Kritik Tajam Hantam Kylian Mbappe Akibat Sikap Indisipliner di Real Madrid

Publik sepak bola Spanyol melayangkan kritik tajam kepada penyerang Real Madrid Kylian Mbappe atas perilakunya di luar lapangan sepak bola belakangan ini. Sikap bintang tim nasional Prancis tersebut dinilai tidak mencerminkan komitmen penuh terhadap klub barunya saat masa pemulihan cedera.
Manajemen klub dan para pendukung setia kini mulai meragukan fokus sang pemain setelah serangkaian kontroversi mencuat ke permukaan. Mereka menuntut kontribusi nyata di atas lapangan alih-alih pemberitaan negatif di media hiburan.
Melanggar Aturan Bersepeda dari Pelatih dan Pesta di Klub Malam
Masalah bermula saat Kylian Mbappe mengalami cedera lutut kiri ketika membela negaranya pada laga UEFA Nations League akhir September lalu. Ia kemudian mendapat izin dari pelatih Prancis Zinedine Zidane untuk meninggalkan pemusatan latihan lebih awal demi menjalani proses pemulihan.
Namun proses rehabilitasi tersebut justru diwarnai tindakan yang memicu kemarahan publik Madrid karena sang pemain kedapatan mengunjungi kelab malam di Paris bersama kekasihnya. Kejadian tersebut berlangsung hanya lima hari setelah dirinya dilaporkan mengalami cedera lutut.
Ketegangan semakin meningkat ketika Kylian Mbappe mengunggah video dirinya sedang bersepeda di dekat Danau Lucerne di wilayah pegunungan Swiss. Tindakan ini dinilai melanggar instruksi tegas dari pelatih Jose Mourinho yang melarang para pemainnya bersepeda demi menghindari risiko cedera akibat terjatuh.
Tuntutan Sikap Tegas Jose Mourinho untuk Mengendalikan Sang Bintang
Berbagai figur media Spanyol menilai Kylian Mbappe seharusnya menghabiskan waktu pemulihannya dengan bekerja keras di pusat latihan Real Madrid. Kemunculan berulang kali di luar aktivitas sepak bola memberikan kesan bahwa ia sedang menantang otoritas manajemen klub.
Presenter program populer El Chiringuito Josep Pedrerol mengungkapkan pandangannya mengenai situasi pelik ini secara langsung. Menurutnya sang pemain sedang berada di ambang kehilangan rasa hormat dan kasih sayang dari para pendukung Real Madrid.
“Ia menginginkan gelar Ballon d'Or tetapi Real Madrid menuntut hal yang lebih besar darinya agar ia lebih terhubung dengan identitas klub,” ujar Josep Pedrerol dalam pernyataannya.
Josep Pedrerol juga menambahkan bahwa para pendukung menginginkan Jose Mourinho menunjukkan karakter kerasnya yang terkenal demi mendisiplinkan Kylian Mbappe. Suporter mendambakan sosok pelatih yang berani menaruh kepentingan klub di atas nama besar pemain mana pun.
“Kembalilah kepada kami Jose Mourinho yang merupakan seorang petarung dan berani mengatakan apa saja di depan wajah para pemainnya,” tegas Josep Pedrerol.
Perbandingan Nyata dengan Dedikasi Cristiano Ronaldo dan Raul
Pendapat senada juga disampaikan oleh jurnalis senior Tomas Roncero dalam siaran radio El Larguero di stasiun Cadena SER. Tomas Roncero secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap sikap acuh tak acuh yang diperlihatkan oleh penyerang baru tersebut.
Menurut pandangannya seorang pemimpin proyek besar di dalam klub sepak bola sebesar Real Madrid harus mampu menjadi panutan utama bagi rekan-rekannya yang lain. Kylian Mbappe dianggap belum sepenuhnya memahami arti dan tanggung jawab besar mengenakan seragam putih kebanggaan publik Madrid.
“Ia seharusnya meniru contoh nyata dari legenda klub seperti Cristiano Ronaldo atau Raul yang selalu menjadi orang pertama tiba di pusat latihan Valdebebas dan menjadi yang paling terakhir pulang,” kata Tomas Roncero menutup penjelasannya.
