Kumparan Logo

Kejutan Pekan Liga Champions dari Como hingga Kebangkitan Manchester United

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kompetisi Liga Champions musim ini menghadirkan ledakan produktivitas gol fantastis pada empat pertandingan awal fase liga. Dikutip dari laporan ESPN, rata-rata gol per pertandingan melonjak tajam hingga menyentuh angka 2,02 gol di setiap laga, melampaui catatan dua musim sebelumnya. Sejumlah duel panas turut melahirkan kejutan besar, mulai dari kemenangan bersejarah sembilan gol milik Como hingga perjuangan Manchester United membalikkan situasi di Old Trafford.

Drama Kebangkitan Manchester United di Old Trafford

Pemain Manchester United Bruno Fernandes saat melawan Chelsea pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris, Sabtu (31/10/2026). Foto: Peter Cziborra/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Manchester United Bruno Fernandes saat melawan Chelsea pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris, Sabtu (31/10/2026). Foto: Peter Cziborra/REUTERS

Manchester United sempat terpuruk setelah tertinggal dua gol cepat dari AS Roma di hadapan publik sendiri. Tekanan suporter memuncak lewat aksi protes pelemparan bola tenis ke area lapangan sebelum Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti ulangan yang disahkan video assistant referee.

Skuad asuhan Michael Carrick bangkit penuh determinasi pada babak kedua berkat dwigol penyerang Matheus Cunha yang mengunci kemenangan dramatis. Kemenangan ini memutus rekor buruk tanpa kemenangan dalam sembilan laga sekaligus menjadi suntikan moral krusial menjelang jadwal berat menghadapi Aston Villa, Liverpool, dan Sporting CP.

Kedalaman Skuad Paris Saint-Germain dan Badai Sembilan Gol Como

Ferran Torres pada laga Paris Saint-Germain melawan Slovan Bratislava. Foto: Benoit Tessier/REUTERS

Paris Saint-Germain menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa ketika melibas Villarreal dengan skor telak 6-0 tanpa diperkuat Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia. Pasukan Luis Enrique sudah unggul empat gol dalam kurun 17 menit berkat performa gemilang Desire Doue, Maghnes Akliouche, serta kontribusi gol bek muda David Boly.

Kejutan yang jauh lebih menggegerkan terjadi di Prancis saat tim debutan Como menghancurkan Lens lewat skor fantastis 9-1 di kandang lawan. Skuad racikan Cesc Fabregas menunjukkan penyelesaian akhir sangat efektif dengan torehan hat-trick Anastasios Douvikas serta sumbangan gol dan assist dari gelandang muda Nico Paz.

Kemenangan telak tersebut mengukir rekor baru karena Como tercatat sebagai tim kedua dalam sejarah Liga Champions yang berhasil menyarangkan sembilan gol dalam satu laga. Alur serangan yang cair serta pertukaran umpan pendek cepat membuat lini pertahanan lawan sama sekali tidak berdaya membendung gelontoran gol.

Sorotan Penurunan Performa Donnarumma dan Performa Bintang Paruh Musim

Gianluigi Donnarumma kini menuai kritik menyusul penurunan performa penyelamatan bola di bawah mistar gawang Manchester City. Catatan metrik penyelamatan gawang milik kiper asal Italia tersebut menyentuh angka minus 4,0 dalam enam pertandingan terakhir di seluruh kompetisi kompetitif.

Fase liga paruh musim ini turut menegaskan sinar kebintangan sejumlah pilar penting Eropa lainnya, seperti Declan Rice di Arsenal dan Lamine Yamal di Barcelona. Melalui sumbangan gol terbarunya, Yamal resmi menasbihkan diri sebagai pencetak gol kategori remaja tersubur sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.