Kalahkan Monterrey, Liverpool ke Final Piala Dunia Antarklub 2019

Semifinal Piala Dunia Antarklub 2019 tak bersahabat amat bagi Liverpool. Duel yang digelar pada Kamis (19/12/2019) di Stadion Internasional Khalifa itu memang ditutup Liverpool dengan kemenangan 2-1 atas Monterrey.
Akan tetapi, keunggulan 2-1 itu baru bisa didapat Liverpool pada menit 90+1' lewat gol Roberto Firmino. Sebelumnya, Liverpool dan Monterrey bermain imbang 1-1 masing-masing lewat gol Naby Keita (11') dan Rogelio Funes Mori (14').
Apa boleh buat, Liverpool mesti bertanding tanpa Virgil van Dijk. Sudah tanpa Georginio Wijnaldum, mereka malah harus kehilangan Van Dijk yang ternyata sedang sakit.
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, pada dasarnya tidak kehilangan opsi. Ia menurunkan para pemain bertahan yang tangguh dan bisa diandalkan dalam serangan, seperti Andrew Robertson, Jordan Henderson, Joe Gomez, dan James Milner.
Penyerang cepat dan liat, semacam Xherdan Shaqiri, Divock Origi, dan Mohamed Salah, dipasang sebagai trisula di garda terdepan.
Hasilnya tidak mengecewakan, setidaknya itu yang terlihat hingga menit 11. Liverpool merengkuh keunggulan 1-0 berkat keberhasilan Keita mengonversi bola terobosan kiriman Salah.
Namun, kegembiraan itu hanya berlangsung tiga menit. Monterrey menyamakan kedudukan lewat gol Rogelio Funes Mori. Tembakan yang tidak mampu diamankan oleh Alisson Becker itu berawal dari tendangan sudut.
Monterrey mampu membuat Klopp berdiri dengan raut muka masam di pinggir arena. Bagaimanapun Klopp mengingat betul omongannya bahwa Liverpool tak terbang sejauh 3.000 miles hanya untuk dikalahkan.
Masalahnya, keseimbangan lini tengah dan pertahanan Monterrey membuat aliran bola Liverpool pampat. Oke, Liverpool memang mendominasi penguasaan bola 70:30. Akan tetapi, hitung-hitungan statistik itu bukan lantas menunjukkan bahwa The Reds baik-baik saja.
Liverpool kesulitan mengalirkan bola ke lini serang mereka. Sialnya, Monterrey andal dalam melepaskan serangan balik.
Mereka juga lebih agresif ketimbang Liverpool. Sepanjang 45 menit pertama, Monterrey membukukan lima percobaan dengan tiga di antaranya mengarah gawang dan satu berujung gol.
Liverpool cuma mampu membuat tiga tembakan dengan dua mengarah gawang. Untunglah satu di antaranya berbuah gol.
Liverpool yang tampil perkasa di Premier League 2019/20 menunjukkan mengapa mereka kesulitan di laga ini. Mereka kesulitan membangun permainan karena bingung menghadapi pertahanan dua lapis Monterrey.
Formasi 5-4-1 yang dipasang oleh pelatih Antonio Mohamed tampak menjanjikan untuk Monterrey. Mereka bertahan dengan kerapatan dan berulang kali meladeni pemain-pemain depan Liverpool dengan duel fisik.
Strategi tersebut membuat Liverpool sempat kesulitan untuk mengkreasikan peluang. Klopp bukannya tak merespons. Ia menarik Shaqiri pada menit 68 dan memasukkan Sadio Mane.
Monterrey, sejak awal babak kedua hingga menit 75, malah cukup leluasa melepas serangan. Dorlan Pabón dan Jesús Gallardo melesakkan tembakan tepat sasaran. Suporter Liverpool boleh lega sejenak karena kali ini Alisson masih bisa diandalkan.
Keputusan Klopp untuk memasukkan Firmino pada menit 85 tepat. Firmino berhasil menjadi supersub dengan mencetak gol pada menit 90+1. Dengan begitu, Liverpool unggul 2-1.
Sejak masuknya Mane dan Firmino, aliran serangan Liverpool memang lebih hidup. Keduanya cukup berani dan andal dalam merangsek ke area pertahanan Monterrey.
Impak Firmino bahkan cukup instan 'kan? Tak lebih dari enam menit ia sudah membawa Liverpool kembali pada keunggulan. Gol itu menjadi yang terakhir di laga ini. Liverpool menutup laga dengan kemenangan 2-1 dan menggenggam tiket partai puncak. Adalah Flamengo yang menanti di final.
