Kumparan Logo

Keberhasilan Bayern Munchen Mengamankan Rekrutan Emas Michael Olise

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Michael Olise merayakan gol ketiga Bayern Munich saat melawan Union Berlin. Foto: Angelika Warmuth/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Michael Olise merayakan gol ketiga Bayern Munich saat melawan Union Berlin. Foto: Angelika Warmuth/REUTERS

Raksasa Jerman Bayern Munchen memenangi perebutan penyerang sayap berbakat Michael Olise pada bursa transfer musim panas lalu. Keputusan berani tersebut kini terbukti sangat tepat karena sang pemain langsung menjelma menjadi salah satu pilar paling berharga di kompetisi Bundesliga. Di sisi lain, sejumlah klub raksasa Liga Primer Inggris hanya bisa menyesali kegagalan mereka dalam mengamankan tanda tangan aset berharga ini.

Kegagalan Beruntun Klub Raksasa Inggris

Olise sebenarnya merupakan produk asli dari sistem sepak bola Inggris karena tumbuh dan sempat menimba ilmu di akademi Chelsea, Arsenal, serta Manchester City. Kendati demikian, tidak ada satu pun dari tim elite tersebut yang berhasil mempertahankan atau membawanya kembali saat sang pemain bersinar bersama Crystal Palace.

Chelsea menjadi klub Inggris yang paling dekat untuk memulangkan Olise ketika mereka bersedia mengaktifkan klausul rilis senilai 35 juta pound sterling pada tahun 2023. Namun, kegagalan prosedur hukum membuat kesepakatan tersebut batal sehingga sang pemain memilih bertahan dan menandatangani kontrak baru di Selhurst Park. Setahun kemudian, kubu Stamford Bridge kembali mundur karena keberatan dengan total biaya transfer yang dinilai terlalu tinggi.

Nasib serupa dialami oleh Manchester United yang terus memantau situasi sang pemain di bawah dua era manajemen berbeda tanpa pernah melepaskan tawaran resmi. Sementara itu, Newcastle United juga terpaksa mundur dari persaingan karena terkendala oleh regulasi finansial liga. Hal ini membuat jalan bagi klub lain di luar Inggris terbuka lebar untuk melakukan pergerakan nyata.

Keberanian Manajemen Bayern Munchen

Manajemen Bayern Munchen langsung bergerak dengan keyakinan penuh untuk menebus sang pemain seharga 60 juta euro. Dua direktur olahraga mereka, Max Eberl dan Christoph Freund, menjadi sosok kunci di balik kesepakatan besar ini. Langkah cepat ini membuktikan bahwa kecerdasan sebuah klub di pasar transfer diukur dari kemampuan melihat potensi yang diabaikan oleh pihak lain.

Faktor uang ternyata bukan satu-satunya alasan utama yang membuat sang pemain memilih pindah ke Allianz Arena. Olise dikabarkan sangat tertarik dengan prospek bermain di ajang Liga Champions serta proyeksi taktik masa depan dari pelatih Vincent Kompany.

Uli Hoeness selaku presiden kehormatan klub mengakui secara terbuka bahwa dirinya sempat meragukan profil sang pemain sebelum proses transfer selesai. Beliau menyatakan, “Saya secara pribadi belum pernah mendengar nama pemain Prancis tersebut, namun klub menaruh kepercayaan penuh kepada para pejabat olahraga kami dalam mengambil keputusan.”

Investasi Sempurna yang Menghasilkan Buah Manis

Keputusan berani klub Jerman tersebut kini berbuah manis lewat statistik impresif yang langsung ditunjukkan di atas lapangan hijau. Olise kini dinilai sebagai salah satu komoditas terpanas di pentas Bundesliga dengan perkiraan nilai pasar yang melambung tinggi.

Sebelum berlabuh ke Jerman, sang pemain tercatat telah mengemas catatan impresif berupa 111 pertandingan, 45 gol, serta 47 asis sepanjang kariernya. Catatan tersebut sangat luar biasa bagi seorang pemain muda yang saat itu belum pernah mengecap atmosfer kompetisi elite sekelas Liga Champions. Ia juga belum sempat mencatatkan debut bersama tim nasional senior Prancis ketika raksasa Bavaria tersebut memutuskan untuk merekrutnya.

Kesuksesan transfer ini membuktikan bahwa proses rekrutmen Bayern Munchen berjalan berdasarkan sistem pemantauan bakat yang sangat matang. Mereka tidak hanya mengandalkan keberuntungan belaka, melainkan sebuah rencana matang untuk terus berburu talenta terbaik di panggung sepak bola dunia.