Kritik untuk Ligue 1 yang Tak Heningkan Cipta untuk Astori

Kepergian Davide Astori mengundang atensi dari insan sepak bola dunia. Berbagai cara dilakukan demi memberikan penghormatan kepada kapten Fiorentina yang wafat pada Minggu (4/3/2018) itu.
Astori mengembuskan napas terakhir di kamar hotelnya di Udine. Saat itu, sang pemain belakang tengah bersama para pemain Fiorentina untuk melakoni partai tandang Serie A melawan Fiorentina.
Kabar tersebut mengejutkan Negeri Pizza. Bahkan, semua pertandingan Serie A dan Serie B yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, termasuk derbi antara AC Milan dengan Inter Milan, ditunda.
Mereka yang ada di luar Italia juga memberikan empati. Antonio Conte, misalnya. Dia memberikan pesan khusus kepada Astori setelah pertandingan Chelsea melawan Manchester City pada lanjutan Premier League di Stadion Etihad, hari yang sama.
Begitu pula dari Spanyol. Sebelum sepak mula di Stadion Camp Nou, para pemain Barcelona dan Atletico Madrid mengheningkan cipta sebagai bentuk belasungkawa kepada Astori serta legenda La Blaugrana, Enrique Castro Gonzalez alias Quini.
Beda hal dengan Ligue 1. Kompetisi level teratas Prancis tersebut tetap berlangsung. Bahkan, tidak ada sesi mengheningkan cipta dalam laga Olympique Marseille kontra Nantes, Senin (5/3/2018) dini hari WIB. Padahal, ada dua pelatih yang sempat berkarier di Italia dalam laga itu, yakni Rudi Garcia dan Claudio Ranieri.

Tak pelak, kiper Nantes, Ciprian Tatarusanu, melayangkan kritik pedas dan menyebut operator kompetisi tidak menghargai pemain yang wafat.
"Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya. Setelah drama seperti ini, sepak bola malah mengalami kemunduran," tutur Tatarusanu seperti dilansir oleh OF.
"Tidak ada sesi mengheningkan cipta untuk kepergian eks rekan setim dan teman saya, Davide Astori. Ini merupakan skandal dan bentuk tidak respek," kata kiper asal Rumania itu menambahkan.

Wajarlah Tatarusanu bertutur begitu. Dia sempat menghabiskan dua tahun kariernya bersama Astori di Fiorentina. Total 71 laga dengan rincian 6.269 menit mewarnai kebersamaan mereka di lapangan.
Tidak cuma Tatarusanu, semua orang di Fiorentina tentu merasakan kehilangan besar. Di klub beralias La Viola, Astori adalah kapten. Bahkan, pemain berusia 31 tahun itu berencana meneken kontrak anyar pada Senin agar bisa pensiun dengan seragam Fiorentina.
Namun, takdir berkata lain. Astori pergi meninggalkan rekan-rekan setimnya serta keluarga yang terdiri dari seorang istri dan dua anak. Catatan penampilan Astori bersama Fiorentina pun hanya sampai 109 laga.
