Kumparan Logo

Kontras Akhir Karier Internasional Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Cristiano Ronaldo merayakan kemenangan Al Nassr setelah pertandingan melawan Abha. Foto: Hamad I Mohammed/REUTERS

Media olahraga global menyoroti perbedaan kontras nasib akhir karier internasional antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pada pekan ini. Ketika Messi mendapatkan sambutan hangat nan emosional di Argentina, Ronaldo justru terlibat perselisihan sengit dengan jajaran kepelatihan tim nasional Portugal.

Keretakan Hubungan Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus

Megabintang berusia 41 tahun tersebut meninggalkan pemusatan latihan Portugal setelah tidak diturunkan dalam pertandingan tandang melawan Norwegia. Sebelumnya, ia bermain sejak menit awal saat melawan Wales namun gagal mencetak gol sebelum akhirnya dicadangkan.

Pelatih tim nasional Portugal Jorge Jesus menegaskan kekuasaan taktisnya secara terbuka tanpa ragu setelah pertandingan tersebut selesai. Sikap keras kepala dari sang arsitek tim langsung memicu ketegangan publik yang sangat hebat.

“Saya tidak akan meminta maaf kepada siapa pun. Jika saya membutuhkan Anda selama 30 menit, Anda akan bermain. Jika tidak, Anda tidak akan bermain,” tegas Jesus pascapertandingan.

Respon Ronaldo dan Konflik yang Memanas

Kepergian mendadak dari kamp latihan tersebut memicu spekulasi liar mengenai masa depan sang penyerang legendaris bersama negaranya. Ronaldo sendiri langsung memberikan pernyataan penuh teka-teki yang mengisyaratkan adanya ketidakadilan di balik layar tim nasional.

“Pada waktu yang tepat, saya akan memberi tahu masyarakat Portugal tentang kebenaran di balik kepergian saya,” ungkap Ronaldo melalui pernyataan resminya.

Pertikaian ini sangat disayangkan mengingat Jorge Jesus dan Ronaldo sebelumnya pernah bekerja sama dengan harmonis saat membela klub Al Nassr. Namun, benturan karakter kuat di antara keduanya membuat kolaborasi ini akhirnya meledak di panggung internasional.

Pertarungan Melawan Waktu dan Realita Baru Portugal

Ronaldo kini sedang menghadapi musuh terbesar yang tidak mungkin ia kalahkan, yaitu usia biologisnya yang terus menua. Pada usia 41 tahun, ia dituntut untuk menerima kenyataan bahwa tempatnya di tim utama mulai terancam oleh kehadiran para pemain muda berbakat.

Kehadiran penyerang muda seperti Goncalo Ramos yang baru saja dibeli AC Milan seharga 60 juta poundsterling menjadi opsi yang lebih rasional bagi skema permainan modern. Sifat kompetitif yang dahulu membuat Ronaldo menjadi pemain terbaik dunia kini justru menyulitkannya untuk menerima peran sebagai pemain cadangan.

Banyak pihak berharap sang legenda tetap mendapatkan laga perpisahan yang megah seperti yang dirasakan Messi di Estadio Monumental di hadapan puluhan ribu penggemar setia. Bagaimanapun, drama ego ini tampaknya akan terus mengiringi langkah terakhir sang megabintang sebelum benar-benar menggantung sepatu.