Kisah Antony: Lahir di 'Neraka Kecil', Kini Calon Bintang di MU
ยทwaktu baca 2 menit

Antony telah resmi menjadi pemain Manchester United (MU). Kepastian transfer winger 22 tahun itu dari Ajax ke MU dilaporkan ofisial 'Setan Merah' pada Selasa (30/8).
Diwartakan BBC, MU rela membayar 80,75 juta poundsterling (Rp 1,4 triliun) kepada Ajax Amsterdam untuk Antony. Nilai itu juga ditambahkan 4,25 juta poundsterling (Rp 74 miliar).
Dengan mahar setinggi itu, Antony jelas akan menjadi salah satu pemain ternama di Liga Inggris. Namun siapa sangka, kehidupannya kini berbanding terbalik dengan masa kecilnya.
Antony lahir di Osasco, Sau Paulo, Brasil, pada 24 Februari 2000. Ia dibesarkan di Favela, kawasan kumuh dan miskin Brasil, bernama Inferninho.
Dalam Bahasa Brasil, 'Inferninho' diterjemahkan sebagai 'Neraka Kecil'. Tempat itu adalah salah satu tempat paling berbahaya di Osasco.
Pengedar narkoba, penjahat berlari tunggang-langgang dari kejaran polisi, dan kematian karena kekerasan merupakan pemandangan biasa di tempat itu.
Dengan semua pengalaman itu, tentu sudah tidak ada lagi yang membuat Antony benar-benar takut. Ditambah lagi, ia harus sering menahan rasa lapar di masa-masanya menimba ilmu.
"Tekanan nyata adalah ketika saya tinggal di Favela dan berangkat sekolah jam sembilan pagi tidak yakin apakah saya bisa makan lagi sampai jam sembilan malam," cerita Antony dikutip dari BBC.
"Itu tekanan. Kalau tidak, kita semua bisa beradaptasi," tambahnya.
Antony memulai karier sepak bolanya bersama Sau Paulo. Alexandre Passaro selaku Direktur Eksekutif klub mengungkapkan betapa dekatnya Antony dengan keluarganya.
"Kami memperbarui kontraknya beberapa kali di Sao Paulo dan setiap kali pembaruan kontrak, dia membawa seluruh keluarganya, ibunya, ayahnya, saudara laki-lakinya, saudara perempuannya, semuanya. Itu selalu tentang keluarga," cerita Passaro.
Antony kemudian hijrah ke Belanda pada 2020. Dua musim bersama Ajax, ia telah mencatatkan 24 gol dan 22 assist dalam 82 laga yang telah dijalani.
Lantas, apakah Antony mampu mengulangi kesuksesannya bersama The Red Devils di Liga Inggris? Menurut Passaro, Erik Ten Hag mendapatkan pemain yang tepat.
"Dia adalah tipe pemain yang memberikan apa yang Anda butuhkan dan tidak memberi Anda masalah," ungkap Passaro.
"Jelas sangat tidak mungkin tim seperti Manchester City atau Tottenham membayar uang yang sama untuknya, tetapi Ten Hag tahu apa yang dia dapatkan," tambahnya.
