Kumparan Logo

Kisah Akrab Mourinho dan Maradona: Selalu Menghibur di Masa Sulit

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, di laga melawan Wolverhampton Wanderers.  Foto: Reuters/Andrew Couldridge
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, di laga melawan Wolverhampton Wanderers. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Jose Mourinho mengenang Diego Maradona sebagai sosok yang luar biasa. Pelatih asal Portugal itu menyebut sang legenda selalu menghiburnya saat mengalami masa-masa sulit seperti kekalahan.

Maradona meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB di Buenos Aires akibat henti jantung. Ia wafat di usia 60 tahun. Banyak fans dan tokoh-tokoh sepak bola yang merasa kehilangan dengan kepergian sang legenda untuk selamanya tersebut.

Bagaimana tidak, Maradona semasa hidupnya dipenuhi dengan prestasi dan kontroversi, sehingga gerak-geriknya selalu disorot banyak orang. Salah satu yang merasa kehilangan eks pemain Barcelona itu adalah Mourinho.

Mourinho dan Maradona sejatinya memang tidak pernah berhubungan secara langsung di atas lapangan. Namun, keduanya diketahui berteman dekat sebagai sesama nama besar.

Jose Mourinho rindu pada Diego Maradona

Pelatih Diego Maradona sebelum pertandingan Superliga Boca Juniors vs Gimnasia y Esgrima di Stadion Alberto J. Armando, Buenos Aires, Argentina, 7 Maret 2020. Foto: REUTERS/Agustin Marcarian

Mourinho mengaku sangat rindu dengan Maradona. Menurutnya, pemain yang terkenal mencetak gol tangan tuhan tersebut selalu ada untuk menelepon dirinya ketika timnya kalah.

"Aku menghabiskan hari ini hanya untuk bercerita soal Maradona kepada para pemainku dan ketika kami berdua menghabiskan waktu bersama. Aku sangat merindukannya," ungkap Mourinho saat wawancara jelang laga, dikutip dari BT Sport.

"Aku akan merindukan telepon dari dia ketika saya kalah, tidak pernah ketika aku menang."

"Dia tahu aku tidak butuh ditelepon ketika menang, dia tahu harus selalu ada ketika aku dalam kondisi sulit. Dia selalu bilang begini ketika aku habis kalah atau dalam masa sulit 'Mo, jangan lupa kalau kamu adalah yang terbaik'," sambungnya

Foto Diego Maradona ditampilkan sebelum pertandingan Atletico Madrid dan Lokomotiv pada lanjutan Liga Champions grup A di Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol. Foto: Sergio Perez/REUTERS

"Aku selalu merasa tersanjung dengan hal-hal seperti ini, aku sangat merindukan Diego," pungkas pelatih berusia 57 tahun tersebut.

Selama masih aktif sebagai pemain, Maradona telah mengemas 91 caps bersama Timnas Argentina pada tahun 1977 hingga 1994. Ia pun mencetak 34 gol di level internasional.

Di level klub, Maradona memulai karirnya dengan Argentinos Juniors sebelum bergabung dengan Boca Juniors dan kemudian bermain untuk Barcelona, Napoli, Sevilla dan Newell's Old Boys secara berurutan sebelum kembali merumput di Argentina pada tahun 1995.

Infografik Perjalanan Karier Diego Maradona. Foto: kumparan
embed from external kumparan

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.