Klopp Mengenang Upaya Comeback Dortmund untuk Menginspirasi Liverpool

Tak sedikit inspirasi buat Liverpool mengejar defisit tiga gol dari Barcelona di semifinal Liga Champions. Jangan jauh-jauh, bagaimana La Blaugrana tersingkir musim lalu bisa menjadi contoh.
Barcelona sempat berada di atas angin berkat kemenangan 4-1 atas AS Roma pada laga perempat final pertama di Stadion Camp Nou. Tiket semifinal yang sudah di depan mata malah melayang gara-gara kekalahan 0-3 saat Lionel Messi dan kolega melawat ke Stadion Olimpico.
Atau, stori bertajuk La Remontada milik sang lawan bisa menjadi inspirasi lain. Di babak 16 besar Liga Champions 2016/17, Barcelona membalikkan ketinggalan 0-4 lewat kemenangan 6-1 atas Paris Saint-Germain di Camp Nou.
Berbagai kisah comeback dari defisit tiga gol atau lebih memang tak pernah melibatkan Liverpool atau Juergen Klopp sebagai pelatihnya. Bukan berarti Klopp tak pernah mencoba.
Pelatih berkebangsaan Jerman itu juga sempat mengalami kekalahan 0-3 di Liga Champions, tepatnya ketika menghadapi Real Madrid pada babak 16 besar edisi 2013/14. Pada laga kedua di Signal Iduna Park, Dortmund bangkit dan meraih kemenangan 2-0 atas raksasa Jerman tersebut.
Kemenangan saat itu tak cukup untuk mengantarkan Dortmund melangkah ke semifinal, tetapi setidaknya mereka telah mencoba. Perjuangan serupa juga diharapkan Klopp saat Liverpool menjamu Barcelona di Stadion Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.
"Saat bermain di kandang, kami mengganti pemain di tujuh atau delapan posisi. Kami seharusnya menang 5-0, tetapi cuma mendapatkan 2-0. Yang jelas, kami benar-benar menjadi tim lebih baik di pertandingan itu," ujar Klopp seperti dikutip dari Telegraph.
"Jadi, saya memiliki pengalaman berada dalam situasi serupa. Itulah yang coba saya ceritakan kepada pemain. Bukan berarti cerita sama bakal terulang, tetapi bagi saya keyakinan sudah cukup," ujarnya.
Tak ada salahnya Liverpool mencoba di laga kedua nanti. Toh, The Reds memiliki modal apik berupa catatan tak terkalahkan dalam 19 laga kandang terakhir di lintas ajang.
Yang penting adalah bagaimana Jordan Henderson dan kolega mengonversi dukungan penuh publik Anfield menjadi performa efektif. Ya, Liverpool sebetulnya terlihat superior dengan 14 percobaan berbanding 11 milik tuan rumah. Sayangnya, penghamburan peluang membuat mereka nihil gol di Camp Nou.
"Masih banyak kemungkinan. Apakah kami bisa mendapatkan kepercayaan diri di kesempatan pertama? Maka, kami harus melakukan sesuatu yang tepat dan mendapatkan sedikit keberuntungan. Itulah yang tak ada saat kami tampil di laga pertama," ucap Klopp.
"Jelas, Liverpool juga membutuhkan sedikit keberuntungan lebih. Lalu, kami memerlukan atmosfer fantastis. Suporter perlu terlibat dengan memberikan keriuhan karena kami telah kehilangan dua penyerang terbaik dunia (Mohamed Salah dan Roberto Firmino)," katanya.
