Kumparan Logo

Kilas Balik Piala Asia 1964: Turnamen Penuh Konflik yang Digelar di Israel

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain Israel bereaksi selama pertandingan sepak bola semifinal Kejuaraan Eropa U-19 UEFA antara Prancis dan Irsael di DAC Arena di Dunajska Streda, Slovakia, Selasa (28/6/2022). Foto: VLADIMIR SIMICEK/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Israel bereaksi selama pertandingan sepak bola semifinal Kejuaraan Eropa U-19 UEFA antara Prancis dan Irsael di DAC Arena di Dunajska Streda, Slovakia, Selasa (28/6/2022). Foto: VLADIMIR SIMICEK/AFP

Timnas Israel sudah dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Pro dan kontra kemudian muncul dari masyarakat Indonesia.

Israel lolos ke Piala Dunia U-20 usai menembus semifinal Euro U-19 2022. Total, ada lima tim Eropa yang memegang tiket putaran final Piala Dunia U-20 yakni Israel, Italia, Inggris, Prancis dan Slowakia yang lolos via play-off.

Berbicara soal Israel, mereka sebelumnya berkompetisi bersama negara-negara Asia. Pada 1964, Israel mendulang prestasi dengan menjadi tuan rumah Piala Asia sekaligus merengkuh gelar juara.

Namun, Piala Asia edisi 1964 diwarnai berbagai permasalahan. Ada dua tim yang sejak awal otomatis lolos ke putaran final, yakni Israel sebagai tuan rumah dan Korea Selatan sebagai juara bertahan. Babak kualifikasi dibagi dalam tiga grup, yakni zona Tengah, Timur dan Barat.

Zona Timur diisi oleh Jepang, Filipina, Taiwan dan Korea Selatan. Inside World Football mewartakan, Jepang dan Filipina mundur sehingga Taiwan memenuhi syarat untuk lolos.

Timnas sepak bola Israel. Foto: Getty Images

''Taiwan, yang di edisi 1960 sebagai Republik Tiongkok, bermain melawan Jepang dan Filipina di Taipei pada Agustus 1963. Masalah seleksi Filipina karena perselisihan tentang apakah orang Tionghoa perantauan memenuhi syarat, dan Jepang mundur sebelum turnamen, maka Taiwan memenuhi syarat [untuk lolos],'' tulis laporan Insiden World Football.

Namun, pada akhirnya Taiwan mundur karena kesulitan logistik. Vietnam Selatan kemudian ditawarkan untuk mengisi slot Taiwan, namun menolak karena alasan keuangan.

Sementara, di Zona Barat juga diwarnai konflik. Zona Barat diisi Afghanistan, Sri Lanka, Iran dan India. Semua tim di zona ini mengundurkan diri karena masalah politik dengan India. Alhasil, India lolos otomatis.

''India lolos ke turnamen dari zona Barat setelah semua tim lain di zona tersebut mengundurkan diri karena masalah politik dengan India,'' tulis laporan itu.

Di Zona Tengah, Hong Kong lolos sebagai jawara grup, unggul atas Vietnam Selatan di posisi kedua, Malaysia di posisi ketiga dan Thailand di posisi keempat.

Sebenarnya, Zona Tengah awalnya dibagi menjadi dua. Namun, beberapa negara memilih mundur sehingga Zona Tengah dilebur menjadi satu.

Bendera Israel Foto: Tiia Monto/ Wikimedia Commons

Menurut laporan Sky News, total ada 11 negara yang mundur di babak kualifikasi. Putaran final Piala Asia 1964 kemudian hanya diikuti empat tim yaitu Israel (tuan rumah), Korea Selatan (juara bertahan dan di Zona Timur semua tim mundur), India (lolos otomatis karena semua tim Zona Barat mundur), serta Hong Kong (juara Zona Tengah). Kompetisi digelar dengan format grup dan tiap pertandingan dimainkan dengan waktu 80 menit.

Di putaran final, Israel keluar sebagai juara dengan memenangi seluruh pertandingan. Israel menang 1-0 atas Hong Kong, 2-0 atas India, dan 2-1 atas Korea Selatan.

Kiprah Israel di Asia tidaklah lama. Sepanjang bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Israel kerap mendapat penolakan dari negara-negara sekitar, khususnya negara Muslim. Hingga pada 1974, Israel dikeluarkan dari keanggotaan AFC.

Israel kemudian bermain di Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa 1982. Sementara, klub-klub Israel ambil bagian di kompetisi Eropa mulai 1991 dan Israel akhirnya resmi menjadi anggota UEFA pada 1994.