Karamoko Dembele, Bocah Eksentrik Kebanggaan Celtic

Mousa, Moussa, dan Ousmane. Ya, itu adalah deretan pemain yang memiliki nama belakang Dembele. Kebetulan, mereka-mereka ini tumbuh menjadi pemain yang disegani di Eropa.
Ambil contoh Mousa Dembele. Dia berhasil mengantar AZ Alkmaar menjuarai Eredivisie untuk pertama kalinya dalam 28 tahun terakhir --sebelum akhirnya pindah ke Tottenham Hotspur. Di level internasional, Mousa sukses membawa Belgia nangkring di posisi ketiga Piala Dunia 2018.
Ousmane Dembele tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Dia jadi salah satu pemain yang mampu bersinergi dengan Lionel Messi di Barcelona. Ousmane juga menjadi bagian dari Prancis saat menggamit gelar Piala Dunia edisi terakhir.
Lalu ada Moussa Dembele yang mulai menarik perhatian para raksasa Eropa. Sekarang dia bertengger sebagai pencetak gol terbanyak Olympique Lyon di musim ini lewat 22 gol.
Moussa sebenarnya sudah menjadi perbincangan saat masih berseragam Fulham. Kiprahnya makin kinclong usai mengantar Celtic menggamit enam gelar hanya dengan tiga musim.
Nah, belum juga selesai Dembele-Dembele yang tadi, sudah ada Dembele lagi, nih, yang berpotensi untuk jadi bintang. Karamoko Dembele namanya, ingat-ingat.
Dembele sebenarnya sudah menjadi sensasi pada 2018. Kala itu dia mendapatkan kontrak profesional dari Celtic saat usianya masih 15 tahun. The Bhoys mengikatnya dengan durasi kontrak tiga tahun.
Ini jelas usia yang teramat dini untuk mendapatkan kontrak resmi dari klub. Sebagai pembanding, wonderkid Barcelona, Ansu Fati, saja 'baru' mendapatkan kontrak profesionalnya di usia 16 tahun.
Dembele dinilai terlalu superior untuk ukuran pemain semurannya. Dia sudah menyabet gelar pemain terbaik saat mentas di turnamen akademi St Kevin's Boys. Perlu diingat, turnamen itu diikuti oleh tim-tim junior klub papan atas Eropa macam Barcelona dam Lyon.
Tak sampai di situ, Dembele juga mengantar Celtic menjuarai Piala Bassevelde. Betul, dia lagi-lagi dinobatkan sebagai pemain terbaik pada pada turnamen yang dihelat di Belgia tersebut.
Rangkaian performa ciamik itu membuat Dembele dipromosikan ke tim U-20 Celtic. Laga debutnya tercipta kala masuk sebagai pemain pengganti di laga versus Hearts of Midlothian.
Penampilannya cemerlang. Dia terlihat pede mesti mentas dengan pemain yang usianya 6-7 tahun di atasnya. Kira-kira seperti bocah Sekolah Menengah Pertama (SMP) bermain bersama anak kuliahan-lah.
"Playmaker kecil keluar dari tempatnya dan memainkan perannya di tahap penutupan," demikian pernyataan Celtic usai pertandingan.
Dembele adalah tipikal winger yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan dribel untuk melewati lawan-lawannya. Tubuhnya yang mungil itu dimaksimalkan untuk meloloskan diri dari kawalan musuh. Mirip-mirip dengan Ousmane.
Oh, ya, Dembele juga lumayan kenyang dengan pengalaman tampil dengan tim junior di level internasional. Dia mentas bersama Skotlandia U-16 dan U-17 serta Inggris U-15 dan U-17.
Ini unik, sih. Dembele punya hak untuk bermain bersama Skotlandia, Inggris, serta Pantai Gading. Sebabnya, dia lahir di London dari orang tua yang berasal dari Pantai Gading, dan saat ini berdomisili di Glasgow, Skotlandia.
Meski telah mendapatkan kontrak profesional pada 2018, Dembele baru melakoni laga perdananya pada Mei tahun lalu. Di laga pemungkas Liga Primer Skotlandia tepatnya. Arsitek Celtic, Neil Lennon, juga memasangnya di final Piala Skotlandia enam hari berselang. Sekaligus membantu Scott Brown cs. meraih titel tersebut untuk ke-39 kalinya.
Di lain sisi, menit bermainnya masih terbilang minim di musim ini. Dembele cuma mentas masing-masing sekali di Liga Primer Skotlandia dan Liga Europa. Untuk turnamen yang disebut terakhir, dia dikalungi rekor sebagai pemain klub Skotlandia termuda yang pernah mentas di kompetisi Eropa.
Keputusan Lennon yang belum memainkan Dembele secara intens cukup masuk akal. Wong, Celtic masih punya James Forrest dan Mohamed Elyounoussi di pos winger. Kontribusi keduanya tak main-main: 14 gol bila dikalkulasi.
Namun, ini jelas mengundang konsekuensi logis. Dembele bisa menjadi proyek gagal Celtic. Buat apa menyodorkan kontrak begitu dini bila tak mendapatkan kesempatan mentas di tim utama?
Celah ini yang kemudian berusaha dimanfaatkan oleh para raksasa Eropa. Juventus, Paris Saint-Germain, Borussia Dortmund, dan Arsenal adalah deretan klub yang dikabarkan berniat menggaet Dembele dari Celtic.
Dua nama yang disebut belakangan bisa jadi pilihan tepat buat Dembele. Selain berada di level kompetisi yang lebih elite, Dortmund dan Arsenal adalah klub yang relatif ramah dengan para pemain muda.
***
kumparanBOLA akan mengulas pemain-pemain menjanjikan yang berpotensi menjadi bintang di masa depan.
Anda bisa mengikutinya melalui topik 'wonderkid'.
===
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
