Bola & Sports
·
9 April 2021 15:10

Kisah Hicham Zerouali: Pemilik Nomor Punggung 0 di Dunia Sepak Bola

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kisah Hicham Zerouali: Pemilik Nomor Punggung 0 di Dunia Sepak Bola (278881)
Hicham Zerouali. Foto: Dok. Aberdeen FC
Sepanjang sejarah sepak bola, ada pemain yang pernah memakai nomor punggung tak lazim. Salah satunya adalah Hicham Zerouali. Pemain yang pernah memakai nomor punggung 0 itu harus berakhir lebih cepat usai mengalami kecelakaan.
ADVERTISEMENT
Zerouali memiliki julukan "The Moroccan Magician". Julukan itu didapatkan karena latar belakangnya yang berasal dari Maroko. Semasa hidup, dia bermain sebagai penyerang untuk klub-klub di banyak negara seperti Maroko, Skotlandia, dan Uni Emirat Arab.
Karier Zerouali dimulai ketika membela Yaakoub El Mansouria dan USP Police di level junior. Kemudian, dia mengikat kontrak profesional dengan FUS de Rabat pada 1996 dan merumput hingga 1999.
Permainan bagus yang ditunjukkan Zerouali di Maroko membuatnya dilirik pelatih Aberdeen ketika itu, Ebbe Skovdahl. Klub dari Skotlandia tersebut mengeluarkan 450.000 pounds untuk transfer Zerouali. Dalam sekejap, Zerouali menjadi fenomena. Meski harus bersaing dengan pemain-pemain lain, ia sanggup mencuri hati suporter Aberdeen.
Zerouali sangat populer dikalangan suporter Aberdeen dan para penggemar sepakbola di Skotlandia karena nomor punggungnya yang unik. Dia memilih menggunakan jersi nomor 0. Alasannya sangat sederhana. Nomor itu berasal dari nama belakangnya, "Zero" (Zerouali).
Kisah Hicham Zerouali: Pemilik Nomor Punggung 0 di Dunia Sepak Bola (278882)
Hicham Zerouali. Foto: Dok. Aberdeen FC
Uniknya, Asosiasi Sepakbola Skotlandia (SFA) dan Liga Premier Skotlandia (SPL) memberikan izin kepada Zerouali. Padahal, dalam regulasi FIFA jelas tertulis bahwa nomor punggung pemain dari 1 sampai 99.
ADVERTISEMENT
Jadilah Zerouali menjadi pemain pertama dan satu-satunya di Skotlandia dan Britania Raya yang menggunakan nomor punggung 0 di kompetisi resmi.
Dengan nomor punggung aneh itu, Zerouali mengawali petualangan di Skotlandia dengan bagus. Pada Januari 2000, Zerouali mencetak gol tendangan bebas spektakuler dari jarak lebih 30 meter dalam pertandingan Piala Skotlandia melawan St Mirren untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan. Zerouali kemudian mencetak gol dalam kemenangan 2-0 di laga ulangan.
Pada akhir musim 1999/00, Aberdeen mencapai dua final dalam ajang Piala Liga Skotlandia dan Piala Skotlandia. Zerouali bermain di kedua pertandingan tersebut. Sayang, nomor punggungnya membawa kesialan karena Aberdeen nol trofi di dua laga final bersejarah itu.
Kesialan Zerouali dengan nomor punggung 0 berlanjut beberapa pekan kemudian. Dia mengalami cedera patah pergelangan kaki saat pertandingan melawan Motherwell. Akibatnya, Zerouali harus absen di Olimpiade Sydney dan berlanjut sepanjang musim 2000/01.
ADVERTISEMENT
Ternyata, kesialan Zerouali dengan nomor 0 belum berakhir setelah sembuh dan diizinkan bermain kembali. Otoritas berwenang di sepakbola Skotlandia mengeluarkan larangan kepada para pemain untuk mengenakan nomor punggung selain 1-99. Akibatnya, Zerouali menanggalkan nomor punggung lamanya dan mengganti dengan 11.
Entah kebetulan atau tidak, keputusan menanggalkan nomor punggung 0 ternyata berbuah keberuntungan. Zerouali semakin dielu-elukan suporter Aberdeen karena beberapa gol pentingnya.
Salah satunya hattrick luar biasa ketika melawan Dundee United. Dia juga kembali mencetak gol spektakuler dari jarak hampir 30 meter ke gawang Kilmarnock dengan kaki kirinya.
Performa yang bagus dengan nomor 11 berlanjut ke timnas. Pada 2002, Zerouali terpilih mewakili Maroko ke Piala Afrika. Dia bermain bersama sejumlah pemain legendaris Maroko seperti Noureddine Naybet, Adil Ramzi, atau Badr El Kaddouri. Pada turnamen di Mali itu, Zerouali mencetak 2 gol dalam kemenangan 2-1 atas Burkina Faso.
ADVERTISEMENT
Sayang, keberuntungan Zerouali dengan nomor punggung 11 tidak bertahan lama. Dia meninggalkan Aberdeen untuk pindah ke Al-Nassr di UEA. Setelah 1 musim, dia kembali ke Maroko untuk membela FAR rabat pada 2004. Keputusan yang disesali para penggemarnya.
Pada 5 Desember 2004, Zerouali sedang mengemudikan kendaraannya dalam kecepatan tinggi di Rabat. Tiba-tiba kecelakaan lalu lintas fatal terjadi. Dia meninggal di tempat dalam usia 27 tahun.
Tragedi itu terjadi hanya 1 hari setelah Zerouali bermain untuk FAR dan mencetak gol di Liga Maroko. Dia meninggalkan seorang putri dari pacarnya yang ada di Skotlandia.
Meski dimakamkan di Maroko, Aberdeen tidak lupa menggelar upacara pelepasan jenazah di Pittodrie Stadium. Upacara itu dihadiri ribuan suporter. Kemudian, nomor punggung legendaris 0 dipensiunkan selamanya dan di museum klub.
ADVERTISEMENT
"Hicham adalah pria baik, yang diidolakan oleh para penggemar di sini. Dia kembali ke Pittodrie pada awal musim untuk menonton pertandingan dan sangat bersemangat. Pikiran kami bersama Leone (ibu dari putri Zerouali, Anisa) dan keluarga yang ditinggalkan," kata mantan rekan setim Zerouali, Russell Anderson, dikutip dari BBC Sport.
"Dia adalah bakat luar biasa yang dicintai dan dikagumi oleh semua orang selama waktunya di Aberdeen. Sayang, hidupnya dipersingkat dengan cara ini. Benar-benar memilukan," tulis pernyataan resmi Aberdeen saat itu.
Menurut catatan Transfermarkt, Zerouali berhasil mencatatkan 16 caps bersama tim nasional Maroko dengan torehan 4 gol.
****