Kumparan Logo

Ketika Pemain Laos Memberi Hormat ke Indra Sjafri

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Laos U-19 memberi hormat kepada Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri. (Foto: Instagram @wahyuhestind)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Laos U-19 memberi hormat kepada Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri. (Foto: Instagram @wahyuhestind)

Pada akhirnya, suka atau tidak, sepak bola adalah menyoal menang dan kalah. Permainan bagus nan indah sekali pun kerap kali dianggap sia-sia bila peluit panjang berbuah dengan kekalahan.

Kendati demikian, tak sedikit yang menilai bahwa sepak bola tak melulu berorientasi kepada hasil akhir. Ada nilai-nilai luhur yang terkandang di dalam. Apa itu?

Sepak bola dipandang tak hanya sebagai olahraga permainan. Lebih dari itu, sepak bola bisa digunakan sebagai alat untuk menyatukan perbedaan. Karena, sepak bola dimainkan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang.

Tak heran, FIFA terus-menerus mengkampanyekan slogan 'Respect'-nya. Hal itu tak lain dimaksudkan untuk saling menghargai dan menghormati di atas lapangan hijau.

Slogan itu nyatanya bukan hanya pepesan kosong. Salah satu contoh nyata terjadi pada laga Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 melawan Laos U-19 di ajang Piala AFF U-18 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (1/7/2018).

Pada laga itu, Indonesia berhasil menyabet poin penuh lewat gol tunggal dari sepakan Witan Sulaeman pada menit ke-30. Sementara, Laos memilih memainkan sepak bola negatif dengan menumpuk seluruh pemainnya di barisan pertahanan sendiri.

Tak hanya itu, pemain Laos juga tak segan menerapkan permainan kasar. Akibatnya, wasit memberikan dua kartu kuning dan satu kartu merah kepada mereka.

Namun, kerasnya gaya permainan Laos nyatanya hanya berlangsung selama 90 menit. Pemandangan tak biasa bahkan tersaji manakala para pemain Laos menghampiri pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Bukan, mereka bukan mau menumpahkan rasa kesalnya karena kalah, melainkan ingin memberikan penghormatan.

Ya, seluruh pemain Laos mengatupkan tangannya di depan dada sambil membungkuk. Di Laos, gerakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan hormat kepada orang lain. Setelah itu, mereka juga menyalami Indra.

instagram embed

Melihat hal itu, Indra lantas membalasnya dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Kepada kumparanBOLA, Selasa (2/7), Indra mengaku sangat menghargai sikap yang ditunjukkan oleh pemain Laos.

"Saya respek dengan pemain-pemain Laos. Mereka melihat sepak bola bukan hanya dari kalah dan menang, tapi ada nilai lain yang dibentuk," ujar Indra.

"Nilai-nilai itu juga yang saya tanamkan kepada anak-anak di Timnas U-19. Bagaimana sepak bola bukan hanya soal menang-kalah. Bagaimana mereka bisa menghargai lawannya," katanya.

Sikap tersebut pernah diperlihatkan Timnas U-19 usai mereka memastikan tempat ketiga di Piala AFF U-18 2017. Menghadapi tuan rumah Myanmar, Timnas U-19 berhasil meraih kemenangan telak 7-1.

video youtube embed

Namun, dalam laga tersebut, permainan Myanmar sangat kasar. Tekel serta sikut melayang nyaris sepanjang laga. Akan tetapi, hal itu tak dibalas dengan tindak serupa oleh Egy Maulana Vikri dan kolega.

Usai laga, seluruh pemain Timnas U-19 justru menunggu sang lawan di lorong. Mereka menyalami satu per satu pemain Myanmar yang terlihat memendam kekecewaan.