Kumparan Logo

Kisah Fabio Paim: Dulu Bikin Cristiano Ronaldo Minder, Kini Nganggur

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fabio Paim, eks pemain Sporting Lisbon dan Chelsea. Foto: Twitter/@fbwonderkids
zoom-in-whitePerbesar
Fabio Paim, eks pemain Sporting Lisbon dan Chelsea. Foto: Twitter/@fbwonderkids

Fabio Paim pernah membuat Cristiano Ronaldo minder saat baru berkarier di Inggris. Bahkan, Ronaldo sempat menyebut sang pemain lebih hebat darinya.

Sebagian besar dari kita mungkin sepakat bahwa Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik di dunia dalam 10 tahun terakhir selain Lionel Messi. Karier cemerlangnya bersama Portugal, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus menjadi salah satu buktinya.

Kapten Timnas Portugal itu juga tercatat menjadi pemain dengan koleksi gelar Liga Champions terbanyak, yaitu 5 trofi. Namun, ia sempat menyatakan bahwa dirinya tak lebih baik dari Fabio Paim, mantan rekan setimnya di Sporting CP.

"Jika Anda pikir saya hebat, tunggulah sampai Anda melihat Fabio Paim," ucap Ronaldo pada 2003, dikutip dari Give Me Sport.

Selebrasi pemain Juventus Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang AS Roma pada pertandingan lanjutan Serie A Italia di Allianz Stadium, Turin, Italia. Foto: Isabella BONOTTO / AFP

Hal itu jelas bertentangan dengan pernyataan Cristiano Ronaldo yang secara terang-terangan menyebut dirinya sebagai pemain terbaik dan terlengkap di dunia.

"Saya menghormati preferensi semua orang, tetapi saya belum pernah melihat orang yang lebih baik dari saya," ujar Ronaldo.

"Saya selalu berpikir demikian. Tidak ada pemain bola yang bisa melakukan hal yang saya bisa. Tidak ada pemain yang lebih lengkap dari saya," tambah.

Jika melihat situasi sekarang, Ronaldo sah-sah saja berucap seperti itu. Sebab, opininya soal Paim terbukti meleset sangat jauh. Kini, pemain berusia 33 tahun itu justru tidak sama sekali membuat karier yang bagus.

Fabio Paim, eks pemain Sporting Lisbon dan Chelsea. Foto: Twitter/@fbwonderkids

Paim naik ke tim senior Sporting Lisbon pada 2007, tetapi gagal bersinar. Pria kelahiran Estoril, Portugal, itu malah dipinjamkan ke banyak beberapa klub.

Salah satunya ke Chelsea pada 2008, saat The Blues dilatih Luiz Felipe Scolari. Namun, peminjamannya selama 4 bulan di Chelsea tidak mulus, sebab Paim tidak bermain di tim utama.

"Saya sering berlatih dengan tim utama, tetapi saya tidak bermain," kata Fabio Paim mengenai masa 'emasnya' bersama Chelsea.

Fabio Paim menceritakan, kariernya merosot gara-gara ketidaksanggupannya mengatur keuangan. Mendapatkan uang pada usia muda membuatnya kaget.

Saat masih dipinjamkan ke Chelsea, ia juga terbawa gaya hidup malam kota London. Alhasil, pola hidupnya berantakan. Ia dikenal tidak disiplin, bahkan ketika sudah pindah klub.

X post embed

"Kemerosotan karier saya dimulai ketika berusia 16 tahun. Saat itu, saya mendapat bayaran 20.000 euro per bulan dari Sporting. Mereka takut tidak bisa menjual saya dengan harga yang tinggi, sehingga memberikan gaji yang besar," ujar Paim.

"Saya tidak siap dengan segala materi itu. Pada awalnya, saya menghabiskan uang untuk membeli mobil. Saya punya Ferrari, Lamborghini, Porsche, Maserati, bahkan Punto juga saya beli."

"Kepindahan ke Chelsea tak memperbaiki keadaan. Sejak itu, saya berhenti berlatih dan meningkatkan kemampuan saya. Kehidupan malam di London terasa lebih menarik," katanya lagi.

Hingga 2010, Fabio Paim belum juga merasakan level kompetitif, baik bersama Sporting Lisbon maupun Chelsea. Dirinya kemudian dilepas ke Torreense. Itu juga cuma beberapa bulan saja.

Di klub tersebut, Paim hanya membuat tiga penampilan dan pergi ke Benua Afrika untuk bergabung dengan klub Angola, 1 de Agosto.

Fabio Paim, eks pemain Sporting Lisbon dan Chelsea. Foto: Twitter/@SportingCPYouth

Dalam 8 tahun karier berikutnya itulah Paim menjelajah ke tujuh negara, yaitu China, Angola, Malta, Lituania, Luksemburg, Qatar, dan Brasil tanpa pencapaian berarti.

Pada 2015, Paim sempat dipecat oleh klubnya, Union 05 Kayl-Tetange, yang bermain di Divisi Kedua Liga Luksemburg karena perilaku tak profesional. Kariernya semakin tidak jelas usai dipecat oleh klub asal Luksemburg tersebut.

Pada 2019, Paim sempat ditangkap oleh kepolisian karena diduga menjadi pengedar kokain dengan barang bukti 12 gram kokain dan uang 900 euro (Rp 14,7 juta). Ia juga ditangkap tengah bersama wanita berusia 43 tahun yang diduga perempuan bayaran. Tak cuma itu, polisi menyita sebuah BMW.

Meski begitu, Fabio Paim kini sudah dibebaskan, namun belum bermain lagi hingga saat ini. Menurut catatan Transfermarkt, ia hanya mencatatkan 36 laga dengan torehan 2 gol sepanjang karier sepak bolanya.

****

embed from external kumparan