Karier Meroket N'Golo Kante: Dari Klub Gurem, Kini Juara Liga Champions
ยทwaktu baca 3 menit

N'Golo Kante kembali menyita perhatian dunia. Gelandang asal Prancis itu membantu Chelsea memenangi gelar juara Liga Champions kedua mereka pada Minggu (30/5).
Kante memang tidak mencetak gol. Namun, aksinya di atas lapangan tak kalah penting dalam membuat Chelsea menang 1-0 atas Manchester City di Estadio do Dragao.
Kehadirannya membuat lini tengah Man City tak berkutik ketika membangun serangan. Aksinya juga membuat Chelsea bisa cepat menguasai kembali bola dan melakukan serangan balik.
Penampilan itu tak luput dari sorotan. UEFA memilih Kante sebagai pemain terbaik laga final alias Man of the Match. Bahkan, mulai muncul seruan agar Kante dianugerahi Ballon d'Or.
Namun, mungkin Kante sendiri tak menyangka bahwa suatu saat dirinya akan menjadi pahlawan Liga Champions. Pria kelahiran Paris Maret 1991 itu memulai kariernya di usia sangat dini.
Di usia ke-8 tahun, Kante mengikuti salah satu sekolah sepak bola di kawasan tempatnya tinggal, yakni JS Suresnes. Setelah itu, Kante bergabung dengan klub profesional, US Boulogne.
Setelah melewati 2 tahun di tim junior Boulogne atau tepatnya dari 2010 hingga 2012, Kante dipromosikan ke tim senior. Ia pun debut pada 2012 di Ligue 2 Prancis.
Baru bermain satu musim, nyatanya ia langsung memikat klub papan bawah namun sudah bermain di tingkat Ligue 1 Prancis, yakni SM Caen yang merekrutnya dengan status bebas transfer alias gratis.
Di sinilah permainan Kante semakin meningkat, di mana selama 2 tahun atau tepatnya dari tahun 2013 hingga 2015 ia bermain sangat impresif.
Aksi cemerlangnya itu membuat satu klub Premier League tertarik mendatangkannya. Pada musim 2015/16, Leicester City memboyongnya dengan mahar 5,6 juta pounds setara Rp 108 miliar.
Di musim pertamanya di Inggris, Kante gemilang. Bersama Leicester dia berhasil memenangi Premier League.
Musim selanjutnya, Kante kembali ganti klub. Kali ini dia bergabung dengan raksasa Liga Inggris, Chelsea. Kante langsung menunjukkan maginya di Stamford Bridge. Dia kembali memenangi gelar Premier League.
Hasil ini menjadikannya sebagai pemain pertama yang mampu menjadi juara Premier League 2 kali secara beruntun dengan 2 klub yang berbeda. Pencapaian ini juga membuat Kante di musim tersebut dinobatkan sebagai pemain terbaik Premier League.
Usai menjadi juara Premier League, Kante tetap bermain ciamik meski para pemainnya tampil kurang konsisten di musim 2017/18. Lagi-lagi, ia menyumbangkan 1 gelar domestik bergengsi lainnya di Inggris, yakni Piala FA.
Tak cuma itu saja. Pada 2017/18, Kante menjadi juara dunia. Dia membantu Prancis memenangi Piala Dunia 2018. Semusim kemudian dia membantu Chelsea menjadi juara Liga Europa.
Pencapaian teranyarnya terjadi tadi malam. Dia menjadi pahlawan Liga Champions. Sekarang hanya dua trofi yang belum ia dapatkan di Inggris, Piala FA dan Piala Liga Inggris. Bukan tidak mungkin Kante melengkapi koleksinya itu di musim depan.
