Kisah Mauricio Pochettino: Dulu Lawan, Kini Jadi Pelatih Messi di PSG
·waktu baca 2 menit

Siapa sangka, Mauricio Pochettino, menjadi salah satu saksi sejarah laga debut Messi di Barcelona pada 2004. Pelatih PSG itu menjadi bagian dari pertahan Espanyol, klub yang dihadapi Blaugrana saat itu.
Bermain sebagai bek tengah Espanyol, Pochettino gagal menghentikan Deco untuk mencetak satu-satunya gol di laga tersebut sebelum Messi masuk delapan menit menjelang laga usai. Kemenangan 1-0 pun diamankan Barcelona di laga itu.
Setahun setelah laga tersebut, Pochettino hampir merasakan bermain satu tim bersama Lionel Messi. Tepat pada 2005, kesepakatan peminjaman Messi ke Espanyol nyaris terlaksana.
“Messi akan bermain bersama Espanyol, kesepakatan pinjaman telah selesai. Mimpi saya selalu untuk mengelola pemain terbaik, sejak saya masih bersama Espanyol dan Southampton dan kesepakatan itu sudah dekat," ucap Pochettino pada awal 2021, dikutip dari talkSPORT.
“Kesepakatan itu berjalan dengan baik, tetapi dia [Messi] memberikan penampilan yang bagus pada ajang pramusim Joan Gamper 2005 dan itu adalah akhir dari semuanya,” tambahnya.
Pochettino kemudian pensiun sebagai pemain pada 2006 dan menjalani karier kepelatihan tiga tahun setelahnya. Ia menukangi Espanyol saat Messi dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Meski saat itu belum berhasil bermain bersama, tetapi keduanya selalu dekat dengan semangat cinta yang dibawa dari Newell's Old Boys, klub masa kecil yang sama-sama mengikat mereka.
“Kami telah menempatkan diri selama bertahun-tahun di tempat-tempat seperti London atau Italia. Kami berdua berbagi cinta untuk Newell's, karena kami berdua berasal dari akademi mereka dan itu adalah ikatan bersama kami,” terang Pochettino.
Terkini, harapan Pochettino akhirnya terkabul. Kedatangan Lionel Messi ke Paris Saint-Germain membuat keduanya resmi bekerja sama sebagai seorang pemain dan pelatih.
Hadirnya Messi di PSG juga menambah daya gedor yang dimiliki raksasa Prancis tersebut. Ditambah dengan Neymar dan Mbappe di lini serang, bukan tak mungkin trofi Liga Champions akan semakin dekat ke Parc des Princes.
