut sekarang," tutup Mathias.