Kumparan Logo

Kisah Sulley Muntari yang Teguh Berpuasa Ramadan Meski Dikritik Jose Mourinho

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sulley Ali Muntari (tengah) menunjukkan jersey Inter Milan di samping pelatih Inter Milan Jose Mourinho (kanan). Foto: Emilio Andreoli / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sulley Ali Muntari (tengah) menunjukkan jersey Inter Milan di samping pelatih Inter Milan Jose Mourinho (kanan). Foto: Emilio Andreoli / AFP

Sebagai pesepak bola muslim, Sulley Muntari tetap menjalankan ibadah puasa ramadan meski sedang melakoni kompetisi. Prinsip teguh sang pemain ini pun pernah memantik persoalan dengan Jose Mourinho.

Peristiwa tersebut terjadi saat Muntari bermain untuk Inter Milan yang kala itu dibesut Mourinho. Nerazzurri selaku juara bertahan mengawali Liga Italia Serie A 2009/10 dengan hasil kurang mulus lantaran ditahan imbang Bari 1-1 di kandang sendiri.

Mourinho menurunkan Muntari sebagai starter di laga pembuka yang berlangsung pada bulan Ramadan itu. Namun, sang gelandang dengan cepat ditarik keluar pada menit 29 babak pertama untuk digantikan oleh Mario Balotelli.

Rupanya, The Special One kurang puas dengan penampilan Muntari. Menurut juru taktik asal Portugal ini, pemain asal Ghana itu tampil tak maksimal dan terpaksa diganti lebih cepat.

Mou kemudian "salahkan" puasa Ramadan usai laga, Mourinho menyebut kondisi fisik dan stamina Muntari kurang prima lantaran bertanding sambil terus berpuasa, ditambah cuaca yang cukup menyengat.

Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho. Foto: Carl Recine/REUTERS

“Muntari mempunyai sedikit masalah yang berkaitan dengan Ramadan. Mungkin dengan suhu sepanas ini tidak cocok buatnya untuk melakukan itu [puasa]," ucap Mourinho saat itu, dikutip dari Daily Mail.

"Ramadan datang pada saat yang kurang ideal buat pesepakbola untuk bisa bermain maksimal,” tambah pelatih yang kini membesut Tottenham Hotspurs.

Kritikan pedas Mou terhadap Muntari dan seolah-olah menyalahkan puasa Ramadan itu tak pelak menuai kecam. Salah satunya datang dari Ketua Komunitas Persatuan Islam Italia, Mohamed Nour Dachcan.

“Saya pikir Mourinho harus sedikit mengurangi bicaranya," imbuh Dachcan.

"Seorang pemain yang melaksanakan ibadah tidak akan melemahkannya, kami tahu dari Institut Medis dan Olahraga bahwa stabilitas mental dan psikologis seorang atlet dapat memberi keunggulan di lapangan,” sambungnya.

Muntari diperlakukan tak adil. Foto: ANSA/Fabio Murru

Pembelaan untuk Muntari juga hadir dari seorang personal trainer pemain bernama Stefano Tirelli. Ia menilai, gelandang Ghana itu sanggup beradaptasi meskipun tengah menjalani ibadah puasa Ramadan.

“Tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama terhadap pantangan serta perubahan kebiasaan selama Ramadan,” tutur Tirelli.

“Beberapa atlet sangat menderita dan hanya punya sedikit energi saat latihan dan pertandingan. Namun sebagian yang lain berdasar karakter, emosi, dan genetik mereka mampu tetap mempertahankan performa, Muntari adalah salah satunya,” imbuhnya.

Meski demikian, bukan Mourinho namanya jika tak kukuh mempertahankan apa yang ia yakini benar. Walaupun menuai kritik, mantan pelatih Chelsea dan FC Porto ini tetap melakukan 'pembalasan' terhadap Muntari.

Sejak insiden kontra Bari di pekan pertama, Mou tidak memainkan Muntari sejak menit awal, bahkan benar-benar menepikan sang pemain, di beberapa laga berikutnya. 'Hukuman' untuk Muntari diberikan Mourinho di laga pekan ke-2 melawan rival sekota, AC Milan.

X post embed

Nama Muntari tidak tercantum sebagai starting line-up di pertandingan tandang itu. Di duel derbi tersebut, Muntari baru dimasukkan pada menit 60 untuk menggantikan Thiago Motta, dalam kedudukan 3-0 untuk keunggulan La Benamata.

Inter pun menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 4-0 atas tuan rumah. Muntari lagi-lagi harus memulai laga dari bangku cadangan di pekan berikutnya kala menjamu Parma di Stadion Giuseppe Meazza.

Dalam situasi tanpa gol, pemain bernama lengkap Suleyman Ali Muntari menggantikan Patrick Vieira di menit 70. Masuknya Muntari tenyata membawa berkah bagi Inter Milan.

Belum semenit ia menginjakkan kaki di lapangan, tuan rumah unggul 1-0 lewat gol Samuel Eto'o. Gol Diego Milito jelang laga usai membuat skor akhir menunjukkan angka 2-0 untuk pasukan Mourinho.

Kendati begitu, Muntari tetap kehilangan posisi reguler dalam tiga laga berikutnya, yakni saat dijamu Cagliari (menang 2-1), menghadapi Napoli (menang 3-1), dan bertandang ke markas Sampdoria (kalah 1-2).

X post embed

Perlakuan Mourinho terhadap Muntari tersebut memunculkan kabar tak sedap bahwa telah terjadi masalah di antara keduanya. Namun, Muntari membantahnya.

“Saya mendengar rumor bahwa saya punya masalah dengan pelatih. Dia (Mourinho) banyak mendukungku. Saya tidak tahu dari mana rumor itu datang. Maksud saya ini bulan Ramadan. Setelah itu saya harap dapat bermain lagi,” ujar Muntari.

Muntari pun akhirnya kembali mendapatkan kembali tempatnya di skuad utama Inter Milan di pekan ke-7 melawan Udinese pada 4 Oktober 2009, atau setelah Ramadan tahun itu usai.

Mourinho sendiri juga menyampaikan klarifikasinya perihal komentarnya terhadap Muntari yang sedang berpuasa ramadan kala itu. Ia menyebut media sengaja memotong semua ucapan yang dilontarkan pelatih yang saat ini membesut Tottenham Hotspur tersebut.

"Situasi dengan Muntari adalah tanggung jawab Anda (reporter). Saya tahu apa yang saya katakan. Saya berkata 'Anda tidak dapat mengkritik keputusan Muntari karena ini adalah masalah iman dan agama'," ujar Mou pada tahun 2009, dikutip dari Reuters.

X post embed

"Artinya saya terima, saya tidak pernah bilang Muntari harus melupakan keyakinannya. Jika seseorang di komunitas Islam kesal dengan saya, itu salah Anda," katanya.

Adapun selama empat musim berseragam Inter Milan, Muntari mencicipi dua gelar Scudetti Serie A, satu trofi Liga Champions, dan sederet gelar lainnya.

Menurut catatan Transfermarkt, Muntari kini sudah pensiun. Klub terakhir yang dibelanya adalah klub divisi kedua Liga Spanyol, Albacete. Selain Inter Milan, ia pernah membela AC Milan, Udinese, dan Sunderland.

Selama kariernya, Muntari berhasil mencatatkan 424 pertandingan dengan torehan 39 gol dan 33 assist. Sementara bersama Timnas Ghana, ia mengemas 20 gol dari 89 caps.

****

embed from external kumparan