Kumparan Logo

Ketidakhadiran Suporter Menghilangkan Keuntungan Laga Kandang Tim Bundesliga?

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain-pemain Bayern Muenchen menatap tribune kosong di Stadion An der Alter Foersterai. Foto: Reuters/Hannibal Hanschke
zoom-in-whitePerbesar
Pemain-pemain Bayern Muenchen menatap tribune kosong di Stadion An der Alter Foersterai. Foto: Reuters/Hannibal Hanschke

Lucien Favre tak mau mengiyakan bahwa ketidakhadiran suporter di Signal Iduna Park sebagai biang utama kekalahan 0-1 Borussia Dortmund atas Bayern Muenchen. Namun, dia enggan menampik adanya sesuatu yang hilang di sana.

"Tentu saja semua orang tahu betapa kami sangat merindukan kehadiran suporter di pertandingan," kata Favre. "Seperti pada babak kedua, kami mestinya bisa tampil di depan Yellow Wall. Jelas kami merindukan itu."

Favre seolah menegaskan bahwa Dortmund butuh Yellow Wall di babak kedua yang sulit. Waktu itu, timnya sudah tertinggal 0-1. Mereka bermain bagus, tetapi itu saja tak cukup. Ada faktor nonteknis yang tak mereka punya.

Perlu dicatat bahwa ini bukan kali pertama Favre mengeluh soal ketidakhadiran suporter di stadion. Kala menjamu Schalke pada pekan ke-26 Bundesliga, dia juga berujar serupa. Padahal, Erling Haaland dan kolega menang 4-0 pada laga tersebut.

Pertandingan Bundesliga antara Borussia Dortmund dan Schalke 04. Foto: Martin Meissner/Pool via REUTERS

Barangkali Favre dan para pemain Dortmund lain merasa tak terbiasa. Apalagi mereka memang kerap mendapat dukungan sekitar 80 ribu lebih suporter (kapasitas Signal Iduna Park) tiap kali berlaga di kandang.

Namun, bagaimana lagi, ini adalah salah satu protokol yang wajib dipenuhi setiap tim agar Bundesliga 2019-20 bisa kembali bergulir. Penyebabnya apa lagi kalau bukan guna mengantisipasi penularan virus corona.

Favre sendiri bukan satu-satunya pelatih yang merasa dirugikan dengan situasi ini. Pada kesempatan berbeda, beberapa juru taktik tim lain termasuk David Wagner, pelatih Schalke, juga pernah berucap demikian.

Pemain Bayern Muenchen duduk di tribun yang kosong di Stadion Alten Forsterei, Berlin, Jerman, Minggu (17/5). Foto: Reuters/Hannibal Hanschke/Pool DFL

Eks pelatih Huddersfield Town itu sudah memimpin Suad Serdar dan kolega pada dua laga sejak Bundesliga restart. Salah satunya digelar di Veltins Arena, kandang mereka sendiri, dengan menghadapi Augsburg.

Sebelum laga, Augsburg berada di posisi ke-15 klasemen. Mereka juga tak pernah menang dalam tujuh pertandingan beruntun. Namun, hasil yang mereka peroleh di markas Schalke sungguh mengejutkan: Augsburg menang 3-0.

Yang jadi pertanyaan, apakah ketidakhadiran suporter lantas menghilangkan 'faktor X' yang biasanya dimiliki tim-tim Bundesliga?

Sulit memastikannya karena faktor utama kemenangan dan kekalahan adalah performa tim di atas lapangan. Namun, statistik membuktikan bahwa pengaruh ketidakhadiran suporter betulan ada.

embed from external kumparan

Sebelum ditangguhkan, tim-tim Bundesliga mampu memenangi pertandingan kandang dengan persentase keseluruhan yang terbilang tinggi, yakni mencapai 43,3%. Demikian hasil hitung-hitungan Opta.

Angka itu menurun drastis begitu Bundesliga kembali bergulir. Sejauh ini sudah 22 pertandingan digelar. Dari jumlah itu, kumparanBOLA mencatat bahwa cuma tiga laga yang berujung kemenangan untuk tim tuan rumah.

Sebanyak 12 laga lain bahkan berupa kekalahan. Ada Bayer Leverkusen yang kalah 1-4 dari Wolfsburg, Borussia Moenchengladbach yang kalah 1-3 dar Leverkusen, hingga Hoffenheim yang dihajar Hertha Berlin 0-3.

Dortmund dan Schalke termasuk daftar tersebut. Kalau sudah begini, sepertinya tak salah bila menyebut status tuan rumah tak lagi terlalu berlaku bagi tim-tim Bundesliga saat ini. Bagaimana menurutmu?

====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.