Karena Memainkan Messi dan Dybala Bersamaan Amat Berisiko

Kita semua mungkin setuju jika Tim Nasional (Timnas) sepak bola Argentina memiliki materi pemain yang lebih dari cukup untuk bisa menjadi sebuah tim juara. Namun, kenyataannya?
Nama-nama pemain yang tergabung dalam skuat Argentina sangat tak asing di telinga para pecinta si kulit bundar. Beberapa di antaranya bahkan menyandang status bintang. Oke, kita sebut saja beberapa contohnya: Lionel Messi, Paulo Dybala, Angel Di Maria, Gonzalo Higuain, Javier Mascherano, dan Nicolas Otamendi adalah salah sedikit nama-nama pemain Argetina yang bermain di liga-liga top Eropa.
Tapi, rupanya semua itu belum menjamin jika langkah Argentina akan berjalan lebih mulus. Punya sederet bintang dan pemain kelas satu, tidak akan langsung menjamin jadi juara. Klise, memang, tapi kita semua tahu ini.
Lihat saja perjalanan “Tim Tango” pada kualifikasi Piala Dunia 2018 di Rusia zona CONMEBOL. Hingga 16 laga di babak kualifikasi tersebut, Argentina hanya berada di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Kans mereka untuk bisa lolos langsung ke Piala Dunia terancam.
Pelatih mereka, Jorge Sampaoli, sadar ada PR yang harus dikerjakan olehnya. Ia paham, membentuk sebuah tim yang bagus bukan sekadar mencampur-adukkan bintang yang ada. Bahkan Sampaoli beranggapan akan sangat berisiko untuk memainkan Dybala dan Messi bersama dalam starting XI.
Menurut Samapoli, keputusannya untuk tidak memainkan Dybala dan Messi secara bersamaan didasari karena kurangnya waktu mereka untuk bermain bersama di Argentina. Meskipun kedua pemain ini menampilkan performa yang sama-sama apik di klub masing-masing, Sampaoli tentu tak mau mengambil risiko mengingat Argentina membutuhkan kemenangan untuk lolos otomatis ke Rusia tahun depan.
"Karena tidak ada waktu untuk menyatukan hubungan Dybala dan Messi, kami harus melakukan sesuatu yang lebih konkret," kata Sampaoli, yang yakin Argentina akan lolos langsung ke Rusia, seperti dilansir Soccerway.
Nyatanya, apa yang dikatakan Sampaoli memang benar adanya. Dari dua laga terakhir Argentina di Kualifikasi Piala Dunia, Dybala dan Messi selalu dimainkan bersama sejak menit awal dalam formasi 4-3-2-1. Tapi, dari dua laga itu Argentina hanya mampu meraih hasil imbang dan hanya mampu mencetak satu gol.
Sementara itu, Dybala yang telah telah mencetak 12 gol bagi Juventus musim ini di semua kompetisi, sebelumnya mengaku kesulitan bermain dengan Messi saat keduanya menempati posisi serupa. Memang dengan pakem 4-3-2-1 yang diterapkan Sampaoli, Dybala dan Messi sama-sama bermain di belakang striker.

Namun, Sampaoli mengatakan Dybala dan Messi harus bisa mengerti dan menganggap tidak ada efek buruk dari keputusan yang ia ambil. Sampaoli juga berharap Messi bisa bermain dengan gaya permainannya saat berada di Barcelona di mana ia selalu terlibat dalam pembangunan serangan.
"Messi harus mau bergerak di lapangan seperti yang ia lakukan dengan klubnya untuk menciptakan sebuah ruang sehingga ia bisa mengembangkan sistem dan struktur permainan. Tugas saya untuk membuatnya mengerti bahwa dia sangat penting dalam penyelesaian akhir di sepertiga terakhir lapangan," kata Sampaoli.
Well, racikan Sampaoli di tim Argentina akan diuji ketika mereka menghadapi Peru pada Jumat (06/10/2017) dan Ekuador pada Selasa (11/10) di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia. Namun, tugas Sampaoli akan terasa lebih berat lantaran harus kehilangan Sergio Aguero yang masih dalam pemulihan cedera.
