Kumparan Logo

Kesialan Sebastian Coltescu, Wasit Rasialis di Laga PSG vs Istanbul Basaksehir

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebastian Coltescu saat pertandingan Paris Saint-Germain melawan Istanbul Basaksehir FK, di Parc des Princes, Paris, Prancis, (8/12). Foto: FRANCK FIFE/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebastian Coltescu saat pertandingan Paris Saint-Germain melawan Istanbul Basaksehir FK, di Parc des Princes, Paris, Prancis, (8/12). Foto: FRANCK FIFE/AFP

Nama Sebastian Coltescu mencuat dan menjadi buah bibir usai tindakan rasialisme yang dilakukannya pada matchday terakhir babak grup Liga Champions 2020/21 yang mempertemukan PSG vs Istanbul Basaksehir.

Terlepas dari tindakan rasialisme dan sikap kontroversialnya saat menjadi wasit, Coltescu ternyata sedang tertimpa banyak kesialan akhir-akhir ini.

Diwartakan Digi Sport, wasit asal Rumania ini ternyata baru saja kehilangan sosok ayahnya pada Agustus 2020.

Coltescu mendapat kabar kepergian ayahnya saat sedang memimpin jalannya pertandingan Liga 1 Rumania antara FC Politehnica Iasi melawan Chindia Targoviste pada Minggu, (23/8). Kabar tersebut dia terima melalui pesan singkat yang dikirim saudara perempuannya.

Setelah pertandingan berakhir, wasit berusia 43 tahun ini baru mengetahui tentang kabar kematian ayahnya tersebut. Mendengar kabar itu, Coltescu pun tak kuat menahan air matanya dan menangis.

Ayah Coltescu wafat karena penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Wafatnya ayah Coltescu hanya berselang satu tahun setelah ibunya meninggal.

Tak hanya sampai di situ, hidup Coltescu menjadi lebih berat ketika dinyatakan resmi bercerai dengan istrinya pada 2007 lalu. Bersama sang mantan istri, Coltescu memiliki buah hati seorang anak gadis kecil.

Wasit Ovidiu Hategan dikelilingi oleh para pemain saat pertandingan dihentikan pada laga Paris St Germain vs Istanbul Basaksehir F.K di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, (8/12). Foto: Charles Platiau/REUTERS

Karier Coltescu sebagai wasit memang pernah beberapa kali menjadi sorotan. Lisensi profesionalnya pernah dicabut oleh FIFA pada 2007 dan harus diturunkan ke Liga 2 Rumania. Setahun kemudian, dia baru diperbolehkan kembali menjadi wasit di liga teratas Rumania.

Pada 2013, Sebastian Coltescu baru mendapatkan kembali lisensi profesionalnya dan masuk ke dalam daftar wasit profesional FIFA.

Namun, tindakan rasialisme yang baru-baru ini dilakukan Coltescu bisa saja berdampak pada kariernya sebagai wasit profesional FIFA.

Penulis: Muhammad Sakti Darma A

---

embed from external kumparan