Kevin Mendoza Heran Tak Ada Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia: Itu Aneh

12 Juni 2024 16:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemain Persib Bandung, Kevin Ray Mendoza. Foto: Instagram/@kevinraymendoza
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persib Bandung, Kevin Ray Mendoza. Foto: Instagram/@kevinraymendoza
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Timnas Indonesia sama sekali tidak memanggil pemain Persib untuk melawan Irak dan Filipina di dua laga terakhir Ronde Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini membuat Kevin Mendoza heran.
ADVERTISEMENT
Mendoza menjadi bagian dari skuad juara Persib di Liga 1 2023/24. Ia merasa aneh karena tidak ada pemain 'Maung Bandung' yang dipanggil ke skuad Timnas Indonesia kali ini.
"Mungkin tidak seharusnya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi? Kita bisa melakukannya," tambahnya.
Pemain Timnas Indonesia mencoba menyerang Timnas Filipina pada pertandingan lanjutan Grup F ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/6/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Dalam skuad Persib musim lalu, sebenarnya ada beberapa pemain yang sempat menjadi langganan panggilan Shin Tae-yong. Sebut saja Marc Klok dan Rachmat Irianto.
Namun kali ini, Shin lebih mempercayakan lini tengah pada pemain diaspora. Pelatih asal Korsel itu lebih memilih Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, hingga Ivar Jenner.
Kevin Mendoza turun laga saat Filipina dikalahkan Timnas Indonesia 0-2 dalam matchday terakhir Grup F Ronde Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (11/6). Gol dicetak Thom Haye (32') dan Rizky Ridho (56').
Rachmat Irianto (kiri) dan Nguyen Quang Hai dalam duel Indonesia vs Vietnam dalam semifinal leg 1 Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 6 Januari 2023. Foto: VFF
Mendoza boleh jadi kecewa karena Filipina kalah. Namun, ia mengaku takjub dengan atmosfer GBK.
ADVERTISEMENT
"Ya, saya merasa seperti di rumah. Ini seperti Bandung [Stadion Si Jalak Harupat]. Atmosfer yang luar biasa. Fan di Indonesia, saya suka mereka. Mereka sangat baik," jelas Mendoza.
"Saya sangat menyukai Indonesia. Ini sangat luar biasa. Pada musim pertama, saya menjadi juara. Saya sangat bersyukur. Saya sangat senang untuk tahun pertama saya di sini. Saya berharap ini akan berlangsung selama bertahun-tahun," tandasnya.