Kisah Gabriel Obertan, Penerus CR7 di MU yang Kini Nganggur
ยทwaktu baca 3 menit

Bagi penggemar Manchester United (MU), pasti sudah tidak asing dengan pemain bernama Gabriel Obertan. Sosok yang pernah disebut sebagai penerus Cristiano Ronaldo (CR7) itu kini berstatus tanpa klub alias nganggur.
Menurut laporan Manchester Evening News, Manchester United menjual Cristiano Ronaldo pada bursa transfer musim panas tahun 2009 silam dengan biaya 80 juta pounds. Angka tersebut menjadi rekor transfer tertinggi di dunia.
Selanjutnya, empat pemain didatangkan Sir Alex Ferguson untuk MU. Mereka adalah Antonio Valencia, Michael Owen, Mame Biram Diouf, dan Gabriel Obertan. Nama terakhir diplot menjadi suksesor Ronaldo.
Obertan disebut sebagai penerus Ronaldo karena memiliki tipe bermain yang serupa. Sebagai winger, ia memiliki kecepatan dan kemampuan olah bola yang cukup bagus.
Saat peresmiannya, Ferguson mengejutkan banyak orang. Kepada media, pelatih asal Skotlandia itu mengatakan sudah memantau Obertan selama dua tahun. Ia cukup yakin dengan potensi sang pemain.
"Gabriel [Obertan] adalah pemain yang telah kami pantau lama. Tapi, upaya kami untuk membawanya ke sini selalu tertunda," ucap Ferguson saat itu.
"Kami senang mendapatkannya sekarang karena dia adalah prospek yang menarik. Kami ingin mendapatkan pemain muda dan mengembangkan mereka. Kami akan melihatnya di Gabriel selama dua tahun ke depan," tambahnya.
Namun, anggapan Ferguson ternyata salah. Kehebatan Obertan di Prancis U-17, U-19, U-21 plus Bordeaux tak bisa ditampilkannya di Old Trafford.
Cedera tulang belakang membuat Obertan hanya diberikan kesempatan terbatas pada musim pertamanya. Dia tampil 27 kali di semua kompetisi bareng MU dengan catatan 1 gol dan 4 assist.
Setelah dua musim di MU, Obertan tidak berkembang menjadi pemain sayap berbakat secara teknis seperti yang diharapkan. Jangankan mengikuti jejak Ronaldo, untuk sekadar duduk di bench saja kesulitan.
Gagal di MU, Obertan hengkang ke Newcastle. Pada musim panas 2011, dia menandatangani kontrak lima tahun di St James' Park. Hasilnya, dia mengumpulkan 77 penampilan dengan torehan 3 gol dan 10 assist.
Pada musim panas 2016, Obertan bergabung dengan klub Rusia, Anzhi Makhachkala, setelah diyakinkan oleh mantan pemain Arsenal dan Real Madrid, Lassana Diarra.
Akan tetapi, Obertan kembali gagal menampilkan performa yang gemilang. Di sana, ia hanya mampu tampil sembilan laga dengan membuat 1 gol dan 1 assist.
Obertan kemudian kembali ke Inggris. Tapi, dia tidak bermain di Liga Inggris, melainkan bergabung dengan tim divisi Championship, Wigan Athletic.
Obertan pun hanya mengumpulkan satu gol dan tidak mampu menjaga The Latics dari degradasi ke League One (kasta ketiga). Hasil itu ternyata berdampak sangat besar pada karier profesionalnya.
Minat dari klub-klub besar untuk Obertan tidak ada lagi. Kemudian, kontrak sang pemain di Wigan diputus. Ketika tidak ada lagi klub dari lima liga papan atas Benua Biru yang tertarik, Obertan pergi ke Bulgaria. Dia bergabung dengan Levski Sofia pada 2017.
Dengan level kompetisi di negeri Eropa Timur itu yang rendah, Obertan punya lebih banyak kesempatan bermain. Selama waktunya di Bulgaria, dia sanggup mengumpulkan 51 penampilan liga dalam dua musim.
Bahkan, Obertan menjadi kapten tim pada beberapa kesempatan. Penampilan di Bulgaria membuatnya pindah ke klub semenjana di kompetisi Turki, Erzurumspor.
Saat datang pada 2018, klub berseragam biru itu main di Liga Super Turki sebagai klub promosi. Pada musim pertamanya, Erzurumspor langsung terdegradasi ke First League setelah finis di peringkat 17.
Tidak patah semangat dengan kondisi, Obertan berhasil membantu Erzurumspor kembali ke Super Liga dengan menjadi runner-up First League 2019/20. Tapi, lagi-lagi mereka terdegradasi usai tampil buruk di Liga Super Turki 2020/21 dengan menempati urutan 18 klasemen akhir.
Performa butut yang ditampilkan Obertan pun membuat kontraknya bersama Erzurumspor tidak diperpanjang. Menurut laporan Transfermarkt, ia saat ini tidak sedang membela klub mana pun sejak akhir Juli silam.
Obertan yang kini berusia 32 tahun sudah mencetak 40 gol dan 51 assist dari 381 pertandingan di semua ajang pada level klub.
