Ketika Lord Bendtner Gagal Jadi Dewa Judi: Tekor Rp 7,6 Miliar

Nicklas Bendtner. Ada yang kangen dengan eks striker Arsenal yang kerap dijuluki (diledeki) 'Lord' itu?
Kalau kalian tanya main di klub mana dia sekarang, jawabannya adalah Tarnby FF, klub yang bermain di level empat Liga Denmark. Ya, karier sepak bola Bendtner telah terjun bebas.
Namun, pada stori ini, kami enggak terlalu membahas tentang kariernya yang 'ambruk' itu. Mari bicara soal kenangan masa lalu Bendtner masih membela Arsenal (2005-2014).
Ini bukan tentang gol-golnya yang mantap, melainkan soal dirinya yang tekor saat bermain judi. Kisah ini ditulis oleh Donald McRae di kolom The Guardian.
Gara-gara mabuk, Nicklas Bendtner tekor di meja judi
Ini kisah yang terjadi pada musim panas 2011. Bendtner mengadu nasib di meja judi. Sekadar informasi, pemain yang kala itu masih 23 tahun tersebut memang hobi dengan aktivitas yang tabu dalam lirik lagu Rhoma Irama ini.
Bahkan, Bendtner sampai punya kasino favoritnya di London. Namun pada suatu subuh, dia mengalami tekor besar saat bermain judi.
"Aku terlalu mabuk untuk duduk di meja. Sebanyak itu yang kudapat. Namun, roulette adalah masalah yang berbeda. Merah, hitam, merah, hitam. Seberapa sulit itu?" kenang Bendtner.
"Setelah 90 menit [bermain judi], aku tekor 400.000 pounds (sekitar Rp 7,6 miliar). Aku enggak ada duit. Rekening bankku sudah melebihi limit penarikan dan aku bangkrut jika keberuntungan tidak berubah."
Nicklas Bendtner berjiwa pemain sepak bola sejati. Untuk urusan menang/kalah saat berjudi saja durasinya 90 menit. Pakai injury time juga, enggak, tuh?
Lantas, bagaimana perasaannya kala itu?
"Ketika merasa kurang lebih sudah bangkrut, Anda berpikir, 'Ini harus dihentikan'. Aku tekor 400.000 pounds, tetapi akhirnya memenangkan sebagian lainnya," jelas pemain yang menjuarai Serie A bersama Juventus itu.
Ya, Bendtner bisa mendapatkan sedikit duit dari permainan judi yang berlangsung hingga fajar menyingsing itu. Dia tekor 400.000 pounds (sekitar Rp 7,6 miliar), lalu dapat duit 20.000 pounds (sekitar Rp 384 juta). Jauh, ya.
Alasan Nicklas Bendtner berjudi
"Itu terlalu berisiko, bahkan buatku. Itu adalah alarm untuk berhenti dari lingkaran itu. Aku tak tertarik menggunakan uang untuk pamer. Awalnya, ini (berjudi) lebih tentang kesenangan dan nongkrong dengan orang yang kusukai," jelasnya.
"Ketika aku cedera dan tidak bisa mendapatkan kegembiraan dari lapangan, judi memberiku adrenalin. Jelas, semakin tinggi risikonya, semakin tinggi adrenalinnya. Jadi, lakukan taruhan tinggi," tambahnya.
Well, jika pada akhirnya Bendtner tekor gara-gara berjudi itu karena salahnya sendiri. Kalau mau jadi 'God of Gambler', jangan pakai jurus 'Drunken Master', dong.
----
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
