Kisah Cuauhtemoc Blanco, Pemain Terbaik yang Jadi Gubernur Terburuk di Meksiko

Cuauhtemoc Blanco menyandang status sebagai legenda sepak bola Meksiko. Selepas pensiun, ia terjun ke kontestasi elektoral dan berhasil menjadi pejabat di negara asalnya tersebut.
Blanco menjadi salah satu bintang tim Sombrero di berbagai ajang pada 1995 hingga 2014. Blanco adalah orang yang memiliki 120 pertandingan tim nasional dengan produksi 39 gol selama 19 tahun.
Kegemilangannya di sepak bola tercipta karena sejak kecil pria yang kini berusia 48 tahun itu hanya bermimpi menjadi pemain top. Blanco terus mewujudkan impiannya melalui kerja keras dan bergabung dengan Club America pada 1992. Selama pengabdian hingga 2007, dia telah mengoleksi 125 gol dari 333 penampilan.
Blanco terus melanjutkan karier dengan memperkuat sejumlah klub dalam maupun luar negeri. Contohnya, Necaxa, Real Valladolid, Chicago Fire, Santos Laguna, Veracruz, Irapuato, Dorados, BUAP, Puebla, sebelum akhirnya kembali ke klub profesional pertamanya, America.
Banyak gelar bergengsi dia persembahkan untuk America. Sebut saja Liga MX Clausura 2005, Campeon de Campeones 2005, hingga CONCACAF Champions Cup 1992, 2006. Ada lagi Copa MX Apertura 2012 bersama Dorados, Liga de Ascenso Clausura 2011 (Irapuato), serta Copa MX Clausura 2015 (Puebla).
Bersama timnas, Blanco termasuk pemain subur dalam urusan mencetak gol. Selama memperkuat El Tri, dia telah mendonasikan 39 gol. Blanco pernah membawa Meksiko meraih Piala Konfederasi 1999 dan Piala Emas CONCACAF 1996, 1998. Blanco juga memperkuat Meksiko di sejumlah edisi Copa America dan Piala Dunia.
Selain prestasi membanggakan, Blanco juga dikenal dunia lewat aksi uniknya di lapangan. Contohnya pada Piala Dunia 1998. Dia sempat menjadi pusat pemberitaan karena teknik yang tidak biasa saat menguasai bola.
Dikenal sebagai "Cuauhtemina" trik unik Blanco sebenarnya sangat sederhana. Saat dua atau lebih pemain melakukan pengepungan, Blanco menjepit bola menggunakan dua kakinya. Dalam sekejap, dia melompat untuk melepaskan bola di udara dan mendarat dengan kontrol yang bagus.
Pada masanya, trik itu banyak diikuti pemain muda dari seluruh dunia karena tidak terlalu rumit. Cuauhtemina juga sempat populer di video game sepak bola yang dipraktikkan banyak gamer dari seluruh penjuru bumi.
Namun, itu dulu. Blanco sekarang berbeda 180 derajat. Di akhir karier sepak bolanya, dia memutuskan terjun ke politik. Pada Januari 2015, Blanco mendaftar sebagai kandidat dari Partai Sosial Demokrat (PSD) untuk pemilihan wali kota Cuernavaca, yang merupakan ibu kota negara bagian Morelos.
Dalam Pemilihan Umum 2015, Blanco menang dengan mengalahkan Maricela Velazquez dari Partai Revolusioner Institusional (PRI) yang sedang menjabat. Sebagai wali kota, Blanco dihantam berbagai tuduhan politis. Dia dituduh korupsi dan menerima suap. Tapi, semua tuduhan mentah tanpa bukti valid.
Pada Juni 2016, Blanco meninggalkan PSD setelah memecat Sekretaris Dewan Kota, Roberto Yanez Moreno. Beberapa bulan berselang, Blanco bergabung dengan Partai Pertemuan Sosial (PES).
Tampaknya, keputusan pindah dari PSD ke PES sudah dihitung Blanco matang-matang. Sebab, pada Pemilu 2018, dia dinominasikan oleh PES dan koalisinya, Juntos Haremos Historia, untuk posisi Gubernur Morelos.
Pada 11 Maret 2018 dia resmi mendaftar menjadi calon Gubernur Morelos dan pada 2 April 2018, Blanco mundur dari jabatannya sebagai wali kota Cuernavaca sebagai syarat pencalonan.
Jalur sepak bola ternyata bisa menjadi jalan mulus seorang pensiunan pemain menggeluti karier politik. Hal itu sudah dilakukan Blanco. Dengan nama besar dan pengalaman sebagai wali kota, Blanco mudah mendapatkan perhatian rakyat Morelos.
Pada 1 Juli 2018, Blanco memenangi pemilihan Gubernur Morelos. Dia menjadi pesepak bola pertama di Meksiko yang menjadi pejabat publik setingkat gubernur.
Blanco mulai bertugas pada 1 Oktober 2018. Setelah menjabat, ia memerangi korupsi di birokrasi, kejahatan terorganisir, dan fokus pada pendidikan kaum miskin.
Sayang, gebrakan Blanco tidak pertahan lama. Satu tahun setelah menjabat, sejumlah borok mulai terlihat. Dia gagal menghentikan kelompok-kelompok kriminal. Kejahatan meningkat drastis di masa pemerintahannya.
Blanco juga menggunakan kekuasaannya untuk melakukan nepotisme. Dia mempekerjakan teman-teman dan saudara-saudaranya di sejumlah posisi penting pemerintahan.
Contohnya, Ulises Bravo (saudara tiri) dan Liu Leon Luna (ipar). Ada lagi Carlos Juarez Lopez, Jaime Juarez Lopez, Armando Shajid Bravo Lopez (paman), serta Baltazar Jonathan Alegria Mejia (teman). Orang-orang itu menerima gaji hingga USD3.100 atau jauh di atas gaji rata-rata pejabat pemerintah di Meksiko.
"Orang-orang ini memenuhi syarat untuk memegang jabatan sesuai dengan keahlian dan bayaran yang diterima," ujar Blanco memberi klarifikasi, dikutip dari Noticias en Lamira.
Pada 8 Januari 2020, lembaga survei bernama Arias Consultores merilis jajak pendapat yang menggambarkan gubernur terbaik dan terburuk di Meksiko. Hasilnya, Gubernur Sinaloa, Quirino Ordaz Coppel, dipilih sebagai yang terbaik. Sedangkan Gubernur Puebla, Miguel Barbosa Huerta, sebagai yang terburuk. Blanco berada di urutan kedua dari belakang atau satu tingkat di atas Huerta.
Dengan situasi seperti itu, keinginan Blanco untuk mengikuti jejak George Weah menjadi Presiden Liberia tidak akan terwujud. Bahkan, bukan tidak mungkin dia tidak akan terpilih untuk periode kedua saat Pemilu kembali diadakan.
Menurut catatan Transfermarkt, Blanco berhasil menorehkan 122 caps bersama Timnas Meksiko. Dari jumlah itu, pemain kelahiran Meksiko City itu telah mencetak 39 gol.
****
