Kumparan Logo

Kisah Gila Mark Hughes: Main 2 Kali Sehari di 2 Negara Berbeda

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mark Hughes. Foto: ANDREW YATES / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mark Hughes. Foto: ANDREW YATES / AFP

Cerita 'Gila' Mark Hughes mungkin tak akan lagi ditemukan di era sepak bola modern seperti saat ini. Bagaimana tidak, Hughes pernah bermain dua pertandingan dalam satu hari di dua negara berbeda.

Sedikit tentang Hughes, ia adalah striker top Eropa di era 80 dan 90-an. Kita mungkin lebih mengenalnya sebagai sosok Pelatih. Ya, Hughes pernah mengarsiteki tim-tim Inggris seperti Southampton, Fulham, Stoke City, Queens Park Rangers, Blackburn Rovers, bahkan Manchester City.

Kisah gila ini bermula saat Hughes mulai menapaki karier profesionalnya. Pada 1986, ia dipinang Barcelona dari Manchester United. Kala itu, Manajer Barcelona, Terry Venables, membuat dua gebrakan penting dengan mendatangkan Hughes dari MU dan Gary Lineker dari Everton.

Tujuannya, ia ingin memberi aroma 'Inggris' di lini depan Barcelona--meski sebenarnya Hughes berasal dari Wales.

Mark Hughes mengapresiasi kemenangan dan penampilan City. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Singkat cerita, Hughes ternyata gagal nyetel dengan skuad Barcelona. Di musim keduanya di Barca, ia mendapat tawaran dari Bayern Muenchen.

Pada suatu kesempatan, Hughes memenuhi undangan makan malam bersama Manajer Bayern saat itu, Uli Hoeness. Kesepakatan pun dibuat, kedua pihak setuju Hughes datang ke Bayern dengan status pinjaman.

Hughes langsung diproyeksikan untuk bermain di laga besar melawan Borussia Moenchengladbach. Namun, di hari yang sama ia harus membela Timnas Wales di pertandingan yang tak kalah penting: Kualifikasi Kompetisi Eropa.

''Jam berapa kamu bermain (untuk Wales)?,'' tanya Uli Hoeness saat itu, dikutip dari These Football Times. ''Pukul 16:30'', Hughes menjawab.

''Ya sudah, tak apa. Kamu bisa bermain (untuk Bayern Muenchen) di malam harinya,'' kata Uli Hoeness.

Mark Hughes. Foto: ANDREW YATES / AFP

Pada 11 November 1987, hal gila ini benar-benar terjadi. Hughes bergabung bersama Timnas Wales dalam laga melawan Czechoslovakia (saat ini Ceko) di Kota Praha. Uli Hoeness pun menemani Hughes dan menyaksikan langsung di stadion.

Wales sendiri harus takluk 0-2 kala itu. Saat rekan-rekan Hughes menuju ke ruang ganti untuk bersih-bersih dan istirahat, ia langsung menuju bandara dan terbang ke Munich bersama Uli Hoeness.

Hughes akhirnya sampai di stadion tepat di awal-awal babak kedua. Saat itu, Bayern dalam posisi tertinggal 0-2 oleh Borussia Moenchengladbach di ajang DFB Pokal.

Magi Hughes langsung terasa saat ia bermain. Alhasil, Bayern mampu membalikkan keadaan menjadi 3-2 sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar DFB Pokal.

Well, kejadian semacam ini mungkin tak akan pernah kembali terulang. Sebab, di masa kini kondisi fisik para pemain benar-benar diperhatikan secara detail.

---

embed from external kumparan