Kumparan Logo

Kisah Pierre-Emerick Aubameyang: Mesin Gol Arsenal yang Nyaris Pensiun Dini

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang saat melawan West Bromwich, Rabu (25/8/2021). Foto: Andrew Boyers/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang saat melawan West Bromwich, Rabu (25/8/2021). Foto: Andrew Boyers/Reuters

Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pahlawan Arsenal saat menang dari West Brom di Piala Liga Inggris 2021/22. Namun siapa sangka, sang pemain hampir tinggalkan sepak bola saat masih muda.

Arsenal berhasil mencatatkan kemenangan perdana di musim ini. Mereka membantai West Brom enam gol tanpa balas pada ajang Piala Liga Inggris. Aubameyang jadi bintang kemenangan The Gunners usai mencetak hattrick.

Bukan hanya mencetak tiga gol, Aubameyang juga tercatat membuat satu assist dengan tendangan akrobatik untuk gol Nicolas Pepe. Adapun, dua gol sisanya hadir lewat Bukayo Saka dan Alexandre Lacazette.

Kemenangan ini sangat penting bagi Arsenal. Mereka bisa mendapat sedikit motivasi jelang laga melawan Man City di pekan ketiga Liga Inggris, Sabtu (28/8). Sebelumnya, pasukan Mikel Arteta menelan dua kekalahan beruntun.

Selebrasi pemain Arsenal usai mencetak gol ke gawang West Bromwich Albion pada pertandingan Piala Carabao di The Hawthorns, West Bromwich, Inggris. Foto: Andrew Boyers/REUTERS

Arsenal juga mendapat dorongan lebih dengan kembalinya Aubameyang di lini serang. Bersama Lacazette, sang striker absen di dua laga awal The Gunners karena sempat terpapar Covid-19.

Sebelum menjadi andalan Arsenal, Aubameyang ternyata memiliki masa-masa sulit dalam perjalanan hidupnya. Penyerang Timnas Gabon itu hampir saja meninggalkan dunia sepak bola di tahapan awal kariernya.

"Saya bermain di posisi sayap ketimbang posisi striker karena kecepatan saya. Saya selalu cepat dan semua orang memberitahu saya bahwa saya begitu cepat, tapi ketika umur saya bertambah, kurang lebih 15 atau 16, saya sedikit kehilangan kecepatan saya," ungkap Aubayemang, dikutip dari laman resmi Arsenal.

"Saya mengalami beberapa masalah dengan lutut saya dan saya tidak dapat berlari secepat yang biasa saya lakukan. Jadi, saya sedikit merasa hilang cinta pada sepakbola. Saya tidak punya klub, saya tidak bersekolah, saya hanya di rumah berusaha untuk berpikir secara positif," tambahnya.

X post embed

"Itu adalah saat-saat sulit dan saya berpikir untuk berhenti [dari sepak bola], tapi setiap hari saya berlatih keras. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya merasa harus berlatih keras sebab Anda tidak akan pernah tahu dalam hidup. Sesuatu bisa terjadi," tutur eks pemain Borussia Dortmund itu.

Aubameyang lalu membeberkan bagaimana dirinya bisa menemukan titik balik dalam hidupnya hingga bisa menjadi pemain bintang seperti sekarang.

"Lalu, enam bulan setelah kerja keras, ayah saya memanggil saya dan mengatakan 'Apakah kamu siap untuk berlatih dengan tim?'. Saya jawab 'Ya, tentu saja!', sebab saya bekerja keras selama enam bulan untuk meraih kesempatan ini," lanjutnya.

"Itu ketika saya mulai berlatih dengan Bastia dan dari sana, begitulah awal mula karier profesional saya," pungkas Aubameyang.

Aubameyang menangkan Dortmund. Foto: Reuters/Michael Dalder

Aubameyang sendiri lahir di Laval, Prancis, pada 18 Juni 1989. Ia memulai karier sepak bola dengan bermain bersama Laval, Rouen, dan Bastia sebelum bergabung dengan tim junior AC Milan pada 2007.

Aubameyang kemudian dilepas Milan ke St Etienne pada 2011. Keputusan ini tentu disesali oleh Rossoneri, sebab sejak saat itu Aubameyang menjelma menjadi striker haus gol.

Aubameyang tak pernah absen bikin dua digit gol dalam 9 tahun terakhir, bersama St Etienne (2011-2013), Borussia Dortmund (2013-2017), dan Arsenal (2018-2020).

Menurut catatan Transfermarkt, Aubameyang tercatat telah mengemas 290 gol dan 90 assist dari 563 pertandingan pada level klub sejauh ini. Adapun bersama Timnas Gabon, ia berhasil mengemas 26 gol dari 72 caps.