Kumparan Logo

Kisah Edwin Congo, Eks Striker Real Madrid yang Sempat Dituduh Bandar Narkoba

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Edwin Congo, eks pemain Real Madrid. Foto: Instagram/@edwincongo
zoom-in-whitePerbesar
Edwin Congo, eks pemain Real Madrid. Foto: Instagram/@edwincongo

Jika Anda penggemar fanatik Real Madrid tentu tidak asing dengan nama Edwin Congo. Sebab, banyak pendukung Los Blancos yang mungkin tidak sadar bahwa tim kesayangan mereka pernah memiliki pemain yang beroperasi sebagai striker ini.

Edwin Arturo Congo Murillo adalah mantan striker Timnas Kolombia yang sempat dijuluki The Next Faustino Asprilla. Dia ditransfer Real Madrid dari Once Caldas pada 1999 dengan 5 juta euro. Itu menjadikannya pemain termahal Kolombia pada era tersebut.

Lantaran bukan bagian dari 'galaksi lain', pesepak bola kelahiran Bogota, 7 Oktober 1976, itu tidak pernah bermain di tim utama selama 3 musim bermukim di Estadio Santiago Bernabeu. Dia lebih sering dipinjamkan ke klub lain, seperti Real Valladolid, Vitória Guimarães (Portugal), hingga Toulouse (Prancis).

Setelah tidak pernah bermain di Madrid, Congo bergabung dengan Levante. Di klub asal Valencia tersebut, dia baru mendapatkan banyak kesempatan merumput secara reguler. Selama 4 tahun, Congo bermain 112 kali di liga dengan memproduksi 21 gol.

Edwin Congo, eks pemain Real Madrid. Foto: Instagram/@edwincongo

Kemudian, Edwin Congo pindah ke Sporting Gijon. Di klub asal Asturias tersebut, dia bermain 34 kali dan mengemas 11 gol sepanjang 2006/2007. Dari sana, Congo hijrah ke Recreativo Huelva.

Dia hanya mendapatkan kesempatan bermain 6 kali pada 2007/08 sehingga memutuskan pindah ke Olímpic Xàtiva. Congo pensiun pada 2009 saat berusia 33 tahun.

Penyerang yang ikut membela Kolombia di Copa America 1999 dan 2004 tersebut tetap bermukim di Negeri Matador setelah gantung sepatu. Dia mengelola sebuah toko dan berbisnis kecil-kecilan. Congo juga mengaku sebagai dokter gigi di akun Instagram miliknya, @edwincongo.

Sesekali Congo muncul sebagai komentator di televisi dan radio lokal pada pertandingan sepak bola amatir maupun profesional di Madrid. Dia menganggap dirinya sebagai presenter ketika mendapatkan kesempatan mengudara. Ia sangat percaya diri ketika berhadapan dengan kamera atau mikrofon.

Edwin Congo, eks pemain Real Madrid. Foto: Instagram/@edwincongo

Akibat kemampuan public speaking yang bagus, Edwin Congo menjadi salah satu tamu utama di sebuah acara sepak bola di salah satu stasiun televisi Spanyol berjudul "El Chiringuito de Jugones".

Itu adalah acara yang sama dengan "The Debate on Sky Sports" di Inggris. Mereka berbicara tentang persaingan di La Liga, khususnya yang melibatkan dua tim besar, Barcelona dan Real Madrid.

Pengetahuan Congo tentang Madrid menjadi nilai lebih, meski sebenarnya belum pernah mengenakan seragam Los Blancos di pertandingan kompetitif.

X post embed

Berkat hal itu jugalah dia mendapatkan kesempatan bermain memperkuat Madrid Legends dalam sejumlah laga persahabatan musim panas di Spanyol, Inggris, maupun Italia.

Perjalanan hidup Edwin Congo semakin unik setelah pada Mei 2020 tiba-tiba menjadi headline di sejumlah media Spanyol. Bukan karena aktivitas sepak bola yang ditekuni atau prestasi di bisnis yang sedang dijalani bersama keluarganya.

Congo diberitakan televisi, koran, hingga portal berita online Negeri Matador karena ditangkap Kepolisian Spanyol. Dia dituduh menjadi bagian dari sindikat perdagangan narkotika internasional. Sindikat itu menyelundupkan kokain dari Kolombia ke Spanyol dan diduga menjadikan rumah Congo di Madrid sebagai tempat transit.

Edwin Congo ditangkap polisi karena diduga terlibat penyelundupan kokain. Foto: AFP/Jose Jordan

"Saya dihubungkan dengan para tersangka. Namun, saya tidak bersalah. Saya sama sekali tidak melakukan apa-apa dengan kokain," ujar Congo kepada La Sexta, saat itu, ketika meninggalkan Kantor Polisi.

Beruntung, Congo hanya dibawa ke Kantor Polisi sebagai saksi. Dia diinterogasi petugas yang menyelidiki kasus itu. Namun, setelah beberapa jam, ia akhirnya dibebaskan lantaran tidak cukup bukti. Konon, identitas pemilik 17 caps dan 3 gol untuk Timnas Kolombia itu sama dengan pelaku yang buron.

Dan, setelah dibebaskan, Congo kembali menikmati aktivitas hidupnya sebagai orang merdeka. Dia tidak pernah diminta datang ke kantor polisi lagi karena memang tidak ada hubungannya dengan sindikat tersebut. Sungguh pria yang beruntung!

****

embed from external kumparan