Kumparan Logo

Karier Unik Pesepak Bola Usai Pensiun: 5 Legenda Ini Terjun ke Dunia Politik

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
George Weah saat berseragam AC Milan. Foto:  Claudio Villa /Allsport via Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
George Weah saat berseragam AC Milan. Foto: Claudio Villa /Allsport via Getty Images

Mantan pemain sepak bola boleh jadi akan tetap berprofesi di dunia olahraga setelah mereka pensiun. Seperti halnya menjadi pelatih atau pun pengurus klub yang pernah dibelanya. Namun, ternyata ada pula para pensiunan sepak bola yang memilih beralih profesi dengan berkarier di dunia politik.

Terjunnya para eks pesepak bola ke dunia politik biasanya diikuti dengan bergabungnya mereka ke dalam partai politik. Setelah menjadi anggota partai politik, mereka sering mencalonkan diri untuk dapat menduduki jabatan negara seperti anggota parlemen atau bahkan jadi presiden.

Meski beberapa ada yang gagal, namun tak sedikit pula mantan pesepak bola yang sukses terjun ke dunia politik dan kini menjadi pejabat negara. Popularitas mereka sewaktu berprofesi sebagai pemain sepak bola disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membuat mereka terpilih.

Berikut kumparanBOLA sajikan 5 legenda sepak bola yang terjun ke dunia politik setelah pensiun, dikutip dari beberapa sumber. Silakan disimak.

embed from external kumparan

1) Hakan Sukur

instagram embed

Hakan Sukur memiliki julukan Banteng Bosphorus. Ia merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Turki dengan koleksi 51 gol dari 112 caps.

Saat masih aktif jadi pemain, Sukur pernah membela Sakaryaspor, Bursaspor, Galatasaray, Torino, Inter Milan, Parma, dan Blackburn Rovers. Namun, top skor Turki ini lebih dikenang sebagai pemain Galatasaray. Bersama raksasa Turki tersebut, Sukur mencetak 295 gol dari tiga kali periode membela klub tersebut.

Terjun ke dunia politik, Sukur terpilih sebagai anggota parlemen untuk Majelis Nasional Turki pada pemilu 2011 dari Partai Keadilan dan Pembangunan. Pada tahun 2013, Sukur dikenal karena memiliki hubungan dengan Gerakan Islam Gulen dari ulama Turki Fethullah Gulen.

Pada 2016, Sukur sempat mendapat masalah hukum karena menghina presiden Erdogan melalui akun Twitternya. Sukur kemudian pergi dari Turki pada 2017 menuju San Francisco, California. Ia menggeluti bisnis kuliner sebagai pemilik restoran di Palo Alto.

2) Sol Campbell

Sol Campbell saat berjersi Arsenal Foto: Getty Images

Sol Campbell pernah membela dua klub London Utara, yaitu Arsenal dan Tottenham Hotspur. Ia pun telah mengemas 73 penampilan bersama Timnas Inggris.

Selain Arsenal dan Tottenham Hotspur, Campbell pernah membela klub Inggris lain seperti Portsmouth, Notts County, dan Newcastle United. Pada 2013, Campbell pernah membela buruh terkait kebijakan Konservatif.

Setahun setelahnya, dia mengkritisi proposal Ed Miliband mengenai pajak rumah atas properti yang melebihi nilai 2 juta pounds. Eks bek Arsenal ini mempertimbangkan bergabung dengan Partai Konservatif. Hal ini dilakukan Campbell untuk menarik suara dari pemilih berkulit hitam.

Campbell juga mengkritisi kasus rasial di dalam federasi sepak bola Inggris, FA. Ia menilai federasi telah melakukan tindakan rasis karena tidak pernah menaruh ban kapten pada lengannya.

Pada 2015, Campbell mencalonkan diri sebagai wakil dari Partai Konservatif untuk wilayah London dalam pemilihan 2016. Campbell juga mendukung Inggris untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa pada referendum 2016.

3) Andry Shevchenko

Andriy Shevchenko. Foto: AFP/FABRICE COFFRINI

Andriy Shevchenko pernah berkostum Dynamo Kiev, AC Milan, dan Chelsea. Ia mencetak 48 gol dari 111 penampilan bersama Timnas Ukraina. Raihan tersebut membuatnya menyabet gelar top skor Ukraina sepanjang sejarah.

Shevchenko mendukung Partai Sosial Demokrat Ukraina. Saat Pemilihan Presiden Ukraina 2004, legenda Ukraina tersebut secara terbuka mendukung kandidat Viktor Yanukovych.

Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola profesional pada 2012, Sheva bergabung dengan Partai Ukraina Maju dan membantu partai tersebut menempati posisi kedua pemilihan parlemen Ukraina pada tahun yang sama. Saat ini, ia tengah menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Ukraina.

4) Romario

Romario saat berkostum Barcelona. Foto: Chris Cole/Getty Images

Romario adalah sosok legenda sepak bola Brasil yang meraih gelar Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Ia pernah membela sejumlah klub elit Eropa seperti PSV Eindhoven, Barcelona, dan Valencia.

Saat ini, Romario terjun di dunia politik. Pada Pemilu 2010 di Brasil, Romario terpilih sebagai anggota dewan melalui Partai Sosialis Brasil. Sang mantan bomber pernah menolak digelarnya Piala Dunia 2014 di negaranya karena masuk dalam kasus korupsi dan pencucian uang.

Pada tahun 2014, Romario mengumumkan akan mencalonkan diri masuk ke zona senat Brasil pada Pemilu 2014, dan berhasil ketika mewakili Rio de Janeiro. Pada 2017, Romario resmi meninggalkan Partai Sosialis Brasil dan bergabung dengan Podemos sebagai presiden partai wilayah Rio de Janeiro.

Romario mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Rio de Janeiro pada pemilu Brasil. Namun, ia gagal karena menempati posisi keempat dengan mengoleksi 8,6 persen suara.

5) George Weah

George Weah. Foto: ANNE-CHRISTINE POUJOULAT / AFP

Saat masih aktif bermain di lapangan hijau, Weah pernah berseragam sejumlah klub besar Eropa, mulai dari AS Monaco, Paris Saint-Germain, AC Milan, Chelsea, Manchester City, dan Marseille.

Weah banyak mencuri perhatian pencinta sepak bola saat membela AC Milan. Saat berseragam Merah Hitam, Weah bermain sebanyak 147 kali dan mencetak 58 gol. Dia pun memegang peranan penting saat AC Milan merebut scudetto pada musim 1995/96 dan 1998/99.

Weah merupakan pemain asal Afrika pertama yang berhasil memenangi gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sekaligus Ballon d'Or pada 1995. Ia pun pernah menyabet penghargaan Pemain Afrika Terbaik sebanyak tiga kali, yakni pada 1989, 1994, dan 1995.

Weah kemudian terjun ke dunia politik setelah karier sepak bolanya selesai. Ia sempat terpilih menjadi wakil rakyat pada 2014 setelah gagal menjadi wakil presiden pada pemilihan tahun 2011.

Pada 2017, Weah akhirnya terpilih menjadi Presiden Liberia. Ia akan menjabat hingga tahun 2023 mendatang.

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.