Kisah Edouard Mendy, Dari Pengangguran hingga Bawa Chelsea ke Final UCL

Keberhasilan Chelsea menjejak partai final Liga Champions tak lepas dari kontribusi besar Edouard Mendy. Bukan tanpa alasan, kiper berkebangsaan Senegal itu mampu bermain impresif sepanjang turnamen.
Jika tarik mundur enam tahun yang lalu, saat kontraknya diputus oleh AS Cherbourg, perjalanan hidup keras Mendy sangat menyayat hati.
Ketika itu, ia bahkan sampai harus mencari kerja paruh waktu agar bisa bertahan hidup. Bahkan, Mendy yang pada waktu itu berusia 23 tahun juga harus mengurus pacarnya yang tengah mengandung anaknya.
Sepupu penggawa Real Madrid, Ferland Mendy, itu sampai mengira karier profesionalnya sudah berakhir. Namun, berkat ketekunannya, Mendy akhirnya bisa bangkit kembali.
"Jika seseorang mengatakan kepada saya enam tahun lalu ketika saya tidak memiliki klub bahwa saya akan berakhir di sini, saya tidak akan repot-repot melihat atau mendengarkan mereka," ujar Mendy dalam wawancara dengan The Guardian.
Jebolan akademi Le Havre itu juga mengungkapkan keadaan sulit yang ia rasakan tersebut turut menempa mentalnya.
"Saya benar-benar memiliki keraguan tentang apakah saya akan melanjutkan. Tapi, saya melihatnya sekarang dan mengatakan bahwa berkat momen-momen itulah saya berada di tempat saya hari ini, dan keluarga saya juga dapat memperoleh manfaat dari tempat saya. Harus dengan sepak bola saya.โ
"Saya harus menerima tunjangan pengangguran pada saat itu sehingga saya dapat mengabdikan diri sepenuhnya pada sepak bola ... Itu sangat sulit dan juga pasangan saya mengharapkan bayi pertama kami. Jadi tunjangan pengangguran tidak akan cukup bagi kami, kami membutuhkan sesuatu yang lain, jadi saya mulai mencari pekerjaan lain.โ
"Tapi kemudian saya memiliki kesempatan untuk pergi ke Marseille dan saya diberi uji coba di sana. Untungnya bagi saya itu berhasil, dan ketika itu terjadi rasanya sangat melegakan bagi saya. Karena satu tahun untuk pergi tanpa sepak bola adalah waktu yang sangat lama. Saya memiliki banyak, banyak keraguan selama waktu itu. Tapi itu berkat keluarga saya yang begitu banyak membantu pada saat-saat itu untuk membuat saya tetap kuat,โ tutup Mendy.
Dalam perjalanannya, Mendy berlatih tanpa bayaran setelah kembali ke mantan klubnya, Le Havre, dan akhirnya mendapatkan trial di Marseille, yang kemudian memberikannya kontrak untuk bermain bersama tim B Les Phoceens.
Mendy bermain sebagai cadangan selama musim 2015/16 dan memastikan kepindahan ke Reims. Saat itu, ia membantu anak-anak asuh David Guion itu memenangi Ligue 2 pada musim 2017/18 setelah memainkan 34 pertandingan dan hanya kebobolan 24 gol.
Periode penampilan pertama yang mengesankan di Ligue 1 mendorong Rennes untuk merekrut pemain internasional Senegal itu seharga 3,5 juta pounds (setara Rp 69 miliar).
Dalam satu-satunya musim di Roazhon Park, Mendy memainkan peran kunci dalam klub menyegel kualifikasi otomatis ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka berkat finis di tempat ketiga di musim 2019/20.
Chelsea kemudian mengontraknya dengan mahar 22 juta pounds (setara Rp 436 miliar) dan sekarang, enam tahun setelah berada di posisi terendah, Mendy bakal bermain di final Liga Champions bersama Chelsea.
Penampilan Mendy saat Chelsea menang 2-0 melawan Real Madrid di leg kedua babak semifinal pada Kamis (6/5) memang layak diacungi jempol. Ia berhasil mementahkan sejumlah peluang yang dihasilkan tim tamu.
Kiper yang kini berusia 29 tahun ini membuat lima penyelamatan di laga ini. Dua yang terbilang krusial dilakukannya di babak pertama saat menggagalkan peluang Karim Benzema.
Saat kedudukan 0-0, ia secara gemilang menepis sepakan melengkung Benzema. Ia juga bisa meredam usaha penyerang asal Prancis ini menyamakan kedudukan di menit ke-36. Ia terbang mementahkan sundulan Benzema.
Berkat nirbobol di laga tersebut, Mendy kini resmi masuk daftar penjaga gawang elite di Liga Champions. Sebab, dia punya catatan yang sama dengan dua nama legendaris yakni Edwin van der Saar dan Oliver Kahn.
Keduanya pernah mencatatkan delapan kali nirbobol di Liga Champions. Van der Saar bahkan melakukannya dua kali. Mereka juga pernah merasakan gelar juara Liga Champions.
Mendy punya peluang untuk melewati catatan apik Van der Sar dan Kahn. Sebab, dia masih punya satu laga yakni final. Jika mencatat sembilan nirbobol dalam semusim, Mendy akan menyamai catatan Keylor Navas, Sebastiano Rossi, dan Santi Canizares.
Penampilan apik Mendy di laga ini melanjutkan torehan menawannya sejak merapat ke Chelsea awal musim ini dari Rennes. Ia total telah membuat 24 cleansheet dari 27 laga yang dijalaninya bersama Chelsea.
Menurut catatan Transfermarkt, Mendy telah mengemas 75 cleansheet dari 167 pertandingan di semua ajang pada level klub sejauh ini. Adapun bersama Timnas Senegal, ia sudah mencetak 10 caps.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
