Kisah Peraih Emas SEA Games 1991: Dulu Latihan Lari di Gunung
·waktu baca 2 menit

Indonesia terakhir kali meraih medali emas di cabang olahraga sepak bola SEA Games pada 1991 silam. Ada cerita menarik dari kesuksesan tersebut, salah satunya adalah latihan di gunung.
Kisah itu diceritakan oleh Toyo Haryono. Toyo adalah pemain belakang Timnas Indonesia kala itu dalam skuad yang diarsiteki oleh Anatoli Polosin.
Toyo dan rekan-rekannya menjalani latihan di Malang. Menu latihan fisik yang diberikan Polosin cukup berat pada saat itu sehingga beberapa pemain kabur karena tak kuat.
"Di SEA Games, latihan tiga kali cukup luar biasa. Banyak yang kabur karena tak kuat program Polosin," cerita Toyo di Kantor PSSI, GBK Arena, Jakarta, pada Senin (17/4).
"Pasti kami naik gunung, lari di gunung. Basic fisik. Kami latihannya ke Malang. Gunung juga, fisik terus," tambahnya.
Toyo mengungkapkan bahwa Polosin begitu mementingkan kekuatan fisik. Kekuatan itu juga yang membawa Timnas Indonesia berhasil mencapai final SEA Games 1991.
Kala itu, Timnas Indonesia harus melewati adu penalti saat melawan Singapura di babak semifinal. Kondisi serupa juga dilewati saat melawan Thailand di partai final hingga akhirnya 'Merah Putih' berkibar paling tinggi di Rizal Memorial Stadium, Filipina.
"Semua serba fisik. Jadi waktu pertandingan di Manila itu modal fisik. Tapi taktik kalah dari Thailand," kenang Toyo.
"Tapi karena fisik, kita menang dan dapat semifinal adu penalti, final juga. Jadi memang yang dipegang Polosin itu fisik," sambungnya.
1991 adalah terakhir kali Indonesia menyabet medali emas di cabang olahraga SEA Games. Kini, Timnas U-22 asuhan Indra Sjafri berniat untuk mengulang sejarah tersebut di SEA Games 2023 yang digelar di Kamboja.
