"Kiper Terbaik yang Pernah Saya Latih": Kenangan Mereka akan AK

Jumat (28/10/2016) malam itu, di Stadion Haji Agus Salim, Padang, tersaji duel antara tuan rumah, Semen Padang, menghadapi Arema FC. Pada pertengahan babak kedua, bomber Semen Padang, Nur Iskandar, melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang Arema.
Sulit membayangkan jika bola itu bakal tidak masuk ke gawang "Singo Edan". Tapi, cerita berjalan lain: penjaga gawang Arema malam itu, Achmad Kurniawan, terbang dan kemudian menepis bola. Berikutnya, bola rebound hasil tepisannya, disambar pemain Semen Padang lain, Irsyad Maulana.
Lagi-lagi, secara logika, bola tendangan Irsyad dari jarak yang begitu dekat harusnya mampu menjadi gol, terlebih AK --julukan sang kiper-- sudah dalam posisi terjatuh. Tapi lagi-lagi, bola mampu ditepisnya. Setelah dengan cepat membangunkan tubuhnya, dengan sigap ia langsung menghalau bola, kali ini melalui badannya.
Ini semua belum selesai. Bola rebound ketiga kembali sampai di kaki Irsyad. Pemain bernomor punggung 88 itu kemudian mencoba menendang. Tapi, karena sudut tembaknya sudah ditutup oleh AK, tendangan Irsyad pun melebar. Tak ada gol yang masuk ke gawang Arema dari tiga percobaan beruntun itu.

AK pada akhirnya memang kebobolan lewat tendangan penalti Irsyad. Namun, sepanjang laga, ia tampil begitu baik. Ia membantu Arema meraih kemenangan 3-1. Total, ada empat penyelamatan yang dilakukan AK pada malam itu.
Pelatih Arema FC yang memimpin Arema pada laga itu, Milomir Seslija, mengungkapkan jika menurutnya, pertandingan itu adalah pertandingan terbaik AK pada musim lalu. "Dia sangat fantastis di pertandingan itu," sebut Milo kepada kumparan.
Seslija menceritakan kepada kumparan salah satu kebiasaan AK: menghampiri dan memeluknya setelah pertandingan selesai. Jika hari itu Arema tidak kebobolan, maka senyum AK bakal semakin lebar.
Tidak terlalu lama, memang, Seslija menangani AK. Selain satu musim kemarin, Seslija hanya pernah menangani Arema pada 2011. Tapi, itu tak mengurangi kesan yang didapatkan pelatih asal Bosnia itu akan AK.
Tapi kini, AK telah berpulang. Dirinya telah dipanggil lebih dulu oleh Yang Maha Kuasa pada Selasa (10/1/2017) kemarin. Hari ini, Rabu (11/1) ini, ia dimakamkan di Jakarta.
Seluruh insan sepak bola Tanah Air kehilangan atas kepergian salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dalam satu dekade terakhir itu.

Tak ada lagi aksi-aksi penyelamatan gemilang AK di bawah mistar Arema. Kita juga tak akan melihat aksinya berguling-guling di rumput untuk menangkap bola. Kita juga tak akan lagi melihatnya tersenyum sesaat setelah bola tendangan lawan jatuh di pelukannya.
AK telah pulang ke tempat terbaik. Karenanya, untuk mengenang jasa dan kisah heroiknya, kumparan merangkum kesan-kesan dari beberapa orang yang pernah bekerja sama dengan kiper yang terkenal dengan nomor punggung 47 itu.
Aji Santoso, Pelatih Arema FC 2017
"AK, walau ketika di usia yang tidak muda lagi, masih bisa menunjukkan penampilan yang bagus."
Milomir Seslija, Pelatih Arema FC 2016
"Dia adalah kiper terbaik yang pernah saya latih. Karakternya begitu baik dan dia bertanding dengan fantastis. Dia juga selalu tersenyum. Setiap usai pertandingan, dia selalu memeluk saya dan berkata 'coach, kita tidak kebobolan'."
General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo (melalui situs Wearemania)
"Nomor 47 akan Arema kunci, biarlah nomor ini abadi menemani AK. Saya kenal pemain ini sejak di Kediri, dia adalah pemain yang luar biasa dedikasinya kepada Arema. Jika ada istilah loyalitas tanpa batas, maka AK adalah contohnya."
Petinggi Arema FC, Ovan Tobing (melalui situs Wearemania)
"AK ini tidak pernah mengeluh di mana dia ditempatkan, dari penjaga gawang pertama kemudian geser kedua dan geser lagi ketiga. Tetapi ketika Arema membutuhkan penjaga gawang, AK selalu siap secara mental untuk dimainkan."
Semen Padang, Klub AK pada tahun 2009-2010
