Kumparan Logo

Kisah Ricardo: Kiper Timnas Spanyol, Cuma Main 5 Kali di Manchester United

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan penjaga gawang Manchester United, Ricardo. Foto: John Peters/Manchester United via Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Mantan penjaga gawang Manchester United, Ricardo. Foto: John Peters/Manchester United via Getty Images

Pemain yang berseragam Manchester United belum tentu akan memiliki karier yang cemerlang. Ricardo adalah salah satu contoh dari sekian banyak calon bintang Old Trafford yang gagal bersinar.

Ricardo berlabuh ke kota Manchester pada Juli 2002 dari Real Valladolid dengan nilai transfer Rp 38,6 miliar. Sebelumnya, ia adalah bagian dari Timnas Spanyol di Piala Dunia 2002.

Penjaga gawang kelahiran Madrid itu dua kali dipercaya di bawah mistar La Furia Roja selama gelaran tersebut. Ia diharapkan bisa bersaing dengan Fabian Barthez dan Roy Carrol.

embed from external kumparan

Dua kali membela Spanyol, Ricardo telah diintai oleh Sir Alex Ferguson dan diberi kesempatan pertamanya dalam pertandingan pembuka Liga Champions United melawan Maccabi Haifa ketika ia dimasukkan menggantikan Barthez selama 23 menit terakhir.

Sir Alex Ferguson kemudian memberikan kepercayaan padanya dalam laga perdana Liga Champions 2002/03 saat melawan Maccabi Haifa. Ricardo masuk menggantikan Barthez di 23 menit terakhir.

Selama musim tersebut, ia hanya menjadi starter di tiga laga dan hanya sekali bermain di Liga Inggris. Kala itu melawan Blackburn Rovers di mana Ricardo menyebabkan tendangan penalti kemudian menyelamatkannya.

Itu adalah penampilan pertama dan terakhir Ricardo di Liga Inggris. Ia menghabiskan musim keduanya dengan menjadi pemain pinjaman di Racing Santander.

Kembali ke Old Trafford pada musim 2004/05, Ricardo tak kunjung memiliki nasib bagus dengan prestasi terbaiknya di tim utama adalah mengisi bangku cadangan dalam enam laga.

Ricardo bersama Cesc Fabregas. Foto: Instagram/@ricardolfe

Secara total, Ricardo hanya bermain sebanyak lima kali untuk The Red Devils. Ia akhirnya kembali ke kampung halamannya dan bermain untuk Osasuna pada Juli 2005.

Ricardo bermain selama 207 pertandingan lagi sebelum akhirnya memutuskan menggantung sarung kipernya pada Juli 2013.

Mungkin Ricardo hanya bermain selama lima pertandingan bersama 'Setan Merah', bukan berarti ia tak membawa bekal apa-apa di sana. Salah satu keuntungannya berada di Manchester adalah bahasa Inggris.

Belajar bahasa Inggris, bagaimanapun, yang paling menguntungkan Ricardo. Hal itu memungkinkan dia untuk bekerja di Belgia dan Jepang sebagai pelatih.

"Saya pikir itu adalah hal terbaik dari bermain di sana [Manchester United]. Sangat berarti bagi saya untuk melakukan perjalanan keliling dunia, ke Jepang dan Brugge," kata Ricardo dikutip dari These Football Times.

****

embed from external kumparan